Arab Saudi melalui Kementerian Haji dan Umrah merilis dan menyetujui hasil evaluasi terhadap perusahaan penyedia layanan bagi jemaah haji internasional pada haji 1447 H/2026 M. Evaluasi ini jadi bagian dari upaya pemerintah Saudi meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat transparansi hingga mendorong peningkatan kinerja penyedia layanan haji.
Dilansir dari kantor berita Saudi (SPA), Kementerian menyatakan langkah ini sejalan dengan target Visi Saudi 2030 dan Program Pengalaman Jemaah atau Pilgrim Experience Program. Program itu berfokus pada peningkatan kualitas layanan para jemaah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Evaluasi layanan haji internasional itu dikelompokkan ke dalam tiga tingkatan yaitu Tier One (Outstanding Performance), Tier Two (Very Good Performance), dan Tier Three (Good Performance). Kemenhaj Saudi menilai perusahaan yang memberi layanan kepada jemaah haji internasional, baik perusahaan yang bekerja sama dengan kantor urusan haji, perusahaan yang dikontrak penyelenggara afiliasi, serta perusahaan yang beroperasi lewat skema Haji Langsung atau Direct Hajj Model.
Kemenhaj Saudi menguraikan evaluasi dilakukan setiap tahun usai penyelenggaraan haji berakhir. Penilaian didasarkan pada dua indikator utama, yaitu aspek kepatuhan terhadap ketentuan dan regulasi dengan bobot 60 persen, serta kualitas pelaksanaan layanan dengan bobot 40 persen.
Proses evaluasi itu berlangsung lewat pemantauan di lapangan, analisis data dan dokumen pendukung, hingga penilaian tingkat kepuasan jemaah. Selain itu, kementerian juga menerima, menelaah dan menyelesaikan keberatan dari perusahaan sebelum hasil akhir ditetapkan untuk memastikan akurasi dan keadilan dalam proses penilaian.
Publikasi hasil evaluasi bertujuan meningkatkan transparansi sekaligus memberi informasi kepada seluruh pemangku kepentingan terkait hasil penilaian terhadap penyedia layanan. Publikasi juga diharapkan bisa mendorong perusahaan penyedia layanan untuk terus meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan kepada jemaah di musim haji selanjutnya.
Kemenhaj Saudi juga menjelaskan persetujuan dan publikasi hasil evaluasi jadi bagian dari pengembangan pelayanan sistem pelayanan jemaah haji internasional. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan mutu layanan, memastikan penilaian terhadap penyedia layanan dilakukan secara objektif dan adil, memperkuat kepatuhan terhadap ketentuan regulasi maupun operasional, serta mendukung proses perbaikan keberlanjutan dan pengambilan kebijakan di bidang penyelenggaraan haji.
Lewat evaluasi itu, Kemenhaj Saudi ingin membangun budaya persaingan yang sehat di antara penyedia layanan sekaligus mendorong penerapan praktik operasional terbaik demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah pada musim-musim haji mendatang.

Komentar Terbanyak
MUI Usul Istilah LGBT Diubah Jadi LGSP
Korupsi Makin Parah, MUI Dorong Pemerintah Terapkan Hukuman Mati bagi Koruptor
Kampus Muhammadiyah Mendominasi Universitas Islam Terbaik Dunia, Ini Daftarnya