Berapa Jumlah Kerikil Lempar Jumrah yang Dibutuhkan Jemaah Haji?

Berapa Jumlah Kerikil Lempar Jumrah yang Dibutuhkan Jemaah Haji?

Devi Setya - detikHikmah
Sabtu, 09 Mei 2026 14:00 WIB
Berapa Jumlah Kerikil Lempar Jumrah yang Dibutuhkan Jemaah Haji?
Suasana lempar jumrah Foto: Haris Fadhil/detikcom
Jakarta -

Ritual lempar jumrah menjadi salah satu dari rangkaian ibadah haji. Di tengah jutaan jemaah yang berkumpul di Mina, para tamu Allah SWT melaksanakan ibadah ini dengan melemparkan kerikil sebagai simbol perlawanan terhadap godaan setan.

Meski terlihat sederhana, lempar jumrah memiliki aturan yang jelas, termasuk jumlah kerikil yang harus digunakan. Tidak sedikit jemaah yang masih bingung berapa total batu yang perlu disiapkan selama prosesi ini berlangsung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Simbol Perlawanan terhadap Godaan Setan

Dikutip dari buku Ensiklopedia Fiqih Haji dan Umrah (Ed. Revisi) karya Agus Arifin, lempar jumrah bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi memiliki makna. Ibadah ini meneladani kisah Nabi Ibrahim AS yang diuji oleh Allah SWT saat hendak melaksanakan perintah untuk menyembelih putranya, Nabi Ibrahim digoda oleh setan agar mengurungkan niatnya.

Namun, godaan itu ditolak dengan melempar batu. Peristiwa inilah yang kemudian menjadi dasar disyariatkannya lempar jumrah dalam ibadah haji.

ADVERTISEMENT

Dalam pelaksanaannya, jemaah melempar kerikil ke tiga lokasi yang telah ditentukan, yaitu Jumrah Ula, Jumrah Wustha, dan Jumrah Aqabah. Ketiganya berada di Mina, sebuah kawasan yang masih termasuk wilayah Mekkah.

Jumlah Kerikil

Merujuk Buku Pintar & Praktis Haji & Umrah: Lengkap Sesuai Sunnah karya Ratih Puspitawati, jemaah melaksanakan lempar jumrah pada 10-13 Dzulhijjah.

Pada tanggal 10 Dzulhijjah, bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, jemaah hanya melempar Jumrah Aqabah sebanyak tujuh butir kerikil.

Setelah itu, pada hari-hari tasyrik, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, jemaah melempar ketiga jumrah sekaligus. Masing-masing jumrah dilempar dengan tujuh kerikil, sehingga dalam satu hari dibutuhkan 21 butir.

Jika seluruh rangkaian dilakukan hingga tanggal 13 Dzulhijjah, maka total kerikil yang digunakan mencapai 70 butir. Namun, bagi jemaah yang memilih nafar awal atau meninggalkan Mina lebih cepat pada tanggal 12 Dzulhijjah, jumlahnya cukup 49 butir.

Berikut rincian jumlah kerikil yang dibutuhkan untuk melempar jumrah:

10 Dzulhijjah: 7 kerikil (untuk jumrah Aqabah saja)
11 Dzulhijjah: 21 kerikil (7 untuk masing-masing jumrah)
12 Dzulhijjah: 21 kerikil (jikanafar awwal - pulang lebih awal)
13 Dzulhijjah: 21 kerikil (jika nafar tsani - pulang lebih akhir)

Total minimal 49 kerikil (jika nafar awwal) atau 70 kerikil (jika nafar tsani).

Kerikil yang digunakan bukan batu besar, melainkan batu kecil seukuran ujung jari. Biasanya diambil dari Muzdalifah atau sekitar Mina. Hal ini menunjukkan bahwa esensi ibadah ini bukan pada kekuatan lemparan, melainkan pada ketaatan dan makna simboliknya.

Di tengah keramaian dan padatnya jemaah, lempar jumrah juga menjadi ujian kesabaran dan kedisiplinan. Jemaah dituntut untuk tetap tertib dan menjaga keselamatan bersama.




(dvs/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads