Setiap umat Islam itu diuji oleh Allah SWT untuk mengetahui apakah benar-benar beriman atau sekedar ucapan. Salah satu cara Allah menguji hambanya dengan memberikan musibah padanya. Di bawah ini pengertian musibah dalam Islam.
Allah SWT menguji seseorang untuk melihat kesungguhan hambanya. Surah Al-Ankabut ayat 2-3:
Ø§ŲØŲØŗŲØ¨Ų Ø§ŲŲŲŲØ§ØŗŲ اŲŲŲ ŲŲŲØĒŲØąŲŲŲŲŲŲØ§ اŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲŲŲŲŲŲØ§ Ø§Ų°Ų ŲŲŲŲØ§ ŲŲŲŲŲ Ų ŲŲØ§ ŲŲŲŲØĒŲŲŲŲŲŲŲ Ųĸ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ŲŲŲŲŲŲØ¯Ų ŲŲØĒŲŲŲŲØ§ اŲŲŲØ°ŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ ŲŲØ¨ŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲŲŲØšŲŲŲŲ ŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲ Ø§ŲŲŲØ°ŲŲŲŲŲ ØĩŲØ¯ŲŲŲŲŲØ§ ŲŲŲŲŲŲØšŲŲŲŲ ŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ°Ø°ŲØ¨ŲŲŲŲŲ ŲŖ
Artinya: "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (hanya dengan) berkata, "Kami telah beriman," Sedangkan mereka tidak diuji? Sungguh, Kami benar-benar telah menguji orang-orang sebelum mereka. Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui para pendusta."
Pengertian Musibah
Dalam buku Ubah Musibah Jadi Berkah Petunjuk Alquran dan Sunnah dalam Menghadapi Setiap Musibah karya Ustadz Marwini, M.A. M.Si, makna musibah terbagi menjadi tiga yakni menurut bahasa, istilah, dan Al-Qur'an.
1. Makna Musibah Menurut Bahasa
Kata musibah berasal dari kata ashaba (menimpa) atau berasal dari kata shaba-yashibu-shauban-wa mashaban artinya turun, menghujani, atau tertimpa.
Makna musibah secara bahasa mengandung arti semua peristiwa yang terjadi atau menimpa pada manusia baik menyenangkan atau menyedihkan
2. Makna Musibah Menurut Istilah
Musibah secara istilah artinya suatu kejadian yang dapat membawa kerugian atau kejelekan. Imam Al-Qurthubi mengartikan musibah sebagai sesuatu peristiwa yang menyakiti orang beriman.
Maka dari itu, Abu Faraj Ibnu Al-Jauzi berpendapat bila di dunia ini bukan tempat musibah, pasti di dalamnya tidak ada penyakit, dan para nabi atau rasul tidak akan mengalami penderitaan karena dimusuhi, diancam, dan dibunuh.
3. Makna Musibah Menurut Al-Qur'an
Didalam Al-Qur'an kata musibah disebutkan dalam beberapa ayat, seperti surah Al-Baqarah ayat 155-156:
ŲŲŲŲŲŲØ¨ŲŲŲŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų Ø¨ŲØ´ŲŲŲØĄŲ Ų ŲŲŲŲ Ø§ŲŲØŽŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲØŦŲŲŲØšŲ ŲŲŲŲŲŲØĩŲ Ų ŲŲŲŲ Ø§ŲŲØ§ŲŲ ŲŲŲØ§ŲŲ ŲŲØ§ŲŲØ§ŲŲŲŲŲØŗŲ ŲŲØ§ŲØĢŲŲŲ ŲØąŲ°ØĒŲÛ ŲŲØ¨ŲØ´ŲŲØąŲ Ø§ŲØĩŲŲ°Ø¨ŲØąŲŲŲŲŲ ŲĄŲĨŲĨ
اŲŲŲŲØ°ŲŲŲŲŲ Ø§ŲØ°ŲØ§Ų Ø§ŲØĩŲØ§Ø¨ŲØĒŲŲŲŲ Ų Ų ŲŲØĩŲŲŲØ¨ŲØŠŲ Û ŲŲØ§ŲŲŲŲŲØ§ اŲŲŲŲØ§ ŲŲŲŲŲ°ŲŲ ŲŲØ§ŲŲŲŲØ§Ų اŲŲŲŲŲŲŲ ØąŲ°ØŦŲØšŲŲŲŲŲÛ ŲĄŲĨŲĻ
Artinya: "Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan "InnÄ lillÄhi wa innÄ ilaihi rÄji'ÅĢn" (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali)."
Ayat di atas menegaskan bahwa semua manusia yang masih hidup, mereka akan selalu dilanda oleh perasaan khawatir dan rasa takut.
Ada yang khawatir tidak dapat pekerjaan, khawatir tidak makan (kelaparan), kehilangan orang-orang tercinta. Semua ini merupakan segelintir cobaan/ujian/musibah yang dialami oleh manusia.
Hikmah di Balik Musibah
Mengutip buku Fiqih Musibah karya Farid Nu`man Hasan, dibalik musibah yang Allah SWT hadirkan kepada hambanya, tersimpan hikmah yang menuju ridha dan kasih sayang-Nya.
1. Diangkat Derajatnya
"Sesungguhnya orang-orang yang shaleh akan diberikan cobaan yang lebih berat kepada mereka, dan sesungguhnya tidaklah menimpa seorang mukmin suatu bencana, meskipun itu hanya berupa duri (yang menusuknya) atau sesuatu yang lebih dari itu, melainkan semua itu akan menjadikan dihapus satu kesalahan dari dirinya, dan diangkat satu derajat (tingkatan) atasnya." (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Al-Hakim)
2. Pembuktian Iman
Banyak manusia yang mengaku beriman kepada Allah SWT, mencinta-Nya, dan mentaati-Nya. Namun, pengakuannya itu hanya sebatas lisannya. Hakikatnya belum teruji, hingga dirinya berhasil melewati ujian yang diberikan, seperti firman Allah SWT dalam surah Al-Ankabut ayat 2-3 di atas.
3. Tanda Cinta Allah SWT
ØĨŲŲŲŲ ØšŲØ¸ŲŲ Ų Ø§ŲØŦŲØ˛ŲØ§ØĄŲ Ų ŲØšŲ ØšŲØ¸ŲŲ Ų Ø§ŲØ¨ŲŲŲØ§ØĄŲ ŲŲØĨŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ ØĨŲØ°Ųا ØŖŲØŲØ¨ŲŲ ŲŲŲŲŲ ŲØ§ Ø§Ø¨ŲØĒŲŲŲØ§ŲŲŲ Ų ŲŲŲ ŲŲŲ ØąŲØļŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲØąŲŲØļŲØ§ ŲŲŲ ŲŲŲ ØŗŲØŽŲØˇŲ ŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲØŗŲŲØŽŲØˇŲ.
Artinya: "Sesungguhnya, besarnya balasan tergantung dari besarnya ujian. Apabila Allah mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka. Barangsiapa yang ridha maka baginya keridhaan Allah. Namun, barangsiapa yang murka maka baginya kemurkaan Allah." (HR. At-Tirmidzi).
4. Balasan Atas Kejahatan yang Pernah Dilakukan
Ø§ŲØ¸ŲŲŲŲŲ Ų ØĢŲŲŲØ§ØĢŲØŠŲ ŲŲØ¸ŲŲŲŲ Ų ŲŲØ§ ŲŲØĒŲØąŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ¸ŲŲŲŲ Ų ŲŲØēŲŲŲØąŲ ŲŲØ¸ŲŲŲŲ Ų ŲŲØ§ ŲŲØēŲŲŲØąŲ ŲŲØŖŲŲ ŲŲØ§ Ø§ŲØ¸ŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲØ°ŲŲ ŲŲØ§ ŲŲØēŲŲŲØąŲ ŲŲØ§ŲØ´ŲŲØąŲŲŲ ŲŲØ§ ŲŲØēŲŲŲØąŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ ŲŲØŖŲŲ ŲŲØ§ Ø§ŲØ¸ŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲØ°ŲŲ ŲŲØēŲŲŲØąŲ ŲŲØ¸ŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲØšŲØ¨ŲØ¯Ų ŲŲŲŲ ŲØ§ بŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ¨ŲŲŲŲŲ ØąŲØ¨ŲŲŲŲ ŲŲØŖŲŲ ŲŲØ§ اŲŲŲØ°ŲŲ ŲŲØ§ ŲŲØĒŲØąŲŲŲ ŲŲŲŲØĩŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ Ø¨ŲØšŲØļŲŲŲŲ Ų Ų ŲŲŲ Ø¨ŲØšŲØļŲ
Artinya: "Kezaliman ada tiga. (Pertama), kezaliman yang tidak akan Allah biarkan (maksudnya akan ada pembalasan-pen.). (Kedua), kezaliman yang akan diampuni. (Ketiga), kezaliman yang tidak akan diampuni. Adapun kezaliman yang tidak akan diampuni adalah kesyirikan-Allah tidak akan mengampuninya. Kemudian, kezaliman yang diampuni adalah kezaliman seorang hamba jika dia berbuat kesalahan antara dirinya dan Rabbnya (maksiat). Sementara itu, kezaliman yang tidak akan Allah biarkan adalah kezaliman sesama manusia (Allah SWT akan memberikan balasan setimpal bagi pelakunya)". (HR Ath-Thayalisi).
5. Mendapat Surga bila Sabar dan Ridha
ŲŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ ØŗŲØ¨ŲØŲاŲŲŲŲ Ø§Ø¨ŲŲŲ ØĸدŲŲ Ų ØĨŲŲŲ ØĩŲØ¨ŲØąŲØĒŲ ŲŲØ§ØŲØĒŲØŗŲØ¨ŲØĒŲ ØšŲŲŲØ¯Ų Ø§ŲØĩŲŲØ¯ŲŲ ŲØŠŲ اŲŲØŖŲŲŲŲŲ ŲŲŲ Ų ØŖŲØąŲØļŲ ŲŲŲŲ ØĢŲŲŲØ§Ø¨Ųا دŲŲŲŲ Ø§ŲŲØŦŲŲŲŲØŠŲ.
Artinya: "Allah berfirman, 'Wahai anak Adam, jika engkau bersabar dan berharap ridha Allah saat mendapatkan hantaman pertama musibah, tidaklah ada pahala yang paling diridhai untukmu, selain surga." (HR. Ibnu Majah).
Itulah pengertian musibah menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah. Musibah merupakan ujian tanda cinta Allah kepada hambanya, ada juga musibah untuk menghukum orang-orang yang menolak dakwah.
(lus/lus)












































Komentar Terbanyak
Dubes Saudi: Serangan Iran ke Negara Teluk Berdampak pada Solidaritas Umat Islam
Kisah Wanita Pemberani 'Sang Perisai Rasulullah' di Perang Uhud
MUI: Pemerintah Harus Tinjau Ulang Keterlibatan RI di Board of Peace