Tujuan Allah Menciptakan Manusia, Diceritakan dalam Al-Qur'an

Tujuan Allah Menciptakan Manusia, Diceritakan dalam Al-Qur'an

Hanif Hawari - detikHikmah
Sabtu, 23 Des 2023 22:11 WIB
Tujuan Allah Menciptakan Manusia, Diceritakan dalam Al-Quran
Tujuan Allah menciptakan manusia (Foto: ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN)
Jakarta -

Segala hal yang Allah SWT ciptakan tidak ada yang sia-sia. Semua memiliki maksud dan tujuan.

Termasuk dalam menciptakan manusia di muka bumi ini. Allah SWT telah menuliskannya di kitab Lauhul Mahfudz.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Mu'minun ayat 115,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ØŖŲŽŲŲŽØ­ŲŽØŗŲØ¨Ų’ØĒŲŲ…Ų’ ØŖŲŽŲ†ŲŽŲ‘Ų…ŲŽØ§ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚Ų’Ų†ŲŽŲ°ŲƒŲŲ…Ų’ ØšŲŽØ¨ŲŽØĢŲ‹Ø§ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ†ŲŽŲ‘ŲƒŲŲ…Ų’ ØĨŲŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽØ§ Ų„ŲŽØ§ ØĒŲØąŲ’ØŦŲŽØšŲŲˆŲ†ŲŽ

Bacaan latin: A fa á¸Ĩasibtum annama khalaqnakum 'abatsaw wa annakum ilaina la turja'un

ADVERTISEMENT

Artinya: Maka apakah kamu menyangka bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu dengan main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?

Sedangkan dalam surat al-Anbiya ayat 16, Allah SWT sangat tegas mengatakan bahwa penciptaan alam semesta ini tidaklah main-main. Allah SWT berfirman,

ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚Ų’Ų†ŲŽØ§ ŲąŲ„ØŗŲŽŲ‘Ų…ŲŽØĸØĄŲŽ ŲˆŲŽŲąŲ„Ų’ØŖŲŽØąŲ’ØļŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽŲ‡ŲŲ…ŲŽØ§ Ų„ŲŽŲ°ØšŲØ¨ŲŲŠŲ†ŲŽ

Bacaan latin: Wa ma khalaqnas-sama`a wal-arda wa ma bainahuma la'ibin

Artinya: Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main.

Jadi, apa maksud Allah SWT menciptakan manusia? Berikut penjelasannya.

Tujuan Manusia Diciptakan

Menukil Jurnal IAIN Batusangkar yang berjudul "Tujuan Penciptaan Manusia dan Nilai Edukasinya" karya Inong Satriadi, ada beberapa ayat di dalam Al-Qur'an yang menjelaskan maksud dari Allah SWT menciptakan manusia. Apa saja itu?

1. Ibadah

Allah SWT menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya. Ini adalah alasan yang paling utama yang perlu kita pahami.

Penjelasan tersebut dapat ditemukan dalam surat Az-Zariyat ayat 56, Allah SWT berfirman:

ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚Ų’ØĒŲ ŲąŲ„Ų’ØŦŲŲ†ŲŽŲ‘ ŲˆŲŽŲąŲ„Ų’ØĨŲŲ†ØŗŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‘Ø§ Ų„ŲŲŠŲŽØšŲ’Ø¨ŲØ¯ŲŲˆŲ†Ų

Bacaan latin: Wa ma khalaqtul-jinna wal-insa illa liya'budáģĨn

Artinya: Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.

Kemudian dalam surat Al-Baqarah ayat 21 juga dijelaskan demikian. Manusia diminta untuk beribadah kepada_Nya agar menjadi makhluk yang betakwa.

ŲŠŲŽŲ°Ų“ØŖŲŽŲŠŲŲ‘Ų‡ŲŽØ§ ŲąŲ„Ų†ŲŽŲ‘Ø§ØŗŲ ŲąØšŲ’Ø¨ŲØ¯ŲŲˆØ§ÛŸ ØąŲŽØ¨ŲŽŲ‘ŲƒŲŲ…Ų ŲąŲ„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲ‰ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲąŲ„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲŠŲ†ŲŽ ؅ؐ؆ Ų‚ŲŽØ¨Ų’Ų„ŲŲƒŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‘ŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŽØĒŲŽŲ‘Ų‚ŲŲˆŲ†ŲŽ

Bacaan latin: Ya ayyuhan-nasu'budu rabbakumulladzi khalaqakum walladzina ming qablikum la'allakum tattaqun

Artinya: Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.

2. Sebagai Khilafah

Selain ibadah, Allah SWT menciptakan manusia untuk menjadi khilafah di muka bumi. Allah SWT ingin manusia mengurusnya dengan kekuatan akal yang dimiliki.

Hal itu tercantum dalam surat al-An'am ayat 165, Allah SWT berfirman,

ŲˆŲŽŲ‡ŲŲˆŲŽ ŲąŲ„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲ‰ ØŦŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ°Ų“ØĻŲŲŲŽ ŲąŲ„Ų’ØŖŲŽØąŲ’Øļؐ ŲˆŲŽØąŲŽŲŲŽØšŲŽ Ø¨ŲŽØšŲ’ØļŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ŲŲŽŲˆŲ’Ų‚ŲŽ Ø¨ŲŽØšŲ’ØļŲ Ø¯ŲŽØąŲŽØŦŲŽŲ°ØĒŲ Ų„ŲŲ‘ŲŠŲŽØ¨Ų’Ų„ŲŲˆŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ؁ؐ؉ Ų…ŲŽØĸ ØĄŲŽØ§ØĒŲŽŲ‰Ų°ŲƒŲŲ…Ų’ ۗ ØĨŲŲ†ŲŽŲ‘ ØąŲŽØ¨ŲŽŲ‘ŲƒŲŽ ØŗŲŽØąŲŲŠØšŲ ŲąŲ„Ų’ØšŲŲ‚ŲŽØ§Ø¨Ų ŲˆŲŽØĨŲŲ†ŲŽŲ‘Ų‡ŲÛĨ Ų„ŲŽØēŲŽŲŲŲˆØąŲŒ ØąŲŽŲ‘Ø­ŲŲŠŲ…ŲŒÛĸ

Bacaan latin: Wa huwalladzi ja'alakum khala`ifal-ardi wa rafa'a ba'ḍakum fauqa ba'din darajatil liyabluwakum fi ma atakum, inna rabbaka sari'ul-'iqabi wa innaháģĨ lagafáģĨrur rahim

Artinya: Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebagian dari kamu atas sebagian (yang lain) dengan beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat dalam memberi siksaan dan Dia sungguh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Kemudian penjelasan manusia menjadi khilafah juga dijelaskan dalam surat al-Baqarah ayat 30, surat al-A'raf ayat 69 dan 74, surat Yunus ayat 14 dan 73, surat al-Naml ayat 62, Surat Fathir ayat 39, dan Surat Sad ayat 26.

3. Agar Tahu Kekuasaan Allah

Manusia diciptakan oleh Allah agar mereka dapat menyadari kekuasaan-Nya. Allah SWT ingin menunjukkan bahwa seluruh alam semesta, termasuk bumi, tata surya, dan segala isinya, terbentuk berdasarkan kehendak-Nya.

Penjelasan lebih rinci dapat ditemukan dalam Al-Quran surat at-Talaq ayat 12 yang menyatakan,

ŲąŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ŲąŲ„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲ‰ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲŽ ØŗŲŽØ¨Ų’ØšŲŽ ØŗŲŽŲ…ŲŽŲ°ŲˆŲŽŲ°ØĒŲ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†ŲŽ ŲąŲ„Ų’ØŖŲŽØąŲ’Øļؐ ؅ؐØĢŲ’Ų„ŲŽŲ‡ŲŲ†ŲŽŲ‘ ŲŠŲŽØĒŲŽŲ†ŲŽØ˛ŲŽŲ‘Ų„Ų ŲąŲ„Ų’ØŖŲŽŲ…Ų’ØąŲ Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽŲ‡ŲŲ†ŲŽŲ‘ ؄ؐØĒŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ…ŲŲˆŲ“Ø§ÛŸ ØŖŲŽŲ†ŲŽŲ‘ ŲąŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰Ų° ŲƒŲŲ„ŲŲ‘ Ø´ŲŽŲ‰Ų’ØĄŲ Ų‚ŲŽØ¯ŲŲŠØąŲŒ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ†ŲŽŲ‘ ŲąŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŽ Ų‚ŲŽØ¯Ų’ ØŖŲŽØ­ŲŽØ§ØˇŲŽ Ø¨ŲŲƒŲŲ„ŲŲ‘ Ø´ŲŽŲ‰Ų’ØĄŲ ØšŲŲ„Ų’Ų…Ų‹Ûĸا

Bacaan latin: Allahulladzi khalaqa sab'a samawatiw wa minal-ardi mislahunn, yatanazzalul-amru bainahunna lita'lamu annallaha 'ala kulli syai`ing qadiruw wa annallaha qad ahata bikulli syai`in 'ilma

Artinya: Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan demikian pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, sehingga kalian dapat memahami bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.

4. Mengemban Amanan

Alasan selanjutnya adalah Allah menciptakan manusia untuk mengemban amanah di dunia. Amanah tersebut dapat diibaratkan sebagai ujian dan tanggung jawab saat menjalankan peran sebagai khalifah di muka bumi.

Sebagaimana dinyatakan dalam surat al-Ahzab ayat 72 berikut,

ØĨŲŲ†ŲŽŲ‘Ø§ ØšŲŽØąŲŽØļŲ’Ų†ŲŽØ§ ŲąŲ„Ų’ØŖŲŽŲ…ŲŽØ§Ų†ŲŽØŠŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ŲąŲ„ØŗŲŽŲ‘Ų…ŲŽŲ°ŲˆŲŽŲ°ØĒؐ ŲˆŲŽŲąŲ„Ų’ØŖŲŽØąŲ’Øļؐ ŲˆŲŽŲąŲ„Ų’ØŦŲØ¨ŲŽØ§Ų„Ų ŲŲŽØŖŲŽØ¨ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽ ØŖŲŽŲ† ŲŠŲŽØ­Ų’Ų…ŲŲ„Ų’Ų†ŲŽŲ‡ŲŽØ§ ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’ŲŲŽŲ‚Ų’Ų†ŲŽ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŽØ§ ŲˆŲŽØ­ŲŽŲ…ŲŽŲ„ŲŽŲ‡ŲŽØ§ ŲąŲ„Ų’ØĨŲŲ†ØŗŲŽŲ°Ų†Ų ۖ ØĨŲŲ†ŲŽŲ‘Ų‡ŲÛĨ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ Ø¸ŲŽŲ„ŲŲˆŲ…Ų‹Ø§ ØŦŲŽŲ‡ŲŲˆŲ„Ų‹Ø§

Bacaan latin: Inna 'aradnal-amanata 'alas-samawati wal-ardi wal-jibali fa abaina ay yaá¸Ĩmilnaha wa asyfaqna min-ha wa hamalahal-insan, innaháģĨ kāna zaluman jahula

Artinya: Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, namun semuanya enggan untuk memikul amanah tersebut dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh.




(hnh/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads