Seringkali ditemukan banyak orang yang menyantap makanan dan meneguk minuman sambil berdiri seperti di pesta pernikahan. Bagaimana Islam memandangnya, apakah diperbolehkan makan dan minum sambil berdiri?
Fuad bin Abdul Aziz Asy-Syalhub dalam Kitabul-Aadab menyebut para ulama berbeda pendapat terkait makan dan minum sambil berdiri.
Perbedaan pandangan timbul lantaran adanya hadits shahih yang secara jelas melarang minum sambil berdiri. Juga terdapat riwayat shahih yang membolehkan minum dan makan sambil berdiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para ulama yang melarang makan dan minum sambil berdiri, mengambil dalil yang diriwayatkan Anas bin Malik:
Ø£ÙÙÙ٠اÙÙÙÙØšÙÙÙ٠صÙÙÙÙ٠اÙÙÙ٠عÙÙÙÙÙÙÙ ÙÙØ³ÙÙÙÙÙ Ù Ø²ÙØ¬Ùر٠عÙÙÙ Ø§ÙØŽÙÙØ±ÙØšÙ ÙÙØ§ØŠÙÙ ÙØ§
Artinya: "Bahwasanya Nabi SAW melarang minum sambil berdiri."
Qatadah bertanya,"Bagaimana dengan makan?" Beliau SAW menjawab, "Makan lebih buruk dari itu (bila sambil berdiri)." Dalam riwayat lain dikatakan dengan lafaz:
ÙÙÙÙ٠أÙÙÙ ÙÙØŽÙØ±ÙØšÙ ÙÙØ§ØŠÙÙ ÙØ§
Artinya: "Beliau SAW melarang minum sambil berdiri." (HR Muslim [2024], Ahmad [11775], Tirmidzi [1879], Abu Dawud [3717], Ibnu Majah [3424] & Darimi [2127])
Juga dalam riwayat Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
ÙÙØ§ ÙÙØŽÙØ±ÙØšÙÙÙÙ Ø£ÙØÙØ¯Ù Ù ÙÙÙÙÙÙ Ù ÙÙØ§ØŠÙÙ ÙØ§ ÙÙÙ ÙÙÙ ÙÙØ³ÙÙÙ ÙÙÙÙÙÙØ³ÙتÙÙÙØŠÙ
Artinya: "Janganlah sekali-kali kalian minum sambil berdiri. Bila lupa, maka muntahkanlah minuman itu." (HR Muslim [2026] & Ahmad [8135], tetapi Ahmad tidak menyertakan lafaz 'Maka barang siapa yang lupa, muntahkanlah.')
Sedangkan ulama yang membolehkan makan dan minum sembari berdiri menjadikan riwayat Ibnu Abbas sebagai dasar dalilnya. Ibnu Abbas mengatakan:
سÙÙÙÙÙØªÙ Ø±ÙØ³ÙÙÙÙ٠اÙÙÙ٠صÙÙÙÙ٠اÙÙÙÙÙ٠عÙÙÙÙÙÙÙ ÙÙØ³ÙÙÙÙÙ Ù Ù ÙÙ٠زÙÙ ÙØ²ÙÙ Ù ÙÙØŽÙØ±ÙØšÙ ÙÙÙÙÙÙ ÙÙØ§ØŠÙÙ Ù
Artinya: "Aku mengambilkan minum untuk Rasulullah SAW dari air zamzam, maka beliau minum sambil berdiri." (HR Bukhari [1637], Muslim [2027], Ahmad [1841],, Tirmidzi [1882], Nasa'i [2964], dan Ibnu Majah [3422])
Pula Abdullah bin Umar menuturkan,
ÙÙÙÙÙØ§ عÙÙÙ٠عÙÙÙØ¯Ù Ø±ÙØ³ÙÙÙÙ٠اÙÙÙÙÙ٠صÙÙÙÙ٠اÙÙÙ٠عÙÙÙÙÙÙÙ ÙÙØ³ÙÙÙÙÙ Ù ÙÙØŽÙØ±ÙØšÙ ÙÙÙÙØ§Ù ÙØ§ ÙÙÙÙØ£ÙÙÙÙÙ ÙÙÙÙØÙÙÙ ÙÙØ³ÙعÙÙ
Artinya: "Kami pada masa Rasulullah SAW minum sambil berdiri dan kami makan sambil berjalan." (HR Ahmad [4587], Ibnu Majah [3301], & Darimi [2125])
Lantas, Apakah Makan dan Minum sambil Berdiri Diperbolehkan?
Masih dari Kitabul-Aadab, hadits-hadits di atas secara tekstual bertolak belakang, tetapi Ibnu Taimiyah dalam kitab Majmu Fatawa menerangkan hikmah di baliknya. Ibnu Taimiyah berkata, "Akan tetapi, menggabungkan antara hadits-hadits ini (yang disebutkan di atas), yaitu membawa dispensasi ketika ada udzur."
Meski larangan makan dan minum sambil berdiri atau berjalan telah tersebut sebagaimana riwayat dari Anas dan Qatadah di atas, hadits riwayat Ibnu Abbas di atas yang membolehkan demikian merupakan keringanan apabila ada halangan tertentu. Di mana udzur yang membuat muslim tak bisa duduk saat makan dan minum.
Dijelaskan lebih lanjut, hadits Ibnu Abbas diketahui ketika sedang ibadah haji yang mana mereka tengah melaksanakan thawaf. Ibnu Abbas memberi Rasul SAW minum air zamzam dan meneguknya sambil berdiri karena saat itu tidak menemukan tempat duduk sama sekali. Kejadian ini tak berselang lama dari wafatnya Nabi SAW.
Menukil pendapat Ibnu Taimiyah lainnya yang disebutkan dalam kitab Fiqhul Ath'imah karya Abdul Wahab Abdussalam Thawilah, dinyatakan, "Makan dan minum sambil berdiri saat berhalangan untuk duduk tidaklah mengapa. Sedangkan ketika tidak ada keperluan mendesak, minum dan makan sambil berdiri hukumnya makruh. Demikian pemaduan antara beberapa teks dalil."
Demikianlah, makan dan minum sambil berdiri diperbolehkan apabila ada udzur (halangan). Sementara jika tak ada halangan yang darurat, maka makruh sehingga lebih utama untuk menyantap makan dan minum sembari duduk.
(lus/lus)












































Komentar Terbanyak
MUI: Nikah Siri Sah tapi Haram
Tolak Mundur dari Ketum PBNU, Gus Yahya Kumpulkan Ulama Malam Ini Tanpa Rais Aam
Gus Yahya Kumpulkan Alim Ulama di PBNU Malam Ini, Rais Aam & Sekjen Tak Diundang