Jumlah Jemaah Haji Lansia Cukup Besar, DPR: Petugas Harus Sigap

Kabar Haji Bersama Telkomsel

Jumlah Jemaah Haji Lansia Cukup Besar, DPR: Petugas Harus Sigap

Irwan Nugroho - detikHikmah
Minggu, 17 Mei 2026 10:35 WIB
Anggota Timwas Haji DPR, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, menjelang keberangkatan Timwas Haji DPR Tahap I hari kedua di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, Minggu (17/5/2026).
Anggota Timwas Haji DPR, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, ditemui di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, Minggu (17/5/2026).Foto: Dok Timwas Haji DPR
Jakarta -

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) berkomitmen menghadirkan penyelenggaraan haji yang ramah bagi lansia dan perempuan pada tahun ini. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan melakukan pengawasan agar implementasinya di lapangan berjalan dengan baik.

"Kami sangat menekankan prinsip ramah lansia ini. Mengingat jumlah jemaah lansia kita cukup besar, petugas harus benar-benar sigap," ujar anggota Tim Pengawas Haji DPR (Timwas Haji DPR), Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, menjelang keberangkatan Timwas Haji DPR Tahap I hari kedua di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (17/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk diketahui, kuota jemaah haji Indonesia di musim haji 1447 Hijriah/2026 adalah 221 ribu. Dari jumlah tersebut, menurut Kemenhaj, 25 persennya adalah jemaah lansia. Sementara lebih dari 100 ribu jemaah masuk kategori risiko tingi (risti).

ADVERTISEMENT

"Kami akan mengawasi apakah fasilitas pendukung seperti kursi roda, jalur khusus, hingga prioritas layanan benar-benar dirasakan oleh mereka. Jangan sampai ada jemaah kita yang terlantar karena kurangnya pendampingan," ujar anggota Komisi IX DPR tersebut.

Neng Eem melanjutkan, keberangkatan Timwas Haji DPR ke Arab Saudi adalah untuk memastikan seluruh pelayanan yang telah direncanakan dan dibayar jemaah melalui dana haji dapat terimplementasikan dengan baik di lapangan. Selain pelayanan kepada lansia, Timwas akan melakukan pemantauan terhadap pelayanan transportasi dan akomodasi jemaah haji.

"Ada beberapa poin penting. Pertama, adalah akomodasi dan transportasi. Kami ingin memastikan hotel-hotel tempat jemaah menginap layak dan jaraknya sesuai dengan komitmen awal. Begitu juga dengan bus-bus yang digunakan untuk mobilisasi jemaah, jangan sampai ada kendala teknis yang menghambat," tandasnya.

Lantas, Timwas Haji juga akan meninjau masalah penyediaan katering bagi jemaah haji. Lagi-lagi, Neng Eem menekankan, konsumsi bagi jemaah lansia sebagai sesuatu yang harus betul-betul diperhatikan oleh pemerintah.

"Nutrisi jemaah sangat penting, terutama bagi jemaah lansia. Kita harus pastikan makanan yang disajikan itu sehat, tepat waktu, dan memiliki cita rasa Nusantara agar selera makan jemaah tetap terjaga di tengah cuaca yang sangat panas," kata dia.

Yang juga tidak kalah penting adalah pelayanan kesehatan bagi jemaah haji, juga akan menjadi fokus pengawasan. Timwas Haji DPR akan melihat bagaimana kesiapan obat-obatan, ketersediaan tenaga medis, dan bagaimana penanganan jemaah yang kelelahan atau sakit di masa puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) nanti.

Neng Eem berharap, penyelenggaraan ibadah haji yang pertama kali dilakukan Kemenhaj ini berjalan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. DPR berharap para jemaah haji dapat beribadah dengan tenang, nyaman, dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.

"Kami di DPR akan terus memantau setiap progresnya agar evaluasi ke depan bisa semakin menyempurnakan pelayanan haji kita," pungkasnya.




(irw/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads