Dukung Keselamatan Haji 2026, Saudi Pasang Alat Pendeteksi Kerusakan Jalan

Dukung Keselamatan Haji 2026, Saudi Pasang Alat Pendeteksi Kerusakan Jalan

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Selasa, 05 Mei 2026 18:30 WIB
Ilustrasi Arab Saudi
Ilustrasi suasana di Arab Saudi (Foto: ann_haq/d'Traveler)
Jakarta -

Demi memastikan pergerakan jemaah haji 2026 aman dan lancar, Otoritas Jalan (Roads General Authority) di bawah Kementerian Transportasi dan Layanan Logistik Arab Saudi mengerahkan armada terbesar di dunia untuk survei sekaligus evaluasi jalan. Saudi mempercepat peningkatan besar-besaran jaringan jalan nasionalnya.

Teknologi tersebut berfungsi meningkatkan keselamatan sekaligus efisiensi di seluruh jalan raya di Kerajaan. Langkah ini juga menjadi bagian dari transformasi besar yang sejalan dengan Saudi Vision 2030. Mereka menargetkan kemampuan melayani hingga 30 juta jemaah per tahun pada akhir dekade.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut laporan Arab News yang mengutip kantor berita Saudi (SPA), armada canggih itu dilengkapi dengan kamera beresolusi tinggi serta sensor laser yang bisa mendeteksi kerusakan jalan seperti retakan hingga ketebalan perkerasan dengan tingkat akurasi mencapai 0,05 milimeter.

Selain itu, sistem tersebut juga mengukur keselarasan jalan dan tingkat kelicinan permukaan. Teknologi ini diharapkan bisa mempercepat pengambilan keputusan dalam perawatan jalan, utamanya ketika puncak haji sehingga arus lalu lintas jemaah menuju berbagai lokasi suci bisa lebih lancar.

ADVERTISEMENT

Otoritas Jalan juga menargetkan penurunan angka kematian di jalan menjadi lima per 100.000 penduduk, sesuai standar global yang ditetapkan International Road Assesment Program. Modernisasi jalan ini menjadi bagian dari kesiapan sistem transportasi terpadu untuk musim haji 2026.

Sebelumnya, kementerian telah memastikan kesiapan operasional di sektor penerbangan, kereta api, laut hingga transportasi darat. Di sektor penerbangan, lebih dari 3,1 juta kursi disiapkan melalui 12.000 penerbangan di enam bandara utama dengan dukungan sekitar 22.000 personel.

Inovasi seperti check-in bagasi di luar bandara serta pengiriman awal air Zamzam diterapkan untuk mengurai kepadatan. Kemudian, jaringan kereta diproyeksikan mengangkut jutaan penumpang. Lebih dari 2 juta jemaah akan dilayani oleh Al-Mashaer Al-Mugaddasah Metro, sedangkan lebih dari 2,2, juta penumpang diperkirakan menggunakan Haramain High-Speed Railway yang menghubungkan Makkah dan Madinah.

Adapun untuk transportasi darat sekitar 33.000 bus dan 5.000 taksi disiagakan, mereka didukung dengan tim pengawasan dan manajemen lalu lintas.

Pada sektor logistik dan maritim, layanan juga diperkuat. Ini dibuktikan dengan Otoritas Pelabuhan yang telah merampungkan prosedur kedatangan di Jeddah Islamic Port, sementara pusat keselamatan transportasi nasional siaga 24 jam untuk kondisi darurat.




(aeb/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads