Dajjal Takut Dukhan yang Muncul Jelang Kiamat, Benarkah?

Dajjal Takut Dukhan yang Muncul Jelang Kiamat, Benarkah?

Elmy Tasya Khairally - detikHikmah
Sabtu, 23 Nov 2024 06:01 WIB
Dajjal Takut Dukhan yang Muncul Jelang Kiamat, Benarkah?
Foto: Ilustrasi Dajjal. (Stefano Pollio/Unsplash)
Jakarta -

Munculnya dukhan dan dajjal adalah tanda kiamat yang telah dijelaskan Nabi Muhammad SAW. Keduanya mengindikasikan tidak ada manusia yang selamat dari akhir dunia.

Dajjal kerap dikatakan takut pada dukhan yang berupa kabut atau asap. Dukhan dikatakan membawa hal buruk pada dajjal dan pengikutnya. Benarkah demikian?


Apa Itu Dukhan?

Dukhan merupakan fenomena debu-debu yang bertaburan di angkasa yang menjadi pertanda awal terjadnya hari kiamat. Rasulullah SAW bersabda:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

īē‡īģ§īģŦīēŽ īģŸīģĻ īē—īģ˜īģŽīģĄ īēŖīē˜īģ° īē—īēŽīģ­Ø§ īģ—īē’īģ īģŦīēŽ īģ‹īē¸īēŽ īēīģŗīēŽī畨Œ īģ“īēŦīģ›īēŽ Ø§īģŸīēĒīē§īēŽīģĨ، īģ­Ø§īģŸīēĒīēŸīēŽīģØŒ īģ­Ø§īģŸīēĒØ§īē‘ī用Œ īģ­īģƒīģ īģŽīģ‰ Ø§īģŸīē¸īģ¤īē˛ īģŖīģĻ īģŖīģīēŽīē‘īģŦīēŽØŒ īģ­īģ§īē°īģ­īģ īģ‹īģ´īē´īģ° īē‘īģĻ īģŖīēŽīģŗīģĸ، īģ­īģŗīē„īēŸīģŽīē īģ­īģŖīē„īēŸīģŽīēØŒ īģ­īē›īģŧīē›īē” īē§īē´īģŽī쑨Œ īē§īē´īģ’ īē‘īēŽīģŸīģ¤īē¸īēŽī앨Œ īģ­īē§īē´īģ’ īē‘īēŽīģŸīģ¤īģīēŽīēØŒ īģ­īē§īē´īģ’ īē‘īē īē°īģŗīēŽīē“ Ø§īģŸīģŒīēŽīēØŒ īģ­īēīē§īēŽ īēĢīģŸīģš īģ§īēŽīē­ īē—īģ„īēŽīēŠ Ø§īģŸīģ¨īēŽīēą īē‡īģŸīģ° īģŖīē¤īē¸īēŽīģĢīģĸ

Artinya: "Kalian tidak akan pernah melihat hari kiamat sehingga kalian melihat 10 pertandanya. Yaitu munculnya dukhan (asap), dajjal, dabbah, terbitnya matahari dari barat, turunnya Nabi Isa bin Maryam, yajuj majuj, tiga musibah terbenamnya tanah yaitu di tanah Timur, di tanah barat dan di Jazirah Arab dan akhir dari pertanda kiamat tersebut adalah terdapat api yang menggiring umat manusia pada tempat di mereka bangkitkan." (HR Muslim).

ADVERTISEMENT

Akibat dukhan tersebut, seluruh kaum muslimin akan terkena pilek. Sementara, tubuh seluruh orang kafir akan keluar cairan dari kuping mereka. Rasulullah SAW bersabda:

ØĨŲ†Ų‘ŲŽ ØąØ¨Ų‘ŲŽŲƒŲ… ØŖŲ†Ø°ØąŲŲƒŲ… ØĢŲ„Ø§ØĢŲ‹Ø§ : Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲØŽØ§Ų†Ų ŲŠØŖØŽØ°Ų Ø§Ų„Ų…Ø¤Ų…ŲŲ†Ų ŲƒØ§Ų„Ø˛Ų‘ŲŲƒŲ’Ų…ŲŽØŠŲ ، ŲˆŲŠØŖØŽØ°Ų Ø§Ų„ŲƒØ§ŲØąŲ ŲŲŠŲ†ØĒŲØŽŲ Ø­ØĒŲ‘ŲŽŲ‰ ŲŠØŽØąŲØŦŲŽ Ų…Ų† ŲƒŲ„Ų‘Ų Ų…ŲŽØŗŲ’Ų…ŲŽØšŲ Ų…Ų†Ų‡Ų ، ŲˆØ§Ų„ØĢŲ‘ŲŽØ§Ų†ŲŠØŠŲ Ø§Ų„Ø¯Ø§Ø¨Ų‘ŲŽØŠŲ ، ŲˆØ§Ų„ØĢŲ‘ŲŽØ§Ų„ØĢØŠŲ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŽØŦŲ‘ŲŽØ§Ų„Ų

Artinya: "Sesungguhnya Rabb kalian memperingatkan kalian dari tiga hal: asap yang jika mengenai orang muslim maka mereka merasakan seperti pilek, sedangkan jika mengenai orang kafir maka mereka akan sesak nafas dan keluar cairan dari kuping mereka, kemudian yang kedua munculnya dabbah dan yang ketiga munculnya dajjal" (HR. Thabrani).

Menurut kajian ilmiah dari buku Kementerian Agama RI berjudul Al-Qur'an dan Tafsirnya, peristiwa dukhan akan ditandai dengan benturan dahsyat bumi dan benda langit lainnya. Partikel seperti awan debu akan berhamburan dalam jumlah besar sampai-sampai menutupi sinar matahari. Di saat ini juga suhu akan turun drastis dan terjadi kematian massal pada makhluk hidup.

Apakah Dajjal Takut dengan Dukhan?

Ketakutan dajjal terhadap dukhan disebutkan dalam beberapa situs dan buku terkait kiamat. Misalnya dalam buku Armageddon, Peperangan Akhir Zaman oleh Wisnu Sasongko dan Armagedon 2012 oleh Muhammad Alexander.

Ketakutan dajjal pada dukhan bersumber pada hadis berikut

ØšŲŲ…ŲŽØąŲŽ Ø§Ų†Ų’ØˇŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲŽ ؁ؐ؊ ØąŲŽŲ‡Ų’ØˇŲ ؅ؐ؆ؒ ØŖŲŽØĩŲ’Ø­ŲŽØ§Ø¨Ų Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘Ų ØĩŲ„Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØšŲ„ŲŠŲ‡ ŲˆØŗŲ„Ų… Ų…ŲŽØšŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘Ų ØĩŲ„Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØšŲ„ŲŠŲ‡ ŲˆØŗŲ„Ų… Ų‚ŲØ¨ŲŽŲ„ŲŽ Ø§Ø¨Ų’Ų†Ų ØĩŲŽŲŠŲ‘ŲŽØ§Ø¯Ų Ø­ŲŽØĒŲ‘ŲŽŲ‰ ŲˆŲŽØŦŲŽØ¯ŲŲˆŲ‡Ų ŲŠŲŽŲ„Ų’ØšŲŽØ¨Ų Ų…ŲŽØšŲŽ Ø§Ų„Ų’ØēŲŲ„Ų’Ų…ŲŽØ§Ų†Ų ØšŲŲ†Ų’Ø¯ŲŽ ØŖŲØˇŲŲ…Ų Ø¨ŲŽŲ†ŲŲŠ Ų…ŲŽØēŲŽØ§Ų„ŲŽØŠŲŽØŒ ŲˆŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ Ų‚ŲŽØ§ØąŲŽØ¨ŲŽ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽØĻŲØ°Ų Ø§Ø¨Ų’Ų†Ų ØĩŲŽŲŠŲ‘ŲŽØ§Ø¯Ų ŲŠŲŽØ­Ų’ØĒŲŽŲ„ŲŲ…ŲØŒ ŲŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų’ ŲŠŲŽØ´Ų’ØšŲØąŲ’ Ø­ŲŽØĒŲ‘ŲŽŲ‰ ØļŲŽØąŲŽØ¨ŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘Ų ØĩŲ„Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØšŲ„ŲŠŲ‡ ŲˆØŗŲ„Ų… Ø¸ŲŽŲ‡Ų’ØąŲŽŲ‡Ų Ø¨ŲŲŠŲŽØ¯ŲŲ‡Ų ØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘Ų ØĩŲ„Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØšŲ„ŲŠŲ‡ ŲˆØŗŲ„Ų… ‏"‏ ØŖŲŽØĒŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŲŠ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØĩŲ„Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØšŲ„ŲŠŲ‡ ŲˆØŗŲ„Ų… ‏"‏‏.‏ ŲŲŽŲ†ŲŽØ¸ŲŽØąŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų Ø§Ø¨Ų’Ų†Ų ØĩŲŽŲŠŲ‘ŲŽØ§Ø¯Ų ŲŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽŲƒŲŽ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ„Ų Ø§Ų„ØŖŲŲ…Ų‘ŲŲŠŲ‘ŲŲŠŲ†ŲŽâ€.‏ ŲŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø§Ø¨Ų’Ų†Ų ØĩŲŽŲŠŲ‘ŲŽØ§Ø¯Ų Ų„ŲŲ„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘Ų ØĩŲ„Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØšŲ„ŲŠŲ‡ ŲˆØŗŲ„Ų… ØŖŲŽØĒŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŲŠ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ųâ€.‏ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ų„ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘Ų ØĩŲ„Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØšŲ„ŲŠŲ‡ ŲˆØŗŲ„Ų… ‏"‏ ØĸŲ…ŲŽŲ†Ų’ØĒŲ Ø¨ŲØ§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØąŲØŗŲŲ„ŲŲ‡Ų ‏"‏ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘Ų ØĩŲ„Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØšŲ„ŲŠŲ‡ ŲˆØŗŲ„Ų… ‏"‏ Ų…ŲŽØ§Ø°ŲŽØ§ ØĒŲŽØąŲŽŲ‰ ‏"‏‏.‏ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø§Ø¨Ų’Ų†Ų ØĩŲŽŲŠŲ‘ŲŽØ§Ø¯Ų ŲŠŲŽØŖŲ’ØĒŲŲŠŲ†ŲŲŠ ØĩŲŽØ§Ø¯ŲŲ‚ŲŒ ŲˆŲŽŲƒŲŽØ§Ø°ŲØ¨ŲŒâ€.‏ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘Ų ØĩŲ„Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØšŲ„ŲŠŲ‡ ŲˆØŗŲ„Ų… ‏"‏ ØŽŲŲ„ŲØˇŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŽ Ø§Ų„ØŖŲŽŲ…Ų’ØąŲ ‏"‏‏.‏ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘Ų ØĩŲ„Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØšŲ„ŲŠŲ‡ ŲˆØŗŲ„Ų… ‏"‏ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŲŠ Ų‚ŲŽØ¯Ų’ ØŽŲŽØ¨ŲŽØŖŲ’ØĒŲ Ų„ŲŽŲƒŲŽ ØŽŲŽØ¨ŲŲŠØĻŲ‹Ø§ ‏"‏‏.‏ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø§Ø¨Ų’Ų†Ų ØĩŲŽŲŠŲ‘ŲŽØ§Ø¯Ų Ų‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲØŽŲ‘Ųâ€.‏ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘Ų ØĩŲ„Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØšŲ„ŲŠŲ‡ ŲˆØŗŲ„Ų… ‏"‏ Ø§ØŽŲ’ØŗŲŽØŖŲ’ ŲŲŽŲ„ŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽØšŲ’Ø¯ŲŲˆŲŽ Ų‚ŲŽØ¯Ų’ØąŲŽŲƒŲŽ ‏"‏‏.‏ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ØšŲŲ…ŲŽØąŲ ŲŠŲŽØ§ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ„ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲØŒ اØĻŲ’Ø°ŲŽŲ†Ų’ Ų„ŲŲŠ ŲŲŲŠŲ‡Ų ØŖŲŽØļŲ’ØąŲØ¨Ų’ ØšŲŲ†ŲŲ‚ŲŽŲ‡Ųâ€.‏ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘Ų ØĩŲ„Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØšŲ„ŲŠŲ‡ ŲˆØŗŲ„Ų… ‏"‏ ØĨؐ؆ؒ ŲŠŲŽŲƒŲŲ†Ų’Ų‡Ų ŲŲŽŲ„ŲŽŲ†Ų’ ØĒŲØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŽØˇŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲØŒ ŲˆŲŽØĨؐ؆ؒ Ų„ŲŽŲ…Ų’ ŲŠŲŽŲƒŲŲ†Ų’Ų‡Ų ŲŲŽŲ„Ø§ŲŽ ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲŽ Ų„ŲŽŲƒŲŽ ؁ؐ؊ Ų‚ŲŽØĒؒ؄ؐ؇ؐ ‏"‏

Artinya: "Umar berangkat bersama sekelompok Sahabat Nabi, (semoga Allah SWT memberkatinya dan memberinya kedamaian), bersama Nabi, (semoga Allah SWT memberkatinya dan memberinya kedamaian), di depan Ibnu Sayyad sampai mereka menemukannya sedang bermain dengan anak laki-laki di dekat makam Bani Maghala. Pada saat itu Ibnu Sayyad sudah mendekati usia baligh. Dia tidak tahu Nabi SAW ada di dekatnya, hingga Nabi memegang punggung Ibnu Sayyad dengan tangannya dan berkata, "Ibnu Sayyad, apakah kamu bersaksi aku adalah utusan Allah SWT?" Ibnu Sayyad memandang Nabi dan berkata, "Aku bersaksi engkau adalah utusan dari kaum yang tidak kenal baca tulis."

Kemudian Ibnu Sayyad berkata pada Nabi, "Apakah kau bersaksi bahwa aku adalah utusan Allah SWT?" Nabi lalu mengatakan pada Ibnu Sayyad, "Aku beriman kepada Allah dan para rasulNya." Nabi berkata, "Apa yang kamu lihat?" Ibnu Sayyad berkata, "Ada orang jujur dan pendusta datang padaku." Nabi berkata, "Kamu bingung." Nabi menambahkan, "Aku telah menyembunyikan sesuatu (dalam pikiranku) untukmu." Ibnu Sayyad berkata, "Itu adalah Ad-Dukh." Nabi mengatakan, "Diamlah, engkau tidak akan melampaui takdirmu." Umar menimpali, "Wahai Rasulullah, berilah izin kepadaku untuk memenggal lehernya." Nabi SAW bersabda, "Jika dia adalah dajjal, engkau tak berkuasa atasnya dan jika tidak, maka tidak ada gunanya bagimu membunuhnya." (HR Bukhari).

Ibnu Sayyad adalah pemuda di zaman Nabi SAW yang mengaku dirinya adalah dajjal. Dia tidak menyelesaikan kata menjadi dukhan, sebelum Nabi SAW menghardiknya. Nabi SAW juga melerai para sahabat yang ingin segera membunuhnya.

Dalam sebuah riwayat lainnya, dikatakan dajjal akan keluar dari sebuah daerah dengan orang orang berwajah seperti perisai yang dipukuli.

ŲŠŲŽØŽŲ’ØąŲØŦŲ ؅ؐ؆ؒ ØŖŲŽØąŲ’Øļؐ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’Ų…ŲŽØ´Ų’ØąŲŲ‚Ų ŲŠŲŲ‚ŲŽØ§Ų„Ų Ų„ŲŽŲ‡ŲŽØ§ ØŽŲØąŲŽØ§ØŗŲŽØ§Ų†Ų ŲŠŲŽØĒŲ’Ø¨ŲŽØšŲŲ‡Ų ØŖŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲŽØ§Ų…ŲŒ ŲƒŲŽØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ ŲˆŲØŦŲŲˆŲ‡ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØŦŲŽØ§Ų†Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØˇŲ’ØąŲŽŲ‚ŲŽØŠŲ

Artinya: "Dajjal akan keluar dari daerah timur yang bernama Khuraasaan. Dia akan diikuti oleh orang-orang yang berwajah seperti perisai yang dipukuli." (HR Tirmidzi, Ahmad, dan Hakim).

Perisai yang dipukuli adalah penggambaran wajah dajjal dan pengikutnya yang bengkak. Efek tersebut kerap dikataka akibat dajjal terkena dukhan dan faktor lain yang menimbulkan kabut atau asap.

Kebenaran takutnya dajjal pada dukhan tentu menjadi rahasia Allah SWT. Sementara bagi tiap muslim, hari kiamat harus dipercaya sebagai bagian dari rukun iman. Termasuk berbagai hal yang menjadi penandanya.




(elk/row)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads