Direktorat Jenderal Pendidikan di wilayah Makkah mengumumkan bahwa sejumlah sekolah akan menjalani sistem pembelajaran jarak jauh secara daring.
Kebijakan tersebut diumumkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan wilayah Makkah sebagai bagian dari langkah pemerintah Arab Saudi dalam mendukung kelancaran operasional haji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Saudi Gazette, sistem pembelajaran online diterapkan untuk memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan tanpa mengganggu aktivitas siswa selama musim haji berlangsung.
Melalui kebijakan ini, sekolah-sekolah akan mengaktifkan platform Madrasati serta berbagai layanan digital pendidikan lainnya agar proses belajar mengajar tetap dapat dilakukan dari jarak jauh.
Penerapan sekolah daring ini menjadi bagian dari upaya pemerintah Saudi dalam mengurangi kepadatan lalu lintas dan memperlancar mobilitas jutaan jamaah yang datang ke Makkah.
Setiap musim haji, kota suci tersebut mengalami lonjakan aktivitas yang sangat tinggi, terutama di kawasan sekitar Masjidil Haram dan jalan-jalan utama menuju lokasi ibadah.
Dengan mengurangi aktivitas sekolah tatap muka, pemerintah berharap jumlah kendaraan di jalan dapat ditekan sehingga membantu kelancaran pergerakan jamaah maupun petugas layanan haji.
Kebijakan ini juga mendukung rencana pengaturan lalu lintas yang dijalankan aparat keamanan dan otoritas transportasi Saudi selama musim haji.
Keputusan pembelajaran daring akan mulai diterapkan pada pekan depan mulai 12 Mei 2026.
Sekolah-sekolah yang masuk dalam kebijakan ini dipilih berdasarkan lokasi geografis dan kebutuhan operasional selama haji.
Beberapa kategori sekolah yang menerapkan sistem pembelajaran daring antara lain:
- Sekolah di kawasan pusat Haram, yaitu area di sekitar Masjidil Haram
- Sekolah yang berada di jalur utama seperti Jalan Lingkar Kedua dan Jalan Lingkar Ketiga
- Sekolah yang digunakan sebagai pusat operasional lembaga pemerintah terkait pelayanan haji
Departemen Pendidikan Makkah menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai instansi terkait agar operasional pendidikan tetap berjalan lancar selama musim haji.
Pihak sekolah dan tenaga pengajar juga diminta memantau platform digital secara aktif agar siswa tetap dapat mengikuti pelajaran sesuai jadwal.
(dvs/inf)

Komentar Terbanyak
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat
MUI Minta Koruptor Dihukum Mati, Jangan Berlindung di Balik HAM