Setiap jemaah haji akan mendapat Kartu Nusuk yang berisi informasi penting. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengimbau jemaah tidak mengunggah Kartu Nusuknya di media sosial (medsos).
"Di Kartu Nusuk itu ada identitas lengkap, layanan transportasi, pemondokan, konsumsi hingga barcode. Jangan difoto lalu disebarluaskan," terang Ketua PPIH Embarkasi Medan Zulkifli Sitorus setelah melepas JCH Kloter 12 Embarkasi Medan di Asrama Haji Medan dilansir dari Antara, Rabu (6/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imbauan yang disampaikan di depan 5.990 calon haji asal Sumatera Utara itu bertujuan agar data lengkap para jemaah tidak disalahgunakan oleh pihak yang tak bertanggung jawab. Zulkifli menegaskan Kartu Nusuk adalah dokumen vital bagi calon haji RI.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara itu menegaskan Kartu Nusuk wajib dijaga setiap jemaah Indonesia, khususnya calhaj Sumatera Utara selama di Tanah Suci.
"Kalau tidak ada Kartu Nusuk, jemaah tidak akan diizinkan ke Masjidil Haram untuk melaksanakan tawaf dan sai," sambung Zulkifli.
Kartu Nusuk, kata Zulkifli, juga menjadi syarat utama masuk Arafah selama puncak haji. "Kalau tak bisa masuk Arafah, maka hajinya tidak sah," tegasnya.
Kemudian, dia juga mengatakan keberangkatan haji jadi panggilan suci yang harus disyukuri. Karenanya, harus dijaga kesiapan fisik serta mental demi proses ibadah yang lancar.
"Kami juga mengingatkan jemaah agar menjaga kebersamaan dan saling membantu selama di Tanah Suci tanpa membedakan asal daerah," tandas Zulkifli.
(aeb/kri)












































Komentar Terbanyak
Wamenhaj Dahnil Anzar Nilai Presiden Prabowo Layak Jadi Bapak Haji Indonesia
Mengapa Nabi Isa Disebut Belum Wafat dalam Islam?
Secara Hisab, Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026