Dua Bandara Arab Saudi Diserang, KBRI Pastikan Belum Ada WNI Jadi Korban

Dua Bandara Arab Saudi Diserang, KBRI Pastikan Belum Ada WNI Jadi Korban

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Senin, 12 Okt 2026 16:15 WIB
Smoke and flames rise from King Khalid Airport, after Yemens Iran-backed Houthis said they attacked the airport, in Riyadh, Saudi Arabia, October 8, 2026, in this screengrab obtained from a social media video. Social Media/via REUTERS  THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. NO RESALES. NO ARCHIVES. NEWS USE ONLY. BEST QUALITY AVAILABLE.  Verification lines: The location was verified as Riyadh, Saudi Arabia, from the airport buildings, light poles, and painted tarmac markings which matched satellite imagery. Coordinates: 24.952651844496998, 46.70783371105999 Smoke was seen rising from a stationary aircraft at Riyadh airport on Thursday, according to a witness and three people briefed on the matter. There was no immediate official confirmation from Saudi authorities on the reported incident. No versions of the video were found posted online before October 8.
Potret Bandara King Khalid Arab Saudi Diserang Houthi Yaman. Foto: Social Media via REUTERS/Social Media
Jakarta -

Dua bandara di Arab Saudi, yakni Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan Bandara Internasional King Fahd di Dammam, dilaporkan menjadi sasaran serangan pada Minggu (11/10/2026). Insiden di Bandara King Khalid menewaskan satu warga negara Pakistan dan menyebabkan 11 orang lainnya luka-luka.

Dalam siaran pers pada Senin (12/10/2026), Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh menyampaikan bahwa para korban luka telah mendapatkan penanganan medis. Hingga Minggu (11/10/2026) pukul 19.00 waktu Arab Saudi, belum ada warga negara Indonesia (WNI) yang teridentifikasi menjadi korban.

Untuk memastikan keselamatan WNI, KBRI Riyadh telah melakukan penelusuran melalui sejumlah jalur. Upaya ini dilakukan dengan menghubungi jaringan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang bertugas di berbagai rumah sakit di Riyadh serta komunitas WNI yang bekerja di maskapai Flynas di Terminal 3 Bandara King Khalid.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

KBRI juga mendatangi King Abdullah bin Abdulaziz University Hospital, rumah sakit terdekat dari lokasi serangan, dan berkoordinasi dengan korps diplomatik di Riyadh, khususnya bagian konsuler. Koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi akan terus dilakukan untuk memperoleh informasi resmi mengenai kemungkinan adanya WNI yang terluka.

Di sisi lain, serangan terhadap Bandara King Fahd di Dammam juga menjadi perhatian pemerintah setempat. Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA) masih melakukan pendataan kerusakan dan pemeriksaan keselamatan fasilitas bandara tersebut.

ADVERTISEMENT

Selain memantau kondisi WNI setelah serangan, KBRI Riyadh telah memberikan bantuan kepada tiga WNI atau pekerja migran Indonesia (PMI) yang terdampak gangguan penerbangan di Bandara King Khalid hingga 11 Oktober 2026.

KBRI mengimbau seluruh WNI di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari lokasi rawan, serta membatasi perjalanan yang tidak mendesak. KBRI Riyadh tetap beroperasi dan menyediakan layanan bantuan melalui hotline +966 569173990.



(inf/lus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads