Surat Al-Kahfi merupakan surat ke-18 dalam Al-Qur'an, terdiri dari 110 ayat. Surah ini tergolong Makkiyah dan memiliki banyak keutamaan, salah satunya adalah perlindungan dari fitnah Dajjal bagi siapa saja yang membaca 10 ayat pertama dan terakhir dari surah ini.
Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa menghafal sepuluh ayat dari permulaan Surah Al-Kahfi, ia akan terlindung dari (fitnah) Dajjal." (HR. Muslim)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surat Al-Kahfi Ayat 1-10 (h2)
Berikut bacaan lengkap surat Al-Kahfi ayat 1-10 dalam tulisan Arab, latin dan artinya,
1. اŲŲŲØŲŲ ŲØ¯Ų ŲŲŲŲŲ°ŲŲ Ø§ŲŲŲØ°ŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲØ˛ŲŲŲ ØšŲŲŲ°Ų ØšŲØ¨ŲدŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲØĒŲ°Ø¨Ų ŲŲŲŲŲ Ų ŲŲØŦŲØšŲŲŲ ŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲØŦŲØ§ Û
Latin: al-á¸Ĩamdu lillÄhillaÅŧÄĢ anzala 'alÄ 'abdihil-kitÄba wa lam yaj'al laháģĨ 'iwajÄ
Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok;
2. ŲŲŲŲŲŲ ŲØ§ ŲŲŲŲŲŲŲØ°ŲØąŲ Ø¨ŲØŖŲØŗŲØ§ Ø´ŲØ¯ŲŲŲØ¯Ųا Ų ŲŲŲŲ ŲŲŲØ¯ŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲØ¨ŲØ´ŲŲØąŲ اŲŲŲ ŲØ¤ŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲØ°ŲŲŲŲŲ ŲŲØšŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲØĩŲŲ°ŲŲØŲ°ØĒŲ Ø§ŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲØŦŲØąŲا ØŲØŗŲŲŲØ§Û
Latin: qayyimal liyunÅŧira ba`san syadÄĢdam mil ladun-hu wa yubasysyiral-mu`minÄĢnallaÅŧÄĢna ya'maláģĨnaášŖ-ášŖÄliá¸ĨÄti anna lahum ajran á¸ĨasanÄ
Artinya: sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik,
3. Ų
ŲŲØ§ŲŲØĢŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲØ¨ŲØ¯ŲØ§Û
Latin: mÄkiᚥÄĢna fÄĢhi abadÄ
Artinya: mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.
4. ŲŲŲŲŲŲŲØ°ŲØąŲ Ø§ŲŲŲØ°ŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲŲØ§ اØĒŲŲØŽŲØ°Ų Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲ ŲŲŲŲØ¯ŲاÛ
Latin: wa yunÅŧirallaÅŧÄĢna qÄluttakhaÅŧallÄhu waladÄ
Artinya: Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, "Allah mengambil seorang anak."
5. Ų ŲŲØ§ ŲŲŲŲŲ Ų Ø¨ŲŲŲ Ų ŲŲŲ ØšŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲŲØ§ ŲŲØ§Ų°Ø¨ŲاۤŲŲŲŲŲŲ ŲÛ ŲŲØ¨ŲØąŲØĒŲ ŲŲŲŲŲ ŲØŠŲ ØĒŲØŽŲØąŲØŦŲ Ų ŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲØ§ŲŲŲŲŲ ŲÛ Ø§ŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲØ§ ŲŲØ°ŲØ¨ŲØ§
Latin: mÄ lahum bihÄĢ min 'ilmiw wa lÄ li`ÄbÄ`ihim, kaburat kalimatan takhruju min afwÄhihim, iy yaqáģĨláģĨna illÄ kaÅŧibÄ
Artinya: Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka.
6. ŲŲŲŲØšŲŲŲŲŲŲ Ø¨ŲØ§ØŽŲØšŲ ŲŲŲŲŲØŗŲŲŲ ØšŲŲŲ°ŲŲ Ø§Ų°ØĢŲØ§ØąŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲ ŲŲŲŲ Ų ŲŲØ¤ŲŲ ŲŲŲŲŲØ§ بŲŲŲ°Ø°ŲØ§ اŲŲØŲØ¯ŲŲŲØĢŲ Ø§ŲØŗŲŲŲØ§
Latin: fa la'allaka bÄkhi'un nafsaka 'alÄ ÄᚥÄrihim il lam yu`mináģĨ bihÄÅŧal-á¸ĨadÄĢᚥi asafÄ
Artinya: Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur'an).
7. اŲŲŲŲØ§ ØŦŲØšŲŲŲŲŲØ§ Ų ŲØ§ ØšŲŲŲŲ Ø§ŲŲØ§ŲØąŲØļŲ Ø˛ŲŲŲŲŲØŠŲ ŲŲŲŲŲØ§ ŲŲŲŲØ¨ŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲØŲØŗŲŲŲ ØšŲŲ ŲŲŲØ§
Latin: innÄ ja'alnÄ mÄ 'alal-ará¸i zÄĢnatal lahÄ linabluwahum ayyuhum aá¸Ĩsanu 'amalÄ
Artinya: Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya.
8. ŲŲØ§ŲŲŲŲØ§ ŲŲØŦŲØ§ØšŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲØ§ ØšŲŲŲŲŲŲŲØ§ ØĩŲØšŲŲŲØ¯Ųا ØŦŲØąŲØ˛ŲØ§Û
Latin: wa innÄ lajÄ'iláģĨna mÄ 'alaihÄ ášŖa'ÄĢdan juruzÄ
Artinya: Dan Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang tandus lagi kering
9. اŲŲ
Ų ØŲØŗŲØ¨ŲØĒŲ Ø§ŲŲŲŲ Ø§ŲØĩŲØŲ°Ø¨Ų Ø§ŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲØąŲŲŲŲŲŲŲ
Ų ŲŲØ§ŲŲŲŲØ§ Ų
ŲŲŲ Ø§Ų°ŲŲ°ØĒŲŲŲØ§ ØšŲØŦŲØ¨Ųا
Latin: am á¸Ĩasibta anna aášŖ-á¸ĨÄbal-kahfi war-raqÄĢmi kÄnáģĨ min ÄyÄtinÄ 'ajabÄ
Artinya: Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) raqim itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan?
10. Ø§ŲØ°Ų اŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲØĒŲŲŲØŠŲ اŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲØ§ŲŲŲŲØ§ ØąŲØ¨ŲŲŲŲØ§Ų Ø§Ų°ØĒŲŲŲØ§ Ų ŲŲŲ ŲŲŲØ¯ŲŲŲŲŲ ØąŲØŲŲ ŲØŠŲ ŲŲŲŲŲŲŲŲØĻŲ ŲŲŲŲØ§ Ų ŲŲŲ Ø§ŲŲ ŲØąŲŲŲØ§ ØąŲØ´ŲØ¯ŲØ§
Latin: iÅŧ awal-fityatu ilal-kahfi fa qÄláģĨ rabbanÄ ÄtinÄ mil ladungka raá¸Ĩmataw wa hayyi` lanÄ min amrinÄ rasyadÄ
Artinya: (Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, "Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami."
Keutamaan Surat Al-Kahfi
1. Membaca Surah Al-Kahfi di Hari Jumat
Mengutip buku Keutamaan Al-Qur'an Dalam Perspektif Hadits karya H. Ahsantudhonni, MA (Gus Ahsan) salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan adalah membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat. Keutamaan ini dijelaskan dalam beberapa hadits Nabi SAW,
"Barangsiapa membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jumat." (HR. Al-Hakim)
2. Perlindungan dari Fitnah Dajjal
Surah Al-Kahfi juga dikenal sebagai penangkal fitnah Dajjal, terutama dengan membaca dan menghafal 10 ayat pertama atau 10 ayat terakhir.
Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda,
"Barangsiapa menghafal sepuluh ayat pertama dari Surah Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari (fitnah) Dajjal." (HR. Muslim)
Dalam riwayat lain, "Barangsiapa membaca sepuluh ayat terakhir dari Surah Al-Kahfi, maka dia akan terlindung dari fitnah Dajjal." (HR. Ahmad dan Hakim)
3. Mengandung Empat Kisah Inspiratif
Surah Al-Kahfi menyimpan empat kisah utama yang penuh pelajaran hidup:
- Kisah Ashabul Kahfi (Pemuda Gua) - Ayat 9-26
Pelajaran: Keteguhan iman dalam menghadapi tekanan sosial dan kekuasaan zalim.
- Kisah Pemilik Dua Kebun - Ayat 32-44
Pelajaran: Jangan tertipu oleh kemewahan dunia, dan pentingnya rasa syukur serta iman yang kokoh.
- Kisah Nabi Musa dan Khidr - Ayat 60-82
Pelajaran: Kesabaran dalam mencari ilmu, menerima takdir Allah meski tak selalu bisa dipahami logika.
- Kisah Dzulqarnain - Ayat 83-98
Pelajaran: Kepemimpinan yang adil, keberanian, dan pentingnya peradaban yang berbasis iman dan ilmu.
4. Sebagai Benteng dari Segala Fitnah
Rangkaian ayat dalam Surah Al-Kahfi sangat relevan dalam menghadapi kehidupan modern yang sarat fitnah, baik dalam bentuk kekayaan, kekuasaan, teknologi, atau ideologi yang menyesatkan. Surah ini mengajarkan umat Islam untuk kembali kepada sikap tauhid (menjaga iman murni kepada Allah), kesabaran dalam ujian, syukur atas nikmat, dan adab dalam menuntut ilmu.
5. Menjadi Sumber Cahaya di Hari Kiamat
Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa membaca Surah Al-Kahfi sebagaimana diturunkan, maka akan menjadi cahaya untuknya pada hari kiamat dari tempat tinggalnya sampai ke Makkah." (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi)
(dvs/inf)












































Komentar Terbanyak
Gus Yaqut Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Ketum PBNU: Serahkan ke Proses Hukum
Ada Aduan Penggelapan Dana Haji Furoda 2025, Kemenhaj Panggil Pihak Travel
MUI Soroti Pasal Nikah Siri dan Poligami dalam KUHP Baru