Tak ada yang mustahil jika Allah sudah berkehendak. Hal inilah yang dibuktikan oleh Hamdi, seorang marbot masjid asal Banjarmasin yang kini telah menginjakkan kakinya di Madinah, Arab Saudi.
Hamdi bukanlah pengusaha sukses atau pejabat. Ia adalah pelayan rumah Allah yang sehari-harinya menjaga kebersihan masjid. Namun, di balik kesederhanaannya, ia menyimpan tekad baja untuk menunaikan rukun Islam kelima.
Kunci keberangkatan Hamdi adalah kedisiplinan. Ia mengisahkan bagaimana ia mengelola penghasilannya yang tidak menentu untuk ditabung ke rekening haji.
"Penghasilan kalau dari masjid setiap bulan dikasih sejuta. Ada yang kasih Rp 500 (ribu) seminggu, jadi sebulan Rp 2 juta. Ada juga dikasih orang, itu saya kumpulin," kata Hamdi saat ditemui tim MCH di Bandara Madinah pada Minggu (25/04/2026) Waktu Arab Saudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uang yang ia kumpulkan sedikit demi sedikit itu digunakan untuk mendaftar haji secara mandiri. Baginya, setiap rupiah yang masuk ke tabungan adalah harapan yang ia rawat setiap hari.
Perjalanan Hamdi menuju Tanah Suci tidaklah instan. Ada masa tunggu selama 15 tahun yang ia lalui dengan penuh kesabaran. Selama kurun waktu tersebut, ia tak pernah putus asa meskipun kondisi ekonomi tidak selalu menguntungkan.
"Nunggu 15 tahun. Daftarnya sendiri," jelasnya.
Penantian itu akhirnya terbayar tuntas tahun ini. Ia tidak berangkat sendiri, melainkan didampingi oleh istri tercinta, Aminah. Keduanya tak kuasa menahan tangis saat menyadari impian belasan tahun itu kini ada di depan mata.
Kisah Hamdi dan Aminah menjadi inspirasi bagi jutaan Muslim lainnya. Mereka membuktikan bahwa haji bukan hanya tentang siapa yang paling kaya, tapi tentang siapa yang paling kuat niatnya dan paling tekun usahanya.
Kini, Hamdi siap menjalankan rangkaian ibadah di Masjid Nabawi sebelum bertolak ke Mekah untuk melaksanakan puncak ibadah haji.
(lus/lus)












































Komentar Terbanyak
Nabi-nabi dari Kalangan Bani Israil, Ini Daftar Lengkapnya
Apakah Haji Bisa Tidak Mabrur? Ini Kesalahan yang Sering Dilakukan Jemaah
Pendapat Hukum Austria Sebut Larangan Jilbab Tak Sesuai dengan Konstitusi