Al-Qur'an mengungkap rahasia penciptaan alam semesta. Dalam sejumlah ayat dikatakan, Allah SWT menciptakan langit dalam tujuh lapis.
Penciptaan langit tujuh lapis disebutkan dalam Al-Qur'an surah Al Mulk ayat 1-4,
ØĒŲØ¨Ų°ØąŲŲŲ Ø§ŲŲŲØ°ŲŲŲ Ø¨ŲŲŲØ¯ŲŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲŲŲŲŲÛ ŲŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲ°Ų ŲŲŲŲŲ Ø´ŲŲŲØĄŲ ŲŲØ¯ŲŲŲØąŲÛ ŲĄ ۨاŲŲŲØ°ŲŲŲ ØŽŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲŲŲØĒŲ ŲŲØ§ŲŲØŲŲŲ°ŲØŠŲ ŲŲŲŲØ¨ŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲØŲØŗŲŲŲ ØšŲŲ ŲŲŲØ§Û ŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲØšŲØ˛ŲŲŲØ˛Ų اŲŲØēŲŲŲŲŲØąŲÛ Ųĸ اŲŲŲØ°ŲŲŲ ØŽŲŲŲŲŲ ØŗŲØ¨ŲØšŲ ØŗŲŲ Ų°ŲŲ°ØĒŲ ØˇŲØ¨ŲاŲŲØ§Û Ų ŲØ§ ØĒŲØąŲ°Ų ŲŲŲŲ ØŽŲŲŲŲŲ Ø§ŲØąŲŲØŲŲ Ų°ŲŲ Ų ŲŲŲ ØĒŲŲŲ°ŲŲØĒŲÛ ŲŲØ§ØąŲØŦŲØšŲ اŲŲØ¨ŲØĩŲØąŲÛ ŲŲŲŲ ØĒŲØąŲ°Ų Ų ŲŲŲ ŲŲØˇŲŲŲØąŲ ŲŖ ØĢŲŲ ŲŲ Ø§ØąŲØŦŲØšŲ اŲŲØ¨ŲØĩŲØąŲ ŲŲØąŲŲØĒŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲŲØ¨Ų اŲŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲØ¨ŲØĩŲØąŲ ØŽŲØ§ØŗŲØĻŲØ§ ŲŲŲŲŲŲŲ ØŲØŗŲŲŲØąŲ Ų¤
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Mahaberkah Zat yang menguasai (segala) kerajaan dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, yaitu yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun. (Dia juga) yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu tidak akan melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih ketidakseimbangan sedikit pun. Maka, lihatlah sekali lagi! Adakah kamu melihat suatu cela? Kemudian, lihatlah sekali lagi (dan) sekali lagi (untuk mencari cela dalam ciptaan Allah), niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu dengan kecewa dan dalam keadaan letih (karena tidak menemukannya)."
Allah SWT juga berfirman dalam surah Al Mu'minun ayat 17,
ŲŲŲŲŲŲØ¯Ų ØŽŲŲŲŲŲŲŲØ§ ŲŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų ØŗŲØ¨ŲØšŲ ØˇŲØąŲاۤŲŲŲŲŲÛ ŲŲŲ ŲØ§ ŲŲŲŲŲØ§ ØšŲŲŲ Ø§ŲŲØŽŲŲŲŲŲ ØēŲ°ŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲĄŲ§
Artinya: "Sungguh, Kami telah menciptakan tujuh langit di atas kamu dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami)."
Menurut Tafsir Al-Qur'an Kementerian Agama RI, ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah SWT telah menciptakan tujuh lapis langit, yang menjadi tempat peredaran bintang-bintang. Dia tidak lengah terhadap semua ciptaan itu.
"Seandainya Allah lengah terhadapnya, niscaya akan terjadi benturan-benturan planet itu satu sama lain, yang mengakibatkan timbulnya bencana yang tidak dapat diperkirakan kedahsyatannya. Memang itu pun akan terjadi, akan tetapi waktunya nanti pada hari Kiamat, di mana segala sesuatunya telah direncanakan di Lauh Mahfuz," jelas tafsir itu.
Fakta langit berlapis-lapis turut diungkap para pakar astronomi. Menurut penjelasan dalam Buku Pintar Sains dalam Al-Qur'an yang diterjemahkan dari Mausu'ah al-I'jaz al-Qur'ani karya Dr. Nadiah Tharayyarah, lapisan paling bawah menjadi tempat makhluk hidup seperti burung-burung dan lapisan terluar atmosfer atau yang tertinggi disebut eksosfer.
Tidak diketahui batas eksosfer dan luar angkasa. Sebagian ilmuwan menyebut atmosfer bumi adalah benteng, melindungi kehidupan di bumi. Ajaibnya, hal ini disebutkan dalam Al-Qur'an sebagaimana ditafsirkan para mufasir. Allah SWT berfirman,
ŲŲØŦŲØšŲŲŲŲŲØ§ Ø§ŲØŗŲŲŲ ŲØ§Û¤ØĄŲ ØŗŲŲŲŲŲØ§ Ų ŲŲØŲŲŲŲŲØ¸ŲØ§Û ŲŲŲŲŲ Ų ØšŲŲŲ Ø§Ų°ŲŲ°ØĒŲŲŲØ§ Ų ŲØšŲØąŲØļŲŲŲŲŲ ŲŖŲĸ
Artinya: "Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara, tetapi mereka tetap berpaling dari tanda-tandanya (yang menunjukkan kebesaran Allah, seperti matahari dan bulan)." (QS Al Anbiya: 32)
Menurut sains, atmosfer akan menghalau meteoroid, asteroid, sinar-sinar ekstrem mematikan, dan semua yang membahayakan bumi. Benda-benda itu akan dibakar atau ditahan supaya tetap di luar angkasa.
Ulama tafsir dan ahli hadits Imam Ibnu Katsir saat menafsirkan surah Al Anbiya ayat 32 dalam kitabnya turut memaparkan sebuah hadits yang menjelaskan fenomena tersebut.
ŲŲØ§ŲŲ Ø§Ø¨ŲŲŲ ØŖŲØ¨ŲŲ ØŲاØĒŲŲ Ų: ØŲدŲŲØĢŲŲŲØ§ ØšŲŲŲŲŲŲ Ø¨ŲŲŲ Ø§ŲŲØŲØŗŲŲŲŲŲØ ØŲدŲŲØĢŲŲŲØ§ ØŖŲØŲŲ ŲØ¯Ų بŲŲŲ ØšŲØ¨ŲØ¯Ų Ø§ŲØąŲŲØŲŲ ŲŲŲ Ø§ŲØ¯ŲŲØ´ŲØĒŲŲŲØ ØŲدŲŲØĢŲŲŲŲ ØŖŲØ¨ŲŲØ ØšŲŲŲ ØŖŲØ¨ŲŲŲŲØ ØšŲŲŲ ØŖŲØ´ŲØšŲØĢŲ -ŲŲØšŲŲŲŲ Ø§Ø¨ŲŲŲ ØĨØŗØØ§Ų اŲŲŲŲ ŲŲŲ-ØšŲŲŲ ØŦŲØšŲŲŲØąŲ بŲŲŲ ØŖŲØ¨ŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲØēŲŲØąŲØŠŲØ ØšŲŲŲ ØŗŲØšŲŲØ¯Ų بŲŲŲ ØŦŲØ¨ŲŲŲØąØ ØšŲŲŲ Ø§Ø¨ŲŲŲ ØšŲØ¨ŲŲØ§ØŗŲØ ŲŲØ§ŲŲ ØąŲØŦŲŲŲ: ŲŲØ§ ØąŲØŗŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲØ Ų ŲØ§ ŲŲØ°ŲŲŲ Ø§ŲØŗŲŲŲ ŲØ§ØĄŲØ ŲŲØ§ŲŲ: "Ų ŲŲŲØŦŲ Ų ŲŲŲŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲŲŲ Ų"
Artinya: Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Abdur Rahman Ad-Dusytuki, telah menceritakan kepadaku ayahku, dari ayahnya, dari Asy'as (yakni Ibnu Ishaq Al-Qummi), dari Ja'far ibnu Abul Mugirah, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang menceritakan, bahwa pernah seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah SAW, "Wahai Rasulullah, apakah langit ini?" Rasulullah SAW menjawab, "Gelombang yang dicegah dari kalian (agar tidak runtuh menimpa kalian)." Sanad hadits ini garib.
Wallahu a'lam.
(kri/inf)












































Komentar Terbanyak
Arab Saudi Resmi Tetapkan Idul Fitri 20 Maret 2026
Apakah Nanti Malam Takbiran? Ini Prediksinya
Hasil Sidang Isbat Lebaran Idul Fitri 2026 Diumumkan Jam Berapa?