Sosok Nabi Paling Kaya, Punya Istana Megah dan Pasukan Jin

Sosok Nabi Paling Kaya, Punya Istana Megah dan Pasukan Jin

Berliana Intan Maharani - detikHikmah
Kamis, 20 Jul 2023 07:15 WIB
Sosok Nabi Paling Kaya, Punya Istana Megah dan Pasukan Jin
Ilustrasi nabi paling kaya. Foto: Freepik
Jakarta -

Nabi Sulaiman AS adalah nabi yang paling kaya di muka bumi menurut catatan sejarah. Ia merupakan putra dari Nabi Daud AS yang mewarisi kerajaan di kalangan kaumnya, bani Israil.

Allah SWT kemudian mengangkatnya sebagai nabi dan rasul, kemudian menganugerahkan harta dan kekuasaan yang begitu melimpah kepadanya.

Dikisahkan dalam buku Rahasia Kekayaan Nabi Sulaiman karya Muhammad Gufron Hidayat, suatu hari Nabi Sulaiman AS berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kerajaan yang belum pernah diperoleh siapa pun di muka bumi ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Doa Nabi Sulaiman AS termaktub dalam Al-Qur'an surah Shaad ayat 35, Allah SWT berfirman,

Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ØąŲŽØ¨Ų‘Ų ŲąØēŲ’ŲŲØąŲ’ ؄ؐ؉ ŲˆŲŽŲ‡ŲŽØ¨Ų’ ؄ؐ؉ Ų…ŲŲ„Ų’ŲƒŲ‹Ø§ Ų„Ų‘ŲŽØ§ ŲŠŲŽŲ†ÛĸØ¨ŲŽØēؐ؉ Ų„ŲØŖŲŽØ­ŲŽØ¯Ų ؅ؑؐ؆Ûĸ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯ŲŲ‰Ų“ ۖ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲƒŲŽ ØŖŲŽŲ†ØĒŲŽ ŲąŲ„Ų’ŲˆŲŽŲ‡Ų‘ŲŽØ§Ø¨Ų

ADVERTISEMENT

Artinya: "Ia berkata: Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahilah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seseorang pun sesudahku." (QS Shaad: 35)

Permohonan Nabi Sulaiman AS tersebut kemudian dikabulkan oleh Allah SWT dengan memberinya kekuasaan yang luar biasa. Ia dianugerahi kekuasaan untuk menjadikan jin sebagai pasukannya, mampu memahami bahasa binatang dan menjadikan burung sebagai bala tentaranya, serta dianugerahkan kemampuan untuk menundukkan angin.

Meskipun demikian, besarnya kekuasaan yang ia miliki tidak menjadikannya ingkar sedikit pun kepada Allah SWT.

Istana Nabi Sulaiman Dibangun oleh Pasukan Jin dan Manusia

Kekayaan Nabi Sulaiman AS salah satunya digambarkan dari kepemilikan istananya yang sangat megah. Dilansir dari buku Cara Kaya Seperti Nabi Sulaiman karya Ahmad Zainal Abidin, istana Nabi Sulaiman AS tidak hanya dibangun melalui bantuan manusia, tetapi juga oleh pasukan jin.

Di antara pasukan jin yang membantu membangun istana, ada yang bertugas membuat bejana besar sebagai tempat makan para pekerja dan militer. Ada pula yang bertugas membuat tempat minum yang besarnya lebih dari kolam.

Hal ini turut dikisahkan dalam Al-Qur'an yang termaktub dalam surah Saba ayat 12-13, Allah SWT berfirman,

ŲˆŲŽŲ„ŲØŗŲŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų…ŲŽŲ°Ų†ŲŽ ŲąŲ„ØąŲ‘ŲŲŠØ­ŲŽ ØēŲØ¯ŲŲˆŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø´ŲŽŲ‡Ų’ØąŲŒ ŲˆŲŽØąŲŽŲˆŲŽØ§Ø­ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø´ŲŽŲ‡Ų’ØąŲŒ ۖ ŲˆŲŽØŖŲŽØŗŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŽØ§ Ų„ŲŽŲ‡ŲÛĨ ØšŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲąŲ„Ų’Ų‚ŲØˇŲ’ØąŲ ۖ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†ŲŽ ŲąŲ„Ų’ØŦؐ؆ؑؐ Ų…ŲŽŲ† ŲŠŲŽØšŲ’Ų…ŲŽŲ„Ų Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲŠŲŽØ¯ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų Ø¨ŲØĨŲØ°Ų’Ų†Ų ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲ‡ŲÛĻ Û– ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ† ŲŠŲŽØ˛ŲØēŲ’ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŲ…Ų’ ØšŲŽŲ†Ų’ ØŖŲŽŲ…Ų’ØąŲŲ†ŲŽØ§ Ų†ŲØ°ŲŲ‚Ų’Ų‡Ų ؅ؐ؆ؒ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨Ų ŲąŲ„ØŗŲ‘ŲŽØšŲŲŠØąŲ

Artinya: "Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala." (QS Saba: 12)

ŲŠŲŽØšŲ’Ų…ŲŽŲ„ŲŲˆŲ†ŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲÛĨ Ų…ŲŽØ§ ŲŠŲŽØ´ŲŽØ§Ų“ØĄŲ ؅ؐ؆ Ų…Ų‘ŲŽØ­ŲŽŲ°ØąŲŲŠØ¨ŲŽ ŲˆŲŽØĒŲŽŲ…ŲŽŲ°ØĢŲŲŠŲ„ŲŽ ŲˆŲŽØŦŲŲŲŽØ§Ų†Ų ŲƒŲŽŲąŲ„Ų’ØŦŲŽŲˆŲŽØ§Ø¨Ų ŲˆŲŽŲ‚ŲØ¯ŲŲˆØąŲ ØąŲ‘ŲŽØ§ØŗŲŲŠŲŽŲ°ØĒŲ ۚ ŲąØšŲ’Ų…ŲŽŲ„ŲŲˆŲ“Ø§ÛŸ ØĄŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø¯ŲŽØ§ŲˆŲÛĨØ¯ŲŽ Ø´ŲŲƒŲ’ØąŲ‹Ø§ ۚ ŲˆŲŽŲ‚ŲŽŲ„ŲŲŠŲ„ŲŒ ؅ؑؐ؆ؒ ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŲ‰ŲŽ ŲąŲ„Ø´Ų‘ŲŽŲƒŲŲˆØąŲ

Artinya: "Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali hamba-hambaku yang berterima kasih." (QS Saba: 13)

Diceritakan, dengan kerajaan yang megah dan luas, Nabi Sulaiman AS tetap menunjukkan sikap berserah diri dan rendah diri kepada Allah SWT. Ia menyadari bahwa seluruh kekuasaan yang dimilikinya tidak ada apa-apanya di hadapan Allah SWT.

Nabi Sulaiman AS menggunakan semua hartanya untuk menegakkan kebaikan. Maka dari itu, ia kerap kali sujud kepada Allah SWT sebagaimana ayahnya yang selalu bertasbih memuji-Nya.

Dalam buku Sulaiman Alaihi As-Salam fi Al-Qur'an karya Humam Hasan Yusuf Salom dikatakan, kekayaan yang dimiliki Nabi Sulaiman AS ini bukanlah warisan dari ayahnya, Nabi Dawud AS. Warisan yang diberikan Nabi Daud AS kepada Nabi Sulaiman AS adalah warisan kenabian dan kerajaan, hikmah dan pengetahuan, sedangkan hartanya tidak termasuk.

Wallahu a'lam.




(kri/kri)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads