5 Amalan yang Bisa Dikerjakan di Bulan Syaban, Catat Ya!

5 Amalan yang Bisa Dikerjakan di Bulan Syaban, Catat Ya!

Devi Setya - detikHikmah
Jumat, 14 Feb 2025 19:15 WIB
5 Amalan yang Bisa Dikerjakan di Bulan Syaban, Catat Ya!
Ilustrasi muslim berdoa (Foto: iStock)
Jakarta -

Bulan Syaban menjadi momen yang tepat untuk mempersiapkan diri menghadapi bulan Ramadan. Ada sejumlah amalan yang bisa dikerjakan sepanjang bulan Syaban, mulai dari berdoa hingga puasa sunnah.

Imam Nawawi dalam Syarh Sahih Muslim mengatakan pendapatnya, "Puasa Syaban seumpama sunnah rawatib (pengiring) bagi puasa Ramadan. Untuk sholat, ada rawatib qabliyah dan ba'diyah. Untuk Ramadan, qabliyahnya yakni puasa Syaban dan ba'diyahnya yakni puasa enam hari di bulan Syawal."

Mengutip buku Dakwah Kreatif: Muharram, Maulid Nabi, Rajab dan Sya'ban karya Dra. Udji Asiyah, Abu Bakar Al Balkhi RA mengatakan, "Perumpamaan bulan Rajab adalah seperti angin, bulan Syaban seperti awan yang membawa hujan dan bulan Ramadan seperti hujan. Barangsiapa yang tidak menanam di bulan Rajab dan tidak menyiraminya di bulan Syaban bagaimana mungkin dia memanen hasilnya di bulan Ramadan." (Lathaiful Ma'arif libni Rajab Al-Hanbali)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amalan Bulan Syaban

1. Puasa Sunnah

Rasulullah SAW senantiasa mengerjakan puasa sunnah. Ketika masuk bulan Syaban maka puasanya bertambah banyak. Dalam sebuah hadits disebutkan,

"Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa lebih banyak dalam sebulan selain bulan Sya'ban. Beliau biasa berpuasa di bulan Sya'ban seluruhnya, kecuali hanya sedikit." (HR. Bukhari dan Muslim)

ADVERTISEMENT

Ada beberapa puasa sunah yang bisa dikerjakan di bulan Syaban, diantaranya yakni puasa Nisfu Syaban, puasa Ayyamul Bidh dan puasa sunnah Senin-Kamis.

2. Membaca Doa

Ada doa yang bisa dipanjatkan di bulan Syaban. Dikutip dari buku Kumpulan Doa dari Al-Quran dan Hadits karya Syaikh Sa'id bin Wahf al-Qahthani, begini lafal doanya:

Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§ŲŽŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„ŲŲ„Ų’Ų‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽØ§ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’ØŖŲŽŲ…Ų’Ų†Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØĨŲŲŠŲ’Ų…ŲŽØ§Ų†ŲØŒ ŲˆŲŽØ§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ„Ø§ŲŽŲ…ŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØĨŲØŗŲ’Ų„Ø§ŲŽŲ…ŲØŒ ŲˆŲŽØ§Ų„ØĒŲ‘ŲŽŲˆŲ’ŲŲŲŠŲ’Ų‚Ų Ų„ŲŲ…ŲŽØ§ ØĒŲØ­ŲØ¨Ų‘Ų ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØĒŲŽØąŲ’ØļŲŽŲ‰ ØąŲŽØ¨ŲŲ‘Ų†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØąŲŽØ¨ŲŲ‘ŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų

Arab Latin: Allahu akbar, allahumma ahlilhu 'alainā bil-amni wal-ÄĢmāni, was-salāmati wal-islāmi, wat-taufÄĢqi lima tuá¸Ĩibbu rabbana wa tarḍā rabbunā wa rabbukallah.

Artinya: "Allah Maha Besar. Ya Allah! Tampakkan bulan tanggal satu itu kepada kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan Islam serta mendapat taufik untuk menjalankan apa yang Engkau sukai dan ridhai. Tuhan kami dan Tuhanmu (wahai bulan sabit) adalah Allah." (HR Tirmidzi no 5/504 dan ad-Darimi no 1/336)

Sementara di malam Nisfu Syaban bisa mengamalkan doa berikut,

Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ŲŠŲŽØ§ Ø°ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲ†ŲŲ‘ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ŲŠŲŲ…ŲŽŲ†ŲŲ‘ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŽ ŲŠŲŽØ§ Ø°ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’ØŦŲŽŲ„ŲŽØ§Ų„Ų ŲˆŲŽØ§Ų„ØĨŲŲƒŲ’ØąŲŽØ§Ų…Ų ŲŠŲŽØ§ Ø°ŲŽØ§ Ø§Ų„ØˇŲŽŲˆŲ’Ų„Ų ŲˆŲŽØ§Ų„ØĨŲŲ†Ų’ØšŲŽØ§Ų…Ų Ų„ŲŽØ§ ØĨŲŲ„Ų°Ų‡ŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‘Ø§ ØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ Ø¸ŲŽŲ‡Ų’ØąŲŽ Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ø§ØŦŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØŦŲŽØ§ØąŲŽ Ø§Ų„Ų…ŲØŗŲ’ØĒŲŽØŦŲŲŠŲ’ØąŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØŖŲ’Ų…ŲŽŲ†ŲŽ Ø§Ų„ØŽŲŽØ§ØĻŲŲŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ
Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ØĨؐ؆ؒ ŲƒŲŲ†Ų’ØĒŲŽ ŲƒŲŽØĒŲŽØ¨Ų’ØĒŲŽŲ†ŲŽØ§ ØšŲŲ†Ų’Ø¯ŲŽŲƒŲŽ ŲŲŲŠŲ’ ØŖŲŲ…ŲŲ‘ Ø§Ų„ŲƒŲØĒŲŽØ§Ø¨Ų ØŖŲŽØ´Ų’Ų‚ŲŲŠŲŽØ§ØĄŲŽ ØŖŲŽŲˆŲ’ Ų…ŲŽØ­Ų’ØąŲŲˆŲ’Ų…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ØŖŲŽŲˆŲ’ Ų…ŲŲ‚ŲŽØĒŲŽŲ‘ØąŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽØ§ ؁ؐ؊ Ø§Ų„ØąŲØ˛Ų’Ų‚ŲØŒ ŲŲŽØ§Ų…Ų’Ø­Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ؁ؐ؊ ØŖŲŲ…ŲŲ‘ Ø§Ų„ŲƒŲØĒŲŽØ§Ø¨Ų Ø´ŲŽŲ‚ŲŽØ§ŲˆŲŽØĒŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØ­ŲØąŲ’Ų…ŲŽØ§Ų†ŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØ§Ų‚Ų’ØĒؐØĒŲŽØ§ØąŲŽ ØąŲØ˛Ų’Ų‚ŲŲ†ŲŽØ§ØŒ ŲˆŲŽØ§ŲƒŲ’ØĒŲØ¨Ų’Ų†ŲŽØ§ ØšŲŲ†Ų’Ø¯ŲŽŲƒŲŽ ØŗŲØšŲŽØ¯ŲŽØ§ØĄŲŽ Ų…ŲŽØąŲ’Ø˛ŲŲˆŲ’Ų‚ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ų…ŲŲˆŲŽŲŲŽŲ‘Ų‚ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ų„ŲŲ„Ų’ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲŽØ§ØĒؐ ŲŲŽØĨŲŲ†ŲŽŲ‘ŲƒŲŽ Ų‚ŲŲ„Ų’ØĒŲŽ ŲˆŲŽŲ‚ŲŽŲˆŲ’Ų„ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ‚ŲŲ‘ ŲŲŲŠŲ’ ؃ؐØĒŲŽØ§Ø¨ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų…ŲŲ†Ų’Ø˛ŲŽŲ„Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų„ŲØŗŲŽØ§Ų†Ų Ų†ŲŽØ¨ŲŲŠŲŲ‘ŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų…ŲØąŲ’ØŗŲŽŲ„Ų: "ŲŠŲŽŲ…Ų’Ø­ŲŲˆ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ų…ŲŽØ§ ŲŠŲŽØ´ŲŽØ§ØĄŲ ŲˆŲŽŲŠŲØĢŲ’Ø¨ŲØĒŲ ŲˆŲŽØšŲŲ†Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŲ…ŲŲ‘ Ø§Ų„ŲƒŲØĒŲŽØ§Ø¨Ų" ŲˆŲŽØĩŲŽŲ„ŲŽŲ‘Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų€ŲŽŲ‘Ø¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų°Ų„ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØĩŲŽØ­Ų’Ø¨ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„ŲŽŲ‘Ų…ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄ؐ؄ؑذ؇ؐ ØąŲŽØ¨ŲŲ‘ Ø§Ų„ØšŲŽŲ€Ų€Ø§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ

Arab latin: Allāhumma yā dzal manni walā yumannu 'alaika yādzal jalāli wal ikrām, yā dzat thauli wal in'ām, lā ilāha illā anta zhahral lājÄĢna wajāral mustajÄĢrÄĢna, wama'manal khā'ifÄĢn.

Allāhumma in kunta katabtanā 'indaka fÄĢ ummil kitābi asyqiyā'a au mahrÅĢmÄĢna au muqattarÄĢna 'alaynā fir rizqi, famhullāhumma fÄĢ ummil kitābi syaqāwatanā, wahirmānanā waqtitāra rizqinā, waktubnā 'indaka su'adā'a marzÅĢqÄĢna muwaffaqÄĢna lil khairāt. Fa innaka qulta wa qaulukal haqq fÄĢ kitābikal munzali 'ala lisāni nabiyyikal mursali "Yamhullāhu mā yasyā'u wa yutsbitu wa 'indahÅĢ ummul kitāb." Wa shallallāhu 'alā sayyidinā Muhammadin wa 'alā ālihÄĢ wa shahbihÄĢ wa sallama, walhamdulillāá¸Ĩi rabbil 'ālamÄĢn.

Artinya: "Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut.

Tuhanku, jika Engkau mencatat kami di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezeki kami.

Catatlah aku disisiMu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar di kitab-Mu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, 'Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.' Allah bersholawat dan bersalam atas Sayyidina Muhammad, keluarga, dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam."

3. Memperbanyak Sholawat

Sholawat menjadi amalan yang bisa diperbanyak di bulan Syaban. Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW bisa dikerjakan kapan saja.

Dalam Al-Qur'an surat al-Ahzab ayat 56, Allah SWT berfirman,

Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ„Ų°Û¤Ų‰Ų•ŲŲƒŲŽØĒŲŽŲ‡Ų— ŲŠŲØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘ŲÛ— ŲŠŲ°Ų“Ø§ŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§Ų°Ų…ŲŽŲ†ŲŲˆŲ’Ø§ ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆŲ’Ø§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŲ…ŲŲˆŲ’Ø§ ØĒŲŽØŗŲ’Ų„ŲŲŠŲ’Ų…Ų‹Ø§

InnallÃĸha wa malÃĸ'ikatahÃģ yushallÃģna 'alan-nabiyy, yÃĸ ayyuhalladzÃŽna ÃĸmanÃģ shallÃģ 'alaihi wa sallimÃģ taslÃŽmÃĸ.

Artinya: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."

4. Membaca Surat Yasin

Di pertengahan bulan Syaban ada Nisfu Syaban yang menjadi malam istimewa. Umat Islam di Indonesia biasanya membaca surat Yasin sebanyak tiga kali berturut-turut di malam Nisfu Syaban.

5. Membayar Utang Puasa

Syaban menjadi gerbang masuknya Ramadan. Sebelum menjalani puasa Ramadan, umat Islam sebaiknya sudah menyelesaikan utang puasa Ramadan terdahulu.

Aisyah RA berkata, "Aku punya utang puasa Ramadhan, aku tidak dapat mengqadhanya kecuali di bulan Syaban, karena sibuk melayani Nabi SAW." (HR Bukhari dan Muslim)




(dvs/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads