Bulan Syaban menjadi momen yang tepat untuk mempersiapkan diri menghadapi bulan Ramadan. Ada sejumlah amalan yang bisa dikerjakan sepanjang bulan Syaban, mulai dari berdoa hingga puasa sunnah.
Imam Nawawi dalam Syarh Sahih Muslim mengatakan pendapatnya, "Puasa Syaban seumpama sunnah rawatib (pengiring) bagi puasa Ramadan. Untuk sholat, ada rawatib qabliyah dan ba'diyah. Untuk Ramadan, qabliyahnya yakni puasa Syaban dan ba'diyahnya yakni puasa enam hari di bulan Syawal."
Mengutip buku Dakwah Kreatif: Muharram, Maulid Nabi, Rajab dan Sya'ban karya Dra. Udji Asiyah, Abu Bakar Al Balkhi RA mengatakan, "Perumpamaan bulan Rajab adalah seperti angin, bulan Syaban seperti awan yang membawa hujan dan bulan Ramadan seperti hujan. Barangsiapa yang tidak menanam di bulan Rajab dan tidak menyiraminya di bulan Syaban bagaimana mungkin dia memanen hasilnya di bulan Ramadan." (Lathaiful Ma'arif libni Rajab Al-Hanbali)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amalan Bulan Syaban
1. Puasa Sunnah
Rasulullah SAW senantiasa mengerjakan puasa sunnah. Ketika masuk bulan Syaban maka puasanya bertambah banyak. Dalam sebuah hadits disebutkan,
"Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa lebih banyak dalam sebulan selain bulan Sya'ban. Beliau biasa berpuasa di bulan Sya'ban seluruhnya, kecuali hanya sedikit." (HR. Bukhari dan Muslim)
Ada beberapa puasa sunah yang bisa dikerjakan di bulan Syaban, diantaranya yakni puasa Nisfu Syaban, puasa Ayyamul Bidh dan puasa sunnah Senin-Kamis.
2. Membaca Doa
Ada doa yang bisa dipanjatkan di bulan Syaban. Dikutip dari buku Kumpulan Doa dari Al-Quran dan Hadits karya Syaikh Sa'id bin Wahf al-Qahthani, begini lafal doanya:
اŲŲŲŲ ØŖŲŲŲØ¨ŲØąŲØ اŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ ØŖŲŲŲŲŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲŲŲŲØ§ Ø¨ŲØ§ŲŲØŖŲŲ ŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲØĨŲŲŲŲ ŲØ§ŲŲØ ŲŲØ§ŲØŗŲŲŲØ§ŲŲ ŲØŠŲ ŲŲØ§ŲŲØĨŲØŗŲŲØ§ŲŲ ŲØ ŲŲØ§ŲØĒŲŲŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲ ŲØ§ ØĒŲØŲØ¨ŲŲ ØąŲØ¨ŲŲŲŲØ§ ŲŲØĒŲØąŲØļŲŲ ØąŲØ¨ŲŲŲŲØ§ ŲŲØąŲبŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ
Arab Latin: Allahu akbar, allahumma ahlilhu 'alainÄ bil-amni wal-ÄĢmÄni, was-salÄmati wal-islÄmi, wat-taufÄĢqi lima tuá¸Ĩibbu rabbana wa tará¸Ä rabbunÄ wa rabbukallah.
Artinya: "Allah Maha Besar. Ya Allah! Tampakkan bulan tanggal satu itu kepada kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan Islam serta mendapat taufik untuk menjalankan apa yang Engkau sukai dan ridhai. Tuhan kami dan Tuhanmu (wahai bulan sabit) adalah Allah." (HR Tirmidzi no 5/504 dan ad-Darimi no 1/336)
Sementara di malam Nisfu Syaban bisa mengamalkan doa berikut,
اŲŲŲŲ°ŲŲŲ
ŲŲ ŲŲØ§ Ø°ŲØ§ اŲŲŲ
ŲŲŲŲ ŲŲŲŲØ§ ŲŲŲ
ŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ Ø°ŲØ§ اŲŲØŦŲŲŲØ§ŲŲ ŲŲØ§ŲØĨŲŲŲØąŲاŲ
Ų ŲŲØ§ Ø°ŲØ§ Ø§ŲØˇŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲØĨŲŲŲØšŲاŲ
Ų ŲŲØ§ ØĨŲŲŲ°ŲŲ ØĨŲŲŲŲØ§ ØŖŲŲŲØĒŲ Ø¸ŲŲŲØąŲ اŲŲŲŲØ§ØŦŲŲŲŲŲ ŲŲØŦŲØ§ØąŲ اŲŲ
ŲØŗŲØĒŲØŦŲŲŲØąŲŲŲŲŲ ŲŲŲ
ŲØŖŲŲ
ŲŲŲ Ø§ŲØŽŲاØĻŲŲŲŲŲŲŲ
اŲŲŲŲ°ŲŲŲ
ŲŲ ØĨŲŲŲ ŲŲŲŲØĒŲ ŲŲØĒŲØ¨ŲØĒŲŲŲØ§ ØšŲŲŲØ¯ŲŲŲ ŲŲŲŲ ØŖŲŲ
ŲŲ Ø§ŲŲŲØĒŲØ§Ø¨Ų ØŖŲØ´ŲŲŲŲŲØ§ØĄŲ ØŖŲŲŲ Ų
ŲØŲØąŲŲŲŲ
ŲŲŲŲŲ ØŖŲŲŲ Ų
ŲŲŲØĒŲŲØąŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲŲŲŲØ§ ŲŲŲ Ø§ŲØąŲØ˛ŲŲŲØ ŲŲØ§Ų
ŲØŲ Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲŲ
ŲŲ ŲŲŲ ØŖŲŲ
ŲŲ Ø§ŲŲŲØĒŲØ§Ø¨Ų Ø´ŲŲŲØ§ŲŲØĒŲŲŲØ§ ŲŲØŲØąŲŲ
ŲØ§ŲŲŲŲØ§ ŲŲØ§ŲŲØĒŲØĒŲØ§ØąŲ ØąŲØ˛ŲŲŲŲŲØ§Ø ŲŲØ§ŲŲØĒŲØ¨ŲŲŲØ§ ØšŲŲŲØ¯ŲŲŲ ØŗŲØšŲØ¯ŲØ§ØĄŲ Ų
ŲØąŲØ˛ŲŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų
ŲŲŲŲŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲØŽŲŲŲØąŲاØĒŲ ŲŲØĨŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲØĒŲ ŲŲŲŲŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲØŲŲŲŲ ŲŲŲŲ ŲŲØĒŲØ§Ø¨ŲŲŲ Ø§ŲŲ
ŲŲŲØ˛ŲŲŲ ØšŲŲŲŲ ŲŲØŗŲاŲŲ ŲŲØ¨ŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲ
ŲØąŲØŗŲŲŲ: "ŲŲŲ
ŲØŲŲ Ø§ŲŲŲŲ Ų
ŲØ§ ŲŲØ´ŲØ§ØĄŲ ŲŲŲŲØĢŲØ¨ŲØĒŲ ŲŲØšŲŲŲØ¯ŲŲŲ ØŖŲŲ
ŲŲ Ø§ŲŲŲØĒŲØ§Ø¨Ų" ŲŲØĩŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲ ØŗŲŲŲŲØ¯ŲŲŲØ§ Ų
ŲØŲŲ
ŲŲŲØ¯Ų ŲŲØšŲŲŲŲ Ø§Ų°ŲŲŲŲ ŲŲØĩŲØŲØ¨ŲŲŲ ŲŲØŗŲŲŲŲŲ
Ų ŲŲØ§ŲŲØŲŲ
ŲØ¯Ų ŲŲŲŲŲ°ŲŲ ØąŲØ¨ŲŲ Ø§ŲØšŲŲŲØ§ŲŲŲ
ŲŲŲŲŲ
Arab latin: AllÄhumma yÄ dzal manni walÄ yumannu 'alaika yÄdzal jalÄli wal ikrÄm, yÄ dzat thauli wal in'Äm, lÄ ilÄha illÄ anta zhahral lÄjÄĢna wajÄral mustajÄĢrÄĢna, wama'manal khÄ'ifÄĢn.
AllÄhumma in kunta katabtanÄ 'indaka fÄĢ ummil kitÄbi asyqiyÄ'a au mahrÅĢmÄĢna au muqattarÄĢna 'alaynÄ fir rizqi, famhullÄhumma fÄĢ ummil kitÄbi syaqÄwatanÄ, wahirmÄnanÄ waqtitÄra rizqinÄ, waktubnÄ 'indaka su'adÄ'a marzÅĢqÄĢna muwaffaqÄĢna lil khairÄt. Fa innaka qulta wa qaulukal haqq fÄĢ kitÄbikal munzali 'ala lisÄni nabiyyikal mursali "YamhullÄhu mÄ yasyÄ'u wa yutsbitu wa 'indahÅĢ ummul kitÄb." Wa shallallÄhu 'alÄ sayyidinÄ Muhammadin wa 'alÄ ÄlihÄĢ wa shahbihÄĢ wa sallama, walhamdulillÄá¸Ĩi rabbil 'ÄlamÄĢn.
Artinya: "Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut.
Tuhanku, jika Engkau mencatat kami di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezeki kami.
Catatlah aku disisiMu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar di kitab-Mu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, 'Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.' Allah bersholawat dan bersalam atas Sayyidina Muhammad, keluarga, dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam."
3. Memperbanyak Sholawat
Sholawat menjadi amalan yang bisa diperbanyak di bulan Syaban. Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW bisa dikerjakan kapan saja.
Dalam Al-Qur'an surat al-Ahzab ayat 56, Allah SWT berfirman,
اŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲ ŲŲŲ ŲŲŲ°Û¤ŲŲŲŲŲØĒŲŲŲ ŲŲØĩŲŲŲŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲØ¨ŲŲŲŲÛ ŲŲ°ŲØ§ŲŲŲŲŲŲØ§ اŲŲŲØ°ŲŲŲŲŲ Ø§Ų°Ų ŲŲŲŲŲØ§ ØĩŲŲŲŲŲŲØ§ ØšŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØŗŲŲŲŲŲ ŲŲŲØ§ ØĒŲØŗŲŲŲŲŲŲ ŲØ§
InnallÃĸha wa malÃĸ'ikatahÃģ yushallÃģna 'alan-nabiyy, yÃĸ ayyuhalladzÃŽna ÃĸmanÃģ shallÃģ 'alaihi wa sallimÃģ taslÃŽmÃĸ.
Artinya: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."
4. Membaca Surat Yasin
Di pertengahan bulan Syaban ada Nisfu Syaban yang menjadi malam istimewa. Umat Islam di Indonesia biasanya membaca surat Yasin sebanyak tiga kali berturut-turut di malam Nisfu Syaban.
5. Membayar Utang Puasa
Syaban menjadi gerbang masuknya Ramadan. Sebelum menjalani puasa Ramadan, umat Islam sebaiknya sudah menyelesaikan utang puasa Ramadan terdahulu.
Aisyah RA berkata, "Aku punya utang puasa Ramadhan, aku tidak dapat mengqadhanya kecuali di bulan Syaban, karena sibuk melayani Nabi SAW." (HR Bukhari dan Muslim)
(dvs/lus)












































Komentar Terbanyak
Profil Raja Charles III yang Disebut Seorang Muslim
Menag Yakin LPDU Himpun Rp 1.000 T per Tahun, dari Mana Sumbernya?
Kemenhaj Wacanakan War Tiket Jadi Mekanisme Naik Haji Tanpa Antre