Capai Suhu 47 Derajat Celsius, Saudi Tingkatkan Perlindungan untuk Jemaah Haji

Kabar Haji by Le Minerale

Capai Suhu 47 Derajat Celsius, Saudi Tingkatkan Perlindungan untuk Jemaah Haji

Devi Setya - detikHikmah
Minggu, 24 Mei 2026 15:00 WIB
Jamaah calon haji menutup kepala menggunakan kain usai shalat zuhur di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Selasa (6/6/2023). Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jamaah untuk menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri dalam menjalankan ibadah sunah atau program ziarah terkait suhu di Mekah mencapai 45 derajat celsius. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww.
ilustrasi jemaah haji Foto: ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A
Jakarta -

Suhu di Arab Saudi diperkirakan mencapai 47 derajat Celsius selama puncak ibadah haji di Makkah dan sekitarnya. Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah Arab Saudi meningkatkan berbagai langkah perlindungan panas serta layanan kesehatan bagi jemaah menjelang puncak Haji 2026.

Dilaporkan oleh Saudi Press Agency (SPA), otoritas Saudi memperkuat kesiapan medis, mitigasi cuaca panas, serta layanan darurat guna menjaga keselamatan jutaan jemaah yang akan berkumpul di Tanah Suci tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengimbau seluruh jemaah untuk rutin menggunakan payung saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika berpindah antar lokasi ibadah di kawasan suci.

Penggunaan payung disebut menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah kelelahan akibat panas, sengatan matahari, dan dehidrasi yang berisiko terjadi selama cuaca ekstrem.

Para pejabat kesehatan menjelaskan bahwa payung bukan hanya memberikan naungan, tetapi juga membantu menurunkan suhu di sekitar tubuh jemaah hingga sekitar 10 derajat Celsius. Hal tersebut dinilai dapat mengurangi beban fisik selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

Suhu di Makkah Diprediksi Capai 47 Derajat Celsius

Peringatan cuaca panas ini dikeluarkan setelah Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi memperkirakan kondisi cuaca yang stabil namun sangat panas di sepanjang jalur Madinah, Makkah, dan tempat-tempat suci lainnya.

Pergerakan besar jemaah haji menuju Makkah diperkirakan mulai meningkat menjelang dimulainya puncak haji pada 25 Mei 2026.

Menurut prakiraan cuaca, suhu di Makkah diperkirakan mencapai 47°C, suhu di Madinah diperkirakan mencapai 44°C, serta tingkat kelembapan dapat mencapai 40 persen.

Selain suhu panas, angin berdebu juga diperkirakan terjadi di beberapa area terbuka. Kondisi tersebut membuat pemerintah Saudi meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kesehatan akibat cuaca panas ekstrem.

Otoritas cuaca dan kesehatan Arab Saudi juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi tubuh selama perjalanan ibadah haji.

Tahun ini, sekitar 1,6 juta jemaah diperkirakan akan berkumpul di Makkah untuk melaksanakan ibadah haji.

Besarnya jumlah jemaah membuat pemerintah Saudi semakin fokus pada pengelolaan cuaca panas, keselamatan publik, serta kesiapan layanan medis selama berlangsungnya salah satu pertemuan keagamaan terbesar di dunia tersebut.

Klinik Medis Disiapkan di Makkah

Secara terpisah, Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Arab Saudi menyatakan telah menyelesaikan persiapan akomodasi dan layanan kesehatan untuk 2.500 jemaah dari 104 negara.

Menurut laporan SPA, fasilitas akomodasi di Makkah dan kawasan suci telah dilengkapi dengan klinik medis khusus yang memiliki peralatan diagnostik modern, fasilitas penanganan darurat, layanan kesehatan 24 jam serta tenaga medis profesional dan berkualitas.



(dvs/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini