Sutrah Adalah: Pengertian, Hadits dan Bentuknya

Sutrah Adalah: Pengertian, Hadits dan Bentuknya

Hanif Hawari - detikHikmah
Jumat, 21 Jul 2023 20:00 WIB
Sutrah Adalah: Pengertian, Hadits dan Bentuknya
Ilustrasi. Sutrah adalah pembatas saat salat. (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Kata sutrah berasal dari bahasa Arab satara-yasturu yang artinya menutupi, menyembunyikan, menghalangi akan sesuatu atau ghaththahu yang bermakna menabiri. Sedangkan sutrah secara istilah menurut Kitab Syarah Bulughul Maram berarti pembatas atau penghalang sebagai tempat untuk mengerjakan sholat.

Dalam Kitab Fiqih Islam Wa Adillatuhu, sutrah adalah sesuatu yang dijadikan pembatas di depan orang salat dengan tujuan mencegah orang lewat di depannya. Dan Kitab Fiqih Sunnah menjelaskan, sutrah adalah sesuatu yang diletakkan di depan orang salat dengan tujuan mencegah pandangan dari hal-hal yang ada di hadapannya.

Dalil Soal Sutrah

Berikut ini sejumlah hadits yang menunjukkan bahwa salat menghadap ke sutrah atau pembatas itu disyariatkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ØšŲŽŲ†Ų’ ØšŲŽØ§ØĻŲØ´ŲŽØŠŲŽ ØąØļ؊ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØšŲ†Ų‡Ø§ØŒ ØŖŲŽŲ†ŲŽŲ‘ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ„ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØĩŲ„Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØšŲ„ŲŠŲ‡ ŲˆØŗŲ„Ų… ØŗŲØĻŲŲ„ŲŽ ؁ؐ؊ ØēŲŽØ˛Ų’ŲˆŲŽØŠŲ ØĒŲŽØ¨ŲŲˆŲƒ ØšŲŽŲ†Ų’ ØŗŲØĒŲ’ØąŲŽØŠŲ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØĩŲŽŲ„ŲŲ‘ŲŠØŸ ŲŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ: ((ŲƒŲŽŲ…ŲØ¤Ų’ØŽŲØąŲŽØŠŲ Ø§Ų„ØąŲŽŲ‘Ø­Ų’Ų„Ų))؛ ØąŲˆØ§Ų‡ Ų…ØŗŲ„Ų…ØŒ ŲˆŲ„Ų…ØŗŲ„Ų… ØŖŲŠØļŲ‹Ø§ ؅ؐ؆ؒ Ø­ŲŽØ¯ŲŲŠØĢ ØˇŲŽŲ„Ų’Ø­ŲŽØŠŲŽ Ø¨Ų† ØšŲØ¨ŲŽŲŠŲ’Ø¯Ų Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØąØļ؊ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØšŲ†Ų‡.

Artinya: Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha bahwa Rasulullah SAW ditanya dalam perang Tabuk tentang sutrah orang yang sedang salat. Maka beliau menjawab, "Seperti kayu yang berada di ujung belakang pelana unta." (HR Muslim dan An-Nasa'i)

ADVERTISEMENT

Imam Muslim juga meriwayatkan hadits dari Thalhah bin 'Ubaidillah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda,

ØĨذا ؈ØļØš ØŖØ­Ø¯ŲƒŲ… Ø¨ŲŠŲ† ŲŠØ¯ŲŠŲ‡ Ų…ØĢŲ„ Ų…Ø¤ØŽØąØŠ Ø§Ų„ØąØ­Ų„ ŲŲ„ŲŠØĩŲ„ØŒ ŲˆŲ„Ø§ ŲŠØ¨Ø§Ų„ Ų…ŲŽŲ†Ų’ Ų…ØąŲŽŲ‘ ŲˆØąØ§ØĄ Ø°Ų„Ųƒ

Artinya: "Apabila salah seorang dari kalian meletakkan di hadapannya semisal kayu yang berada di ujung belakang pelana unta, maka salatlah. Orang yang lewat di belakangnya (yaitu kayu tersebut) tidak perlu dipedulikan." (HR Muslim)

Lantas bagaimana ketentuan sutrah dalam salat? Simak penjelasannya.

Bentuk yang Bisa Dijadikan Sutrah

Menukil dari buku Fiqih Sunnah oleh Sayyid Sabiq, adapun bentuk yang dapat digunakan sebagai sutrah, antara lain:

1. Tombak

Bentuk sutrah dalam bentuk tombak ini diriwayatkan dalam hadits Rasulullah SAW, yakni:

ØŖŲ† ØąØŗŲˆŲ„ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØĩŲ„ŲŽŲ‘Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØšŲ„ŲŠŲ‡ ŲˆØŗŲ„ŲŽŲ‘Ų… ŲƒØ§Ų† ØĨذا ØŽØąŲŽØŦ ŲŠŲˆŲ…ŲŽ Ø§Ų„ØšŲŠØ¯ŲØŒ ØŖŲ…ŲŽØąŲŽ Ø¨Ø§Ų„Ø­ŲŽØąØ¨ŲŽØŠŲ ؁ØĒ؈ØļŲŽØšŲ Ø¨ŲŽŲŠŲ† ŲŠŲŽØ¯ŲŽŲŠŲ‡ŲØŒ ŲŲŠŲØĩŲ„ŲŲ‘ŲŠ ØĨŲ„ŲŠŲ‡Ø§ ŲˆØ§Ų„Ų†Ø§ØŗŲ ŲˆŲŽØąØ§ØĄŲŽŲ‡ŲØŒ ŲˆŲƒØ§Ų† ŲŠŲØšŲ„ Ø°Ų„Ųƒ ؁؊ Ø§Ų„ØŗŲŽŲ‘ŲØąŲØŒ ؁؅ؐ؆ؒ ØĢŲŽŲ…ŲŽŲ‘ اØĒŲŽŲ‘ØŽŲŽØ°ŲŽŲ‡Ø§ Ø§Ų„ØŖŲŲ…ŲŽØąØ§ØĄŲ

Artinya: "Rasulullah SAW jika keluar ke lapangan untuk salat Id, beliau memerintahkan seseorang untuk membawa tombak lalu ditancapkan di hadapan beliau. Lalu beliau salat menghadap tombak tersebut dan orang-orang manusia bermakmum di belakang beliau. Beliau juga melakukan ini dalam safarnya. Kemudian hal ini pun dicontoh oleh para umara." (HR Bukhari dan Muslim)

2. Pilar/Tiang Masjid

Dalilnya hadits Salamah bin Al Akwa' RA, Yazid bin Abi Ubaid berkata:

ŲƒŲ†ØĒŲ ØĸØĒ؊ Ų…Øš ØŗŲŽŲ„ŲŽŲ…ŲŽØŠŲŽ Ø¨Ų†Ų Ø§Ų„ØŖŲƒŲˆŲŽØšŲØŒŲŲŽŲŠŲØĩŲ„ŲŲ‘ŲŠ ØšŲ†Ø¯ŲŽ Ø§Ų„ØŖŲØŗØˇŲŲˆØ§Ų†ŲŽØŠŲ Ø§Ų„ØĒ؊ ØšŲ†Ø¯ŲŽ Ø§Ų„Ų…ŲØĩØ­ŲŲØŒØŒ ŲŲ‚ŲŲ„Ų’ØĒ: ŲŠØ§ ØŖØ¨Ø§ Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲØŒ ØŖØąØ§ŲƒŲŽ ØĒŲŽØĒŲŽØ­ŲŽØąŲŽŲ‘Ų‰ Ø§Ų„ØĩŲ„Ø§ØŠŲŽ ØšŲ†Ø¯ŲŽ Ų‡Ø°Ų‡Ų Ø§Ų„ØŖŲØŗØˇŲˆØ§Ų†ŲŽØŠŲØŸ Ų‚Ø§Ų„: ؁ØĨŲ†ŲŠ ØąØŖŲŠØĒŲ Ø§Ų„Ų†Ø¨ŲŠŲŽŲ‘ ØĩŲ„ŲŽŲ‘Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØšŲ„ŲŠŲ‡ ŲˆØŗŲ„ŲŽŲ‘Ų… ŲŠŲŽØĒŲŽØ­ŲŽØąŲŽŲ‘Ų‰ Ø§Ų„ØĩŲ„Ø§ØŠŲŽ ØšŲŲ†Ø¯ŲŽŲ‡Ø§

Artinya: "Aku pernah bersama Salamah bin Al Akwa', lalu ia salat di sisi (di belakang) tiang yang ada di Al Mushaf. Aku bertanya: 'Wahai Abu Muslim, aku melihat engkau salat di belakang tiang ini, mengapa?' Ia berkata: 'Aku pernah melihat Nabi SAW memilih untuk salat di belakangnya.'" (HR Bukhari dan Muslim)

3. Hewan Tunggangan

Mengenai hewan tunggangan dapat dijadikan sutrah ada dalam hadits Ibnu Umar RA, beliau berkata:

ØŖŲŽŲ†ŲŽŲ‘ Ø§Ų„Ų†ŲŽŲ‘Ø¨ŲŲŠŲŽŲ‘ ØĩŲŽŲ„ŲŽŲ‘Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„ŲŽŲ‘Ų…ŲŽ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ ŲŠŲŽØšŲ’ØąŲØļŲ ØąŲŽØ§Ø­ŲŲ„ŲŽØĒŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽŲ‡ŲŲˆŲŽ ŲŠŲØĩŲŽŲ„ŲŲ‘ŲŠ ØĨŲŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŽØ§

Artinya: "Nabi SAW pernah menghadap pada hewan tunggangannya ketika salat." (HR Bukhari dan Muslim)

Namun hendaknya hewan tunggangan yang dijadikan sutrah diikat dan tidak membuat orang yang salat terkena najis.

4. Pohon

Adapun dalil yang menunjukkan pohon sebagai sutrah yakni, hadits dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu'anhu, beliau berkata:

Ų„Ų‚Ø¯ ØąØŖŲŠØĒŲŲ†Ø§ Ų„ŲŠŲ„ØŠŲŽ Ø¨Ø¯ØąŲ, ŲˆŲ…Ø§ ŲŲŠŲ†Ø§ ØĨŲ†ØŗØ§Ų†ŲŒ ØĨŲ„ŲŽŲ‘Ø§ Ų†Ø§ØĻŲ…Ų‹Ø§, ØĨŲ„ŲŽŲ‘Ø§ ØąØŗŲˆŲ„ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØĩŲ„ŲŽŲ‘Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØšŲ„ŲŠŲ‡ ŲˆØŗŲ„ŲŽŲ‘Ų… ؁ØĨŲ†ŲŽŲ‘Ų‡ ŲƒØ§Ų† ŲŠŲØĩŲ„ŲŲ‘ŲŠ ØĨŲ„Ų‰ Ø´ØŦØąØŠŲ ŲˆŲŠØ¯ØšŲˆ Ø­ØĒŲŽŲ‘Ų‰ ØŖØĩØ¨Ø­ŲŽ

Artinya: "Sungguh aku menyaksikan keadaan kita pada malam hari perang Badar, tidak ada seorang pun dari kita yang tidak tidur kecuali Rasulullah SAW. Ketika itu beliau mengerjakan sholat menghadap ke sebuah pohon dan berdoa hingga pagi hari." (HR Ahmad, Syaikh Ahmad Syakir menilai sanadnya shahih)

5. Anak Panah

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

ØŗŲØĒŲ’ØąŲŽØŠŲ Ø§Ų„ØąŲŽŲ‘ØŦŲŲ„Ų ؁ؐ؊ Ø§Ų„ØĩŲŽŲ‘Ų„ŲŽØ§ØŠŲ Ø§Ų„ØŗŲŽŲ‘Ų‡Ų’Ų…Ų ، ŲˆŲŽØĨŲØ°ŲŽØ§ ØĩŲŽŲ„ŲŽŲ‘Ų‰ ØŖŲŽØ­ŲŽØ¯ŲŲƒŲŲ…Ų’ ، ŲŲŽŲ„Ų’ŲŠŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØĒŲØąŲ’ Ø¨ŲØŗŲŽŲ‡Ų’Ų…Ų

Artinya: "Sutrah seseorang ketika salat adalah anak panah. Jika seseorang diantara kalian sholat, hendaknya menjadikan anak panah sebagai sutrah" (HR Ahmad dalam Majma Az Zawaid Al Haitsami berkata, "Semua perawi Ahmad dalam hadits ini adalah perawi Shahihain.")




(rah/rah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads