Pengertian Musibah dan Hikmahnya bagi Muslim

Pengertian Musibah dan Hikmahnya bagi Muslim

Diky Darmanto - detikHikmah
Sabtu, 03 Agu 2024 15:01 WIB
Pengertian Musibah dan Hikmahnya bagi Muslim
Foto: Buzzfeed
Jakarta -

Setiap umat Islam itu diuji oleh Allah SWT untuk mengetahui apakah benar-benar beriman atau sekedar ucapan. Salah satu cara Allah menguji hambanya dengan memberikan musibah padanya. Di bawah ini pengertian musibah dalam Islam.

Allah SWT menguji seseorang untuk melihat kesungguhan hambanya. Surah Al-Ankabut ayat 2-3:

Ø§ŲŽØ­ŲŽØŗŲØ¨ŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ Ø§ŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲ‘ŲØĒŲ’ØąŲŽŲƒŲŲˆŲ’Ų“Ø§ Ø§ŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲ‘ŲŽŲ‚ŲŲˆŲ’Ų„ŲŲˆŲ’Ų“Ø§ Ø§Ų°Ų…ŲŽŲ†Ų‘ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŲŲ’ØĒŲŽŲ†ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ Ųĸ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ ŲŲŽØĒŲŽŲ†Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ؅ؐ؆ؒ Ų‚ŲŽØ¨Ų’Ų„ŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲŲŽŲ„ŲŽŲŠŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ØĩŲŽØ¯ŲŽŲ‚ŲŲˆŲ’Ø§ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲŠŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲƒŲ°Ø°ŲØ¨ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲŖ

Artinya: "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (hanya dengan) berkata, "Kami telah beriman," Sedangkan mereka tidak diuji? Sungguh, Kami benar-benar telah menguji orang-orang sebelum mereka. Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui para pendusta."

ADVERTISEMENT

Pengertian Musibah

Dalam buku Ubah Musibah Jadi Berkah Petunjuk Alquran dan Sunnah dalam Menghadapi Setiap Musibah karya Ustadz Marwini, M.A. M.Si, makna musibah terbagi menjadi tiga yakni menurut bahasa, istilah, dan Al-Qur'an.

1. Makna Musibah Menurut Bahasa

Kata musibah berasal dari kata ashaba (menimpa) atau berasal dari kata shaba-yashibu-shauban-wa mashaban artinya turun, menghujani, atau tertimpa.

Makna musibah secara bahasa mengandung arti semua peristiwa yang terjadi atau menimpa pada manusia baik menyenangkan atau menyedihkan

2. Makna Musibah Menurut Istilah

Musibah secara istilah artinya suatu kejadian yang dapat membawa kerugian atau kejelekan. Imam Al-Qurthubi mengartikan musibah sebagai sesuatu peristiwa yang menyakiti orang beriman.

Maka dari itu, Abu Faraj Ibnu Al-Jauzi berpendapat bila di dunia ini bukan tempat musibah, pasti di dalamnya tidak ada penyakit, dan para nabi atau rasul tidak akan mengalami penderitaan karena dimusuhi, diancam, dan dibunuh.

3. Makna Musibah Menurut Al-Qur'an

Didalam Al-Qur'an kata musibah disebutkan dalam beberapa ayat, seperti surah Al-Baqarah ayat 155-156:

ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ†ŲŽØ¨Ų’Ų„ŲŲˆŲŽŲ†Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØ´ŲŽŲŠŲ’ØĄŲ Ų…ŲŲ‘Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŽŲŽŲˆŲ’ŲŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØŦŲŲˆŲ’ØšŲ ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲ‚Ų’ØĩŲ Ų…Ų‘ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŽŲ…Ų’ŲˆŲŽØ§Ų„Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø§ŲŽŲ†Ų’ŲŲØŗŲ ŲˆŲŽØ§Ų„ØĢŲ‘ŲŽŲ…ŲŽØąŲ°ØĒŲÛ— ŲˆŲŽØ¨ŲŽØ´Ų‘ŲØąŲ Ø§Ų„ØĩŲ‘Ų°Ø¨ŲØąŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲĄŲĨŲĨ

Ø§ŲŽŲ„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§ŲØ°ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŽØĩŲŽØ§Ø¨ŲŽØĒŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ Ų…Ų‘ŲØĩŲŲŠŲ’Ø¨ŲŽØŠŲŒ ۗ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŲˆŲ’Ų“Ø§ Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽØ§ ؄ؐ؄ؑذ؇ؐ ŲˆŲŽØ§ŲŲ†Ų‘ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ØąŲ°ØŦŲØšŲŲˆŲ’Ų†ŲŽÛ— ŲĄŲĨŲĻ

Artinya: "Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan "Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ÅĢn" (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali)."

Ayat di atas menegaskan bahwa semua manusia yang masih hidup, mereka akan selalu dilanda oleh perasaan khawatir dan rasa takut.

Ada yang khawatir tidak dapat pekerjaan, khawatir tidak makan (kelaparan), kehilangan orang-orang tercinta. Semua ini merupakan segelintir cobaan/ujian/musibah yang dialami oleh manusia.

Hikmah di Balik Musibah

Mengutip buku Fiqih Musibah karya Farid Nu`man Hasan, dibalik musibah yang Allah SWT hadirkan kepada hambanya, tersimpan hikmah yang menuju ridha dan kasih sayang-Nya.

1. Diangkat Derajatnya

"Sesungguhnya orang-orang yang shaleh akan diberikan cobaan yang lebih berat kepada mereka, dan sesungguhnya tidaklah menimpa seorang mukmin suatu bencana, meskipun itu hanya berupa duri (yang menusuknya) atau sesuatu yang lebih dari itu, melainkan semua itu akan menjadikan dihapus satu kesalahan dari dirinya, dan diangkat satu derajat (tingkatan) atasnya." (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Al-Hakim)

2. Pembuktian Iman

Banyak manusia yang mengaku beriman kepada Allah SWT, mencinta-Nya, dan mentaati-Nya. Namun, pengakuannya itu hanya sebatas lisannya. Hakikatnya belum teruji, hingga dirinya berhasil melewati ujian yang diberikan, seperti firman Allah SWT dalam surah Al-Ankabut ayat 2-3 di atas.

3. Tanda Cinta Allah SWT

ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ ØšŲØ¸ŲŽŲ…ŲŽ Ø§Ų„ØŦŲŽØ˛ŲŽØ§ØĄŲ Ų…ŲŽØšŲŽ ØšŲØ¸ŲŽŲ…Ų Ø§Ų„Ø¨ŲŽŲ„ŲŽØ§ØĄŲ ŲˆŲŽØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲØ°ŲŽØ§ ØŖŲŽØ­ŲŽØ¨Ų‘ŲŽ Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų…Ų‹Ø§ Ø§Ø¨Ų’ØĒŲŽŲ„ŲŽØ§Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ØąŲŽØļŲŲŠŲŽ ŲŲŽŲ„ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„ØąŲ‘ŲØļŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ØŗŲŽØŽŲØˇŲŽ ŲŲŽŲ„ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽØŽŲŽØˇŲ.

Artinya: "Sesungguhnya, besarnya balasan tergantung dari besarnya ujian. Apabila Allah mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka. Barangsiapa yang ridha maka baginya keridhaan Allah. Namun, barangsiapa yang murka maka baginya kemurkaan Allah." (HR. At-Tirmidzi).

4. Balasan Atas Kejahatan yang Pernah Dilakukan

Ø§Ų„Ø¸Ų‘ŲŲ„Ų’Ų…Ų ØĢŲŽŲ„ŲŽØ§ØĢŲŽØŠŲŒ ŲŲŽØ¸ŲŲ„Ų’Ų…Ų Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŽØĒŲ’ØąŲŲƒŲŲ‡Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØ¸ŲŲ„Ų’Ų…Ų ŲŠŲØēŲ’ŲŲŽØąŲ ŲˆŲŽØ¸ŲŲ„Ų’Ų…ŲŒ Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲØēŲ’ŲŲŽØąŲ ŲŲŽØŖŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ø¸Ų‘ŲŲ„Ų’Ų…Ų Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠ Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲØēŲ’ŲŲŽØąŲ ŲŲŽØ§Ų„Ø´Ų‘ŲŽØąŲ’ŲƒŲ Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŽØēŲ’ŲŲØąŲŲ‡Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØŖŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ø¸Ų‘ŲŲ„Ų’Ų…Ų Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠ ŲŠŲØēŲ’ŲŲŽØąŲ ŲŲŽØ¸ŲŲ„Ų’Ų…Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯Ų ŲŲŲŠŲ…ŲŽØ§ Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØ¨ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØŖŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠ Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲØĒŲ’ØąŲŽŲƒŲ ŲŲŽŲ‚ŲŽØĩŲ‘Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ø¨ŲŽØšŲ’ØļŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ؅ؐ؆ؒ Ø¨ŲŽØšŲ’ØļŲ

Artinya: "Kezaliman ada tiga. (Pertama), kezaliman yang tidak akan Allah biarkan (maksudnya akan ada pembalasan-pen.). (Kedua), kezaliman yang akan diampuni. (Ketiga), kezaliman yang tidak akan diampuni. Adapun kezaliman yang tidak akan diampuni adalah kesyirikan-Allah tidak akan mengampuninya. Kemudian, kezaliman yang diampuni adalah kezaliman seorang hamba jika dia berbuat kesalahan antara dirinya dan Rabbnya (maksiat). Sementara itu, kezaliman yang tidak akan Allah biarkan adalah kezaliman sesama manusia (Allah SWT akan memberikan balasan setimpal bagi pelakunya)". (HR Ath-Thayalisi).

5. Mendapat Surga bila Sabar dan Ridha

ŲŠŲŽŲ‚ŲŲˆŲ„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽŲ‡Ų Ø§Ø¨Ų’Ų†ŲŽ ØĸØ¯ŲŽŲ…ŲŽ ØĨؐ؆ؒ ØĩŲŽØ¨ŲŽØąŲ’ØĒŲŽ ŲˆŲŽØ§Ø­Ų’ØĒŲŽØŗŲŽØ¨Ų’ØĒŲŽ ØšŲŲ†Ų’Ø¯ŲŽ Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽØ¯Ų’Ų…ŲŽØŠŲ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŲˆŲ„ŲŽŲ‰ Ų„ŲŽŲ…Ų’ ØŖŲŽØąŲ’ØļŲŽ Ų„ŲŽŲƒŲŽ ØĢŲŽŲˆŲŽØ§Ø¨Ų‹Ø§ Ø¯ŲŲˆŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŦŲŽŲ†Ų‘ŲŽØŠŲ.

Artinya: "Allah berfirman, 'Wahai anak Adam, jika engkau bersabar dan berharap ridha Allah saat mendapatkan hantaman pertama musibah, tidaklah ada pahala yang paling diridhai untukmu, selain surga." (HR. Ibnu Majah).

Itulah pengertian musibah menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah. Musibah merupakan ujian tanda cinta Allah kepada hambanya, ada juga musibah untuk menghukum orang-orang yang menolak dakwah.




(lus/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads