5 Waktu Tidur yang Tidak Disukai Rasulullah SAW

5 Waktu Tidur yang Tidak Disukai Rasulullah SAW

Hanif Hawari - detikHikmah
Sabtu, 29 Nov 2025 11:00 WIB
Lifestyle portrait of sleeping man
Ilustrasi tidur (Foto: Getty Images/iStockphoto/Kate Aedon)
Jakarta -

Rasulullah SAW adalah manusia terbaik yang menjadi teladan bagi umat Islam dalam setiap aspek kehidupan. Segala kebiasaan beliau, termasuk hal-hal sederhana seperti tidur, mengajarkan hikmah dan kebaikan bagi siapa pun yang mengikutinya.

Namun, tahukah Anda bahwa Rasulullah SAW juga memberikan panduan tentang waktu-waktu yang tidak baik untuk tidur? Mengetahui waktu tidur yang tidak disukai Rasulullah dapat membantu kita menjalani hidup lebih sehat dan lebih sesuai dengan tuntunan sunnah.

Waktu Tidur yang Tidak Disukai Rasulullah

Berdasarkan penjelasan dalam buku Kita Hidup Hanya Tiga Hari: Kumpulan Nasihat dan Kalam Hikmah Sepanjang Tahun oleh Faisal Kunhi, terdapat lima waktu tidur yang tidak disukai Rasulullah SAW. Kelima waktu ini dijelaskan dengan hikmah masing-masing agar umat Islam dapat menjaga kesehatan, produktivitas, serta keberkahan hidup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Tidur di waktu pagi

Tidur di waktu pagi disebutkan sebagai kebiasaan yang tidak dianjurkan dalam buku tersebut. Waktu pagi merupakan waktu yang penuh keberkahan dan kesempatan untuk meraih rezeki.

Rasulullah SAW bahkan mendoakan, "Ya Allah, berkahilah bagi umatku pada pagi harinya" (HR Abu Dawud).

ADVERTISEMENT

Karena itu, tidur pada waktu ini dianggap dapat menghilangkan keberkahan dan menurunkan produktivitas.

2. Tidur sebelum sholat Isya

Tidur sebelum Isya tidak disukai Rasulullah SAW karena berpotensi membuat seseorang melewatkan sholat wajib. Keutamaan sholat Isya berjamaah sangat besar, bahkan setara dengan pahala sholat malam setengah malam.

كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَؚْلَ العِ؎َاءِ وَالحَدِيثَ َؚعْدَهَا الؚخاري

Artinya: Sesungguhnya Rasululullah tidak senang tidur sebelum shalat Isya dan berbincang-bincang setelah shalat Isya (HR al-Bukhari).

Jika seseorang tidur terlalu cepat, ia bisa bangun terlambat dan kehilangan kesempatan memperoleh pahala tersebut. Oleh karena itu, tidur sebelum Isya sebaiknya dihindari.

3. Tidur setelah makan

Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa tidur langsung setelah makan termasuk kebiasaan yang tidak dianjurkan. Tidur dalam keadaan perut penuh dapat memicu gangguan pencernaan dan masalah kesehatan lainnya.

Rasulullah SAW mengajarkan agar seseorang berjalan atau melakukan aktivitas ringan setelah makan. Sebab tidur setelah makan juga dapat menyebabkan penimbunan lemak dan obesitas.

4. Tidur sepanjang hari

Rasulullah SAW tidak menyukai kebiasaan tidur sepanjang hari karena Islam mengajarkan umatnya untuk aktif dan produktif. Allah telah menetapkan waktu siang untuk beraktivitas dan malam untuk beristirahat.

Allah SWT berfirman,

وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِؚاساً وَجَعَلْنَا النَّهارَ مَعا؎اً

Artinya: Dan Kami menjadikan malam sebagai pakaian (waktu tidur), dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan (QS An-Naba', ayat: 10-11).

Tidur berlebihan termasuk di siang hari dapat menjauhkan seseorang dari keberkahan waktu dan mengurangi semangat hidup. Selain itu, terlalu banyak tidur membuat tubuh menjadi lemah dan malas. Karena itu, tidur sepanjang hari termasuk kebiasaan yang tidak dianjurkan dalam Islam.

5. Tidur setelah Ashar

Dalam buku itu juga disebutkan bahwa tidur setelah Ashar merupakan waktu yang sebaiknya dihindari. Para ulama salaf bahkan memberi peringatan tegas tentang bahaya tidur pada waktu ini.

مَنْ نَامَ َؚعْدَ الْعَصْرِ فَاخْتُلِسَ عَقْلُهُ فَلَا يَلُومَنَّ إِلَّا نَفْسَهُ

Artinya: Barang siapa tidur setelah waktu ashar, lalu hilang akalnya, maka jangan pernah salahkan kecuali pada dirinya sendiri (HR Ad-Dailami).

Mereka berkata, "Siapa yang tidur setelah Ashar, ia telah merusak akalnya, maka jangan salahkan siapa pun selain dirinya sendiri." Karena dianggap membawa dampak buruk bagi kesehatan fisik maupun mental, tidur setelah Ashar termasuk waktu yang tidak disukai Rasulullah SAW.

Wallahu a'lam.




(hnh/erd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads