Bacaan Sai dan Tata Cara dari Awal sampai Tahalul

Bacaan Sai dan Tata Cara dari Awal sampai Tahalul

Tia Kamilla - detikHikmah
Selasa, 28 Apr 2026 11:45 WIB
Bacaan Sai dan Tata Cara dari Awal sampai Tahalul
Ilustrasi haji. Foto: Getty Images/iStockphoto/Sony Herdiana
Jakarta -

Sai adalah salah satu rukun dalam ibadah haji. Sai dilakukan dengan berjalan bolak-balik dari Bukit Shafa ke Marwah sebanyak tujuh kali.

Sebagian ulama seperti dari madzhab Syafi'i, Maliki, dan Hanbali sepakat bahwa sai termasuk rukun haji. Sementara itu, madzhab Hanafi berpendapat sai adalah wajib haji. Jika tidak dilakukan, hajinya tetap sah, tetapi harus membayar dam atau denda.

Lalu, bagaimana bacaan sai dan tata cara haji dari awal sampai akhir hingga tahalul? Simak penjelasannya berikut ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan Sai Arab, Latin, dan Artinya

Mengutip buku Doa & Zikir Haji dan Umrah 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, berikut ini adalah beberapa bacaan sai sesuai lokasinya:

1. Doa Ketika Pertama Kali Mendekati Safa

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ وَرَسُولُهُ إِنَّ الصَّفَا والْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللهِ، فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أو اعْتَمَرَ فَلا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا، وَمَنْ تَطوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ. أَبْدَأَ بِمَا بَدَأ اللَّهُ بِهِ وَرَسُولُهُ

ADVERTISEMENT

Bismillahirrahmaanirrahiim wa rasuluh. Innash shofaa wal marwata min sya'airillah, fa man hajjal baita awi' tamara falaa junaaha 'alaihi an yat thouwwada bihimaa, wa man tathouwwa'a khoiron fa innallaha syaakirun 'aliim. Abda'u bimaa bada'allahu bihi wa rasuluh.

Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan maka Allah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui. Aku memulai sai dengan apa yang Allah dan Rasul-Nya memulai."

2. Doa di Atas Bukit Safa Ketika Menghadap Ka'bah

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَاللَّهِ الْحَمْدُ. اَللَّهُ أَكْبَرُ عَلَى مَا هَدَانَا الْحَمْدُ للهِ عَلَى مَا أَوْلَانَا. لَا إِلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لاَشَريكَ لَهُ. لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْيْ قَدِيْرٌ. أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ وَالْحَمْدُ لله رب العالمين

Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar walilahil hamd. Allahuakbar 'alaa maa hadaanal hamdullahi 'alaa maa aulaana. Laa ilaaha illallahu wahdahulaa syariikalah, lahulmulku walahul hamdu wahuwa 'ala kulli syai'in qodiir. An jaza wa'dahu wa nashara 'abdahu wahazamal ahzaaba wahdah. Laa ilaha illallahu walaa na'budu illa iyyahu muhlisiina lahuddaina wa laukarihal kaafiruuna walhamdulillahi robbil 'alamiin.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar, atas petunjuk yang diberikan-Nya kepada kami, segala puji bagi Allah atas karunia yang telah dianugerahkan-Nya kepada kami, tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian, Dia berkuasa atas segala sesuatu. Dia telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan sendiri musuh-musuh-Nya. Tidak ada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya dengan memurnikan kepatuhan semata kepada-Nya walaupun orang-orang kafir membenci, dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta Alam."

3. Doa Setiap Mendekati Safa dan Marwah

إنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَواعْتَمَرَ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطْوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

Innash shafaa wal marwata min sya'airillah, fa man hajjal baita awi'tamara fa laa junaaha 'alaihi an yath thawwafa bihimaa wa man tathawwa'a khairan fa innallaha syaakirun 'aliim.

Artinya: "Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan maka Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui."

4. Doa di Antara Dua Pilar Hijau/Sepanjang Lampu Hijau

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا لا نَعْلَمُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْأُخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbighfir warham wa'fu wa takarram, wa tajaawaz ammaa ta'lam innaka ta'lamu maa laa na'lamu. Allahummaghfir warham innaka antal aa'azzul akram. Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanatan wa fil aakhirati hasanatan waqina adzaa bannaar.

Artinya: "Ya Allah ampunilah, sayangilah, maafkan dan bermurah hatilah serta hapuslah apa yang Engkau ketahui. Sungguh Engkau tahu apa yang kami sendiri tidak tahu. Ya Allah ampuni dan sayangilah (kami), sesungguhnya Engkau adalah Allah Maha Mulia dan Maha Pemurah. Ya Tuhan kami berikanlah kami kebaikan di dunia dan akhirat dan lindungilah kami dari azab api neraka."

5. Doa di Bukit Marwah setelah Sai

اللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا وَعَافِنَا وَاعْفُ عَنَّا وَعَلَى طَاعَتِكَ وَشُكْرِكَ أَعِنَّا وَعَلَى غَيْرِكَ لَا تَكِلْنَا وَعَلَى الْإِيْمَانَ وَالْإِسْلَامِ الكَامِل جَمِيْعًا تَوَفَّنَا وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِتَرْكِ الْمَعَاصِيْ أَبَدًا مَا أَبْقَيْتَنِيْ وَارْحَمْنِيْ أَنْ أَتَكَلَّفَ مالايَعْنِينِي وَارْزُقْنِي حُسَنَ النَّظَرِ فِيْمَا يُرْضِيْكَ عَنِّي يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Allahumma rabbanaa taqabbal minna wa'aafinaa wa'fu 'anna, wa 'alaa tha'atika wa syukrika a'inna, wa 'alaa ghairika laa takilnaa wa 'alaal iimani wal islaamil kaamili jamii'an tawaffanaa wa anta raadhin 'annaa. Allahummarhamnii bitarkil ma'aasii abadan maa abqaitanii warhamnii an atakallafa maa laa ya'niinii warzuqnii khusnan nadhori fiimaa yurdhiika 'annaa yaa arhamar raahimiin.

Artinya: "Ya Allah kami mohon terimalah doa dan amalan kami, lindungi dan ampunilah kami berilah pertolongan kepada kami untuk taat dan bersyukur kepada-Mu. Janganlah Engkau jadikan kami bergantung selain kepada-Mu. Matikanlah kami dalam Islam yang sempurna dalam keridhaan-Mu. Ya Allah rahmatilah diri kami sehingga mampu meninggalkan segala kejahatan selama hidup kami, dan rahmatlah diri kami sehingga tidak berbuat hal yang tidak berguna. Karuniakanlah kepada kami keridhaan-Mu. Wahai Tuhan yang bersifat Maha Pengasih Yang Penyayang."

Tata Cara Haji dari Awal hingga Tahalul

Mengutip buku sebelumnya berikut adalah tata cara haji dari awal hingga tahalul:

1. Ihram

Kata ihram berasal dari bahasa Arab yang berarti masuk ke dalam keadaan yang diharamkan. Dalam istilah ibadah, ihram adalah niat untuk mulai melaksanakan haji atau umrah. Niat ini berarti seseorang mulai masuk ke dalam ibadah dan harus menjauhi hal-hal yang dilarang selama ihram.

2. Talbiyah

Secara bahasa, talbiyah berarti memenuhi atau menjawab panggilan dengan niat yang tulus. Dalam istilah, talbiyah adalah bacaan yang diucapkan untuk memenuhi panggilan Allah SWT saat menjalankan haji atau umrah dalam keadaan ihram.

3. Tawaf

Tawaf secara bahasa berarti mengelilingi. Dalam istilah, tawaf adalah mengelilingi Baitullah sebanyak tujuh putaran, dengan posisi Ka'bah di sebelah kiri. Tawaf dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad.

4. Sai

Sai secara bahasa berarti berjalan atau berusaha. Dalam istilah, sai adalah berjalan dari Bukit Shafa ke Marwah secara bolak-balik sebanyak tujuh kali, dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwah, dengan syarat dan tata cara tertentu.

5. Wukuf

Secara bahasa, wukuf berarti berhenti. Dalam istilah, wukuf adalah berdiam diri di Arafah dalam keadaan ihram, meski hanya sebentar, pada waktu antara tergelincir matahari tanggal 9 Zulhijah (hari Arafah) hingga terbit fajar 10 Zulhijah. Wukuf di Arafah merupakan salah satu rukun haji yang wajib dilakukan. Wukuf adalah inti ibadah haji dan tidak bisa diganti dengan dam. Jemaah yang tidak melaksanakan wukuf, maka hajinya tidak sah.

6. Mabit

Secara bahasa, mabit berarti bermalam. Dalam istilah, mabit adalah bermalam di Muzdalifah dan Mina sesuai dengan rangkaian ibadah haji.

7. Melontar Jamrah

Melontar jamrah adalah melempar batu kerikil ke arah jamrah Sughra, Wustha, dan Kubra dengan niat mengenai sasaran. Kerikil harus masuk ke area jamrah (marma). Ibadah ini dilakukan pada hari Nahar dan hari-hari Tasyrik.

8. Tahalul

Tahalul dalam haji terbagi menjadi dua, yaitu:

Tahalul Awal

Tahalul awal adalah keadaan ketika jemaah sudah melakukan dua dari tiga amalan berikut:

  • Melontar Jamrah Aqabah, lalu memotong atau mencukur rambut
  • Tawaf ifadhah dan sai, lalu memotong atau mencukur rambut

Setelah tahalul awal, jemaah sudah boleh memakai pakaian biasa, menggunakan wewangian, dan melakukan larangan ihram lainnya, kecuali berhubungan suami istri.

Tahalul Tsani

Tahalul tsani adalah keadaan ketika jemaah sudah melakukan tiga amalan haji, yaitu:

  • Melontar Jamrah Aqabah
  • Memotong atau mencukur rambut
  • Tawaf ifadhah dan sai

Setelah tahalul tsani, semua larangan ihram sudah boleh dilakukan, termasuk berhubungan suami istri.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads