Ramadan adalah bulan yang selalu dirindukan, namun pada akhirnya harus ditinggalkan. Rasulullah SAW mengajarkan doa yang dapat diamalkan pada penghujung Ramadan.
Sepuluh hari terakhir Ramadan memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki hari-hari sebelumnya. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW meningkatkan ibadahnya pada akhir Ramadan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip buku Kemuliaan Ramadhan 1446 H: Nilai-Nilai untuk Semua Generasi karya Didik, akhir Ramadan menjadi kesempatan emas untuk lebih mendekatkan diri pada Allah SWT melalui zikir dan doa.
Dalam riwayat disebutkan, "Jika Nabi SAW telah masuk ke 10 terakhir Ramadan maka Nabi mengencangkan ikat sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya." (HR. Bukhari)
Doa Akhir Ramadan
Menjelang berakhirnya Ramadan, terdapat doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW sebagai bentuk salam perpisahan dengan bulan yang penuh berkah ini. Doa ini berisi harapan agar ibadah yang telah dilakukan tidak menjadi yang terakhir dalam hidup, sekaligus permohonan agar tetap mendapatkan rahmat Allah SWT.
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa membaca doa ini di akhir Ramadan memiliki keutamaan besar. Seseorang akan mendapatkan salah satu dari dua kebaikan, yaitu dipertemukan kembali dengan Ramadan berikutnya atau memperoleh ampunan dan rahmat Allah SWT.
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah RA dari Muhammad al Mustafa,
"Beliau bersabda, 'Siapa yang membaca doa ini pada hari terakhir Ramadan, ia akan mendapatkan salah satu dari dua kebaikan di antaranya menjumpai Ramadan mendatang atau pengampunan dan rahmat Allah'."
Berikut bacaan doa akhir Ramadan yang dimaksud hadits tersebut.
اŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ ŲØ§Ų ØĒŲØŦŲØšŲŲŲŲŲ ØĸØŽŲØąŲ اŲŲØšŲŲŲØ¯Ų Ų ŲŲŲ ØĩŲŲŲØ§Ų ŲŲŲØ§ ØĨŲŲŲŲØ§ŲŲØ ŲŲØĨŲŲŲ ØŦŲØšŲŲŲØĒŲŲŲ ŲŲØ§ØŦŲØš ŲŲŲŲŲŲ Ų ŲØąŲØŲŲŲŲ ŲØ§ ŲŲ ŲØ§Ų ØĒŲØŦŲØšŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲØŲØąŲŲŲŲ ŲØ§
Allahuma laa taj'alhu aakhiril'ahdi min shiyaminaa iyyaahu, fain ja'altahu faj'alnii marhuuman walaa taj'alnii mahruuman.
Artinya: Ya Allah, janganlah Kau jadikan puasa ini yang terakhir dalam hidupku. Jika Engkau menjadikan sebaliknya (sebagai puasa terakhir), jadikanlah aku sebagai orang yang Engkau sayangi dan jangan jadikan aku sebagai orang yang Engkau jauhi.
Amalan Akhir Ramadan
Dirangkum dari buku Menjadi Takwa Dengan Puasa karya Fajar Kurnianto, berikut beberapa amalan yang bisa dikerjakan di akhir Ramadan:
1. Memperbanyak Salat Malam
Salah satu amalan utama di sepuluh hari terakhir Ramadan adalah memperbanyak salat malam. Selain salat tarawih, seorang muslim dianjurkan untuk menambah ibadah dengan qiyamul lail atau tahajud.
Dalam sebuah hadits disebutkan,
"Barangsiapa menegakkan shalat pada malam Lailatul Qadr atas dorongan iman dan mengharap balasan (dari Allah), diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari, An-Nasa'i, dan Ahmad)
2. Itikaf di Masjid
Amalan berikutnya yang sangat dianjurkan adalah itikaf, yaitu berdiam diri di masjid dengan niat beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Itikaf menjadi salah satu ciri khas ibadah Rasulullah SAW di sepuluh hari terakhir Ramadan. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan,
"Barangsiapa yang beritikaf di masjidku, maka dia melakukannya karena mencari wajah Allah. Oleh karena itu, maka tidaklah boleh seseorang yang beritikaf keluar dari masjid kecuali untuk keperluan mendesak." (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Memperbanyak Membaca Al-Qur'an
Ramadan dikenal sebagai bulan turunnya Al-Qur'an. Oleh karena itu, membaca dan merenungkan Al-Qur'an menjadi amalan yang sangat dianjurkan, terutama di sepuluh hari terakhir.
Membaca Al-Qur'an di malam-malam terakhir Ramadan menjadi bentuk ibadah yang sangat bernilai, apalagi jika dilakukan dengan tadabbur atau perenungan makna.
4. Bersedekah
Sedekah adalah amalan yang tidak pernah terpisahkan dari Ramadan. Pada sepuluh hari terakhir, anjuran untuk bersedekah menjadi semakin kuat.
Tidak ada batasan jumlah dalam bersedekah. Bahkan, sedekah kecil yang dilakukan dengan ikhlas dapat mendatangkan keberkahan yang besar.
5. Memperbanyak Doa dan Dzikir
Sepuluh hari terakhir Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperbanyak doa dan dzikir. Pada saat inilah seorang hamba berada dalam kondisi paling dekat dengan Allah SWT.
(dvs/lus)












































Komentar Terbanyak
Arab Saudi Resmi Tetapkan Idul Fitri 20 Maret 2026
Apakah Nanti Malam Takbiran? Ini Prediksinya
Hasil Sidang Isbat Lebaran Idul Fitri 2026 Diumumkan Jam Berapa?