Mempelajari ilmu tajwid sangat dianjurkan bagi seorang muslim agar dapat membaca Al-Qur'an dengan benar sesuai dengan kaidah yang ditetapkan. Selain itu, ilmu tajwid juga membantu untuk memahami bacaan yang ada dalam Al-Qur'an secara lebih mendalam.
Salah satu hukum bacaan dalam ilmu tajwid adalah tafkhim. Hukum bacaan tafkhim ini wajib dipahami agar pengucapan huruf-huruf dalam Al-Qur'an lebih jelas dan tepat. Berikut penjelasannya.
Pengertian Tafkhim
Mengutip buku Ilmu Tajwid Praktis yang disusun oleh Muhammad Amri Amir, menurut bahasa, tafkhim adalah menebalkan atau menggemukkan. Sementara itu, secara istilah, tafkhim adalah penggemukan, penguatan atau penebalan yang terjadi pada suara huruf ketika mengucapkannya. Adapun huruf-huruf yang termasuk dalam kategori hukum bacaan tafkhim yaitu:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ØŽ - Øĩ - Øļ - Øē - Øˇ - Ų - ظ (ØŽŲØĩŲŲ Øļب税 ŲØ¸ )
Imam Ibnu Al-Jazari menjelaskan bahwa tafkhim memiliki lima tingkatan, yaitu:
1) Berharakat fathah, setelahnya alif. Contoh:
ŲŲØ§ŲŲ - ØŽŲØ§ŲŲØ¯ŲŲŲŲ
"Qala - Khalidin"
2) Berharakat fathah, setelahnya bukan alif. Contoh:
ØˇŲØ¨ŲØšŲ - ŲŲØĒŲŲŲ
"Tha ba'a - Qatala"
3) Berharakat dhammah. Contoh:
ŲŲŲŲŲŲŲ - ŲŲØˇŲØ¨ŲØšŲ
"Yaqulu - Wathubi'a"
4) Sukun. Contoh:
ŲŲØˇŲØ¨ŲØšŲ - ŲŲŲŲØĒŲŲŲ
"Yathba'u - Yuqtalu"
5) Berharakat kasrah. Contoh:
ØˇŲØ¨ŲاŲŲØ§ - ØēŲØ´ŲاŲŲØŠŲ
"Thibaqan - Ghisyawah"
3 Huruf dalam Hukum Bacaan Tafkhim
Selain beberapa huruf yang memiliki hukum bacaan tafkhim khusus, terdapat pula huruf-huruf yang kadang dibaca dengan tafkhim dan kadang dengan tarqiq, tergantung pada kondisi bacaan yang mengikutinya. Berikut ini adalah tiga huruf yang memiliki hukum bacaan tafkhim beserta ketentuannya, yang dikutip dari buku Dasar-dasar Ilmu Tajwid susunan Marzuki.
1. Bacaan Alif Tafkhim
Hukum bacaan alif yang terkait dengan tafkhim dan tarqiq bergantung pada huruf yang ada sebelum alif tersebut. Jika huruf yang berada sebelum alif adalah huruf-huruf isti'la' atau huruf-huruf yang sejenis, seperti ra' yang dibaca tebal (tafkhim), maka alif akan dibaca tebal (tafkhim) pula. Contoh lafaz yang menggunakan bacaan tafkhim pada alif adalah seperti
ŲŲØ§ŲŲ
"Qala"
Ø§ŲØĒŲŲØąŲاŲŲŲ
"At-taraqi"
Namun, jika huruf yang terletak sebelum alif adalah huruf-huruf istifal yang disepakati untuk dibaca tipis (tarqiq), maka alif tersebut akan dibaca tipis (tarqiq). Contohnya dapat dilihat pada lafaz al kitab (اŲŲŲŲØĒŲØ§Ø¨ ) yang dibaca dengan bacaan tarqiq pada alif.
2. Bacaan Lam Tafkhim
Hukum bacaan lam yang dibaca dengan tafkhim dan tarqiq hanya berlaku pada lafaz Allah (اŲŲŲ). Selain pada lafaz Allah, bacaan lam hanya menggunakan tarqiq, contohnya pada lafaz dzalika kum ( ذŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ Ų ) atau quluu buhum ( ŲŲŲŲŲØ¨ŲŲŲŲ Ų ).
Lam yang dibaca tebal (tafkhim) hanya terjadi pada lam yang ada pada lafaz Allah, yang disebut juga lam Jalalah. Bacaan lam Jalalah dibaca tebal dengan cara mengangkat lidah dan menekannya ke langit-langit atas, sambil menekankan suara yang cukup kuat, terutama apabila lafaz tersebut didahului oleh huruf yang berharakat fathah atau dhammah.
Contoh-contoh yang menggunakan tafkhim pada lam Jalalah antara lain:
ŲŲŲŲ ŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ ØŖŲØŲØ¯Ų
"Qul huwallahu ahad"
ØąŲØŗŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ
"Rasulullah"
3. Bacaan Ra' Tafkhim
Ra' dibaca tebal (tafkhim) apabila:
1) Ra' berharakat fathah atau fathatain, dan yang berharakat dhammah atau dhammatain. Contohnya pada lafaz:
ŲŲŲ
ŲØ§ ØŖŲŲ
ŲØąŲŲØ§
"Wa ma amiru"
ØŖŲŲŲŲ
Ų ØĒŲØąŲ
"Alam tara"
2) Ra' yang berharakat sukun/mati atau diwaqafkan, dan jatuh setelah huruf yang berharakat fathah atau dhammah, atau setelah mad thabi'i yang berharakat fathah atau dhammah, atau setelah huruf mati yang didahului oleh harakat fathah atau dhammah. Berikut contohnya.
Ra' sukun didahului harakat fathah:
ŲŲØŖŲØąŲØŗŲŲŲ ØšŲŲŲŲŲŲŲŲ
Ų
"Wa arsal 'alayhim"
Ra' disukun karena diwaqafkan dan didahului harakat fathah:
ŲŲØĩŲŲŲŲ ŲŲØąŲبŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲØŲØąŲ
"Fasalli li rabbika wanhar"
Ra' disukun karena diwaqafkan dan didahului mad tha-bi'i yang berharakat fathah:
Ų
ŲØšŲ اŲŲØŖŲØ¨ŲØąŲØ§ØąŲ
"Ma'a al-abrar"
Ra' disukun karena diwaqafkan dan didahului huruf mati yang jatuh setelah huruf berharakat fathah:
ŲŲØ§ŲŲØšŲØĩŲØąŲ
"Wal-'Asr"
3) Ra' sukun yang jatuh setelah huruf yang berharakat kasrah yang tidak asli. Contoh:
ØąŲŲØ¨ŲŲ Ø§ØąŲØŲŲ
ŲŲŲŲ
ŲØ§
"Rabbirhamhuma"
4) Ra' sukun yang jatuh setelah huruf yang berharakat kasrah yang asli, tetapi setelah ra' berupa huruf isti'la' ( ØŽ - Øĩ - Øļ - Øē - Øˇ - Ų - ظ )
Contoh: Ra' sukun yang jatuh setelah harakat kasrah dan sesudahnya huruf qaf.
ŲŲŲŲŲ ŲŲØąŲŲŲØŠŲ
"Kulli firqah"
Demikian pengertian hukum bacaan tafkhim, huruf-hurufnya, dan ketentuannya. Semoga bermanfaat.
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Waketum MUI Soroti Kesepakatan Dagang RI-AS: Ini Perjanjian atau Penjajahan?
MUI Sebut Perjanjian Dagang RI-AS Bertentangan dengan UU, Ini Poin yang Dikritik
Bule Protes Suara Tadarusan, Kemenag Tegaskan Aturan Toa Masjid