Cuaca panas ekstrem mulai menjadi perhatian serius bagi jemaah haji Indonesia. Suhu siang hingga sore hari mendekati musim haji diperkirakan mencapai 40 derajat Celsius. Suhu ekstrem ini meningkatkan risiko serangan heatstroke, terutama bagi lansia dan jemaah dengan penyakit penyerta (komorbid).
Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Madinah, Enny Nuryanti, menjelaskan heatstroke merupakan kondisi darurat yang terjadi akibat paparan panas berlebih.
"Heatstroke ini merupakan suatu kondisi di mana suhu tubuh itu tinggi. Biasanya heatstroke ini disebabkan oleh karena terpapar oleh sinar Matahari atau karena terlalu banyak aktivitas di luar, terlalu lama," ujarnya di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Madinah, Minggu (3/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, kondisi ini umumnya ditandai dengan suhu tubuh yang sangat tinggi. Gejala heatstroke tidak hanya berupa peningkatan suhu tubuh, tetapi juga disertai tanda lain yang perlu diwaspadai.
"Kalau heatstroke ini gejalanya biasanya memang suhu tubuh, pertama suhu tubuh di atas 40 derajat Celsius. Terus yang kedua bisa diikuti dengan pusing, mual muntah, bisa kejang," jelas dr Enny.
Jika gejala mulai muncul, jemaah diminta segera mengambil tindakan cepat. "Untuk bila terjadi memang segera ke pos kesehatan terdekat atau bawa ke tempat yang teduh. Bisa kita berikan semprotan air untuk mengurangi tinggi suhu tubuh ini," katanya.
Menurut dr Enny, kondisi cuaca saat ini menjadi peringatan serius, khususnya bagi jemaah lansia dan yang memiliki penyakit penyerta. Karena itu, jemaah diimbau untuk menghindari aktivitas di luar ruangan, terutama saat siang hari.
Tips Cegah Heatstroke
Untuk mencegah heatstroke, dr Enny membagikan sejumlah langkah sederhana yang bisa dilakukan jemaah:
- Minum air secara rutin, sekitar 200 ml per jam, jangan menunggu haus
- Bisa ditambah oralit untuk menjaga cairan tubuh
- Menyemprotkan air ke wajah atau bagian tubuh yang terbuka
- Menggunakan pakaian longgar agar sirkulasi udara lancar
- Membatasi aktivitas di luar ruangan
Ia juga menyarankan agar ibadah dilakukan dengan menyesuaikan kondisi cuaca. "Untuk jemaah haji saya harapkan untuk sholat duhur, sholat asar itu di dalam hotel saja," katanya.
Bagi jemaah yang sudah berada di Makkah dan akan melaksanakan umrah, disarankan memilih waktu yang lebih aman. "Bila melakukan umroh saya sarankan umrohnya di malam hari," tambahnya.
Selain itu, dr Enny menyebutkan jumlah jemaah yang dirawat di fasilitas kesehatan masih cukup signifikan.
"Untuk jemaah yang masih dirawat saat ini di rumah sakit Arab Saudi itu total sekitar 42. Untuk sakitnya terbanyak karena pneumonia diikuti jantung dan diabetes melitus," ungkapnya.
Dengan kondisi cuaca yang semakin panas, kewaspadaan dan disiplin menjaga kesehatan menjadi kunci agar jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan aman dan lancar.
(rns/inf)












































Komentar Terbanyak
Wamenhaj Dahnil Anzar Nilai Presiden Prabowo Layak Jadi Bapak Haji Indonesia
Mengapa Nabi Isa Disebut Belum Wafat dalam Islam?
Secara Hisab, Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026