Haji merupakan salah satu bagian dalam rukun Islam yang memiliki kedudukan sangat istimewa bagi setiap muslim. Ibadah ini bukan sekadar perjalanan fisik ke Tanah Suci, tetapi juga perjalanan spiritual yang penuh makna dan pengorbanan.
Dalam berbagai hadits, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa haji mabrur memiliki keutamaan luar biasa, bahkan disebut setara dengan jihad di jalan Allah. Hal ini menimbulkan pertanyaan mendalam tentang alasan di balik tingginya nilai ibadah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Haji Mabrur Setara dengan Jihad
Haji mabrur adalah ibadah haji yang diterima oleh Allah SWT karena dilaksanakan dengan memenuhi rukun, syarat, dan ketentuan yang benar.
Istilah "mabrur" berasal dari kata al-birru yang berarti kebaikan, sehingga haji ini mencerminkan kualitas ibadah yang penuh keikhlasan dan ketakwaan. Haji mabrur juga ditandai dengan perubahan perilaku menjadi lebih baik, baik secara pribadi maupun dalam kehidupan sosial setelah kembali dari Tanah Suci.
Ketika haji seseorang mabrur, ibadah yang dilakukannya memiliki nilai yang setara dengan jihad di jalan Allah. Dalam Syarah Riyadhus Shalihin jilid 3 karya Imam An-Nawawi, terdapat hadits yang menjelaskan haji yang mabrur setara dengan jihad.
عَنْ عَائِشَةَ أَمِّ الْمُؤْمِنِينَ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا نَخْرُجُ تُجَاهِدُ مَعَكُمْ قَالَ لَا جِهَادُكُنَّ الحَجُّ الْمَبْرُورُ وَهُوَ لَكُنَّ جِهَادٌ
Artinya: "Dari Aisyah umul mukminin berkata: Wahai Rasulullah, apakah tidak sebaiknya kami keluar ikut berjihad bersamamu? Beliau menjawab: Tidak, jihad kalian adalah haji mabrur dan itu adalah jihad bagi kalian." (HR Ahmad)
Dalam riwayat lain dari Aisyah RA dikatakan:
قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ، نَرَى الْجِهَادَ أَفْضَلُ الْعَمَلِ أَفَلَا نُجَاهِدُ؟ فَقَالَ: «لَكِنْ أَفْضَلُ الْجِهَادِ: حَجٌ مَبْرُورٌ رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ.
Artinya: Aku berkata, "Ya Rasulullah, menurut kami jihad itu adalah amal perbuatan yang paling utama. Bolehkah kami berjihad?" Beliau bersabda, "Tetapi jihad yang paling utama adalah haji yang mabrur." (HR Bukhari)
Berdasarkan hadits ini, haji mabrur memiliki kedudukan yang setara dengan jihad di jalan Allah. Rasulullah SAW menegaskan bahwa haji mabrur merupakan bentuk jihad yang diperuntukkan bagi mereka.
Kenapa Haji Mabrur Dianggap Setara dengan Jihad?
Berdasarkan penjelasan dalam Syarah Riyadhus Shalihin, haji mabrur disebut setara dengan jihad karena mengisyaratkan besarnya keutamaan haji dan pahalanya, serta anjuran terhadap kaum perempuan untuk mengerjakannya.
Pensyarah hadits mengatakan keutamaan haji mabrur sebagai jihad paling utama hanya berlaku bagi kaum wanita. Jihad para wanita adalah ibadah haji, sedangkan para pria jihad di jalan Allah lebih utama daripada ibadah haji, kecuali haji wajib, dia lebih utama daripada jihad di jalan Allah karena itu termasuk rukun Islam.
Selain itu, dikutip dari buku Ibadah Haji: Rukun Islam Kelima karya KH Ahmad Sarwat (Rumah Fiqih), jihad fi sabilillah merupakan ibadah yang sangat istimewa dan memiliki pahala besar di sisi Allah SWT. Ibadah ini menempati kedudukan tinggi dalam Islam karena berkaitan dengan perjuangan di jalan Allah.
Untuk dapat melaksanakan jihad, seseorang memerlukan berbagai persyaratan seperti kekuatan fisik, kemampuan, serta keterampilan tertentu. Selain itu, jihad juga membutuhkan kesiapan harta yang tidak sedikit sebagai bekal dalam perjuangan.
Karena beratnya syarat tersebut, tidak semua sahabat dapat ikut serta dalam jihad meskipun memiliki keinginan yang kuat. Bahkan, sebagian sahabat menangis karena tidak memenuhi syarat untuk ikut berjihad di jalan Allah.
Di antara mereka yang merasa sangat kecewa adalah para wanita sahabiyah yang tidak diwajibkan untuk ikut berjihad dalam peperangan. Kondisi ini menunjukkan adanya keterbatasan bagi sebagian umat dalam melaksanakan ibadah jihad secara langsung.
Sebagai bentuk keringanan, Allah SWT memberikan ibadah haji yang nilainya setara dengan jihad di sisi-Nya. Hal ini ditegaskan dalam riwayat Aisyah Ummul Mukminin RA, di mana Rasulullah SAW menyebut haji mabrur sebagai jihad bagi mereka.
(hnh/kri)












































Komentar Terbanyak
Apakah Haji Bisa Tidak Mabrur? Ini Kesalahan yang Sering Dilakukan Jemaah
Nabi-nabi dari Kalangan Bani Israil, Ini Daftar Lengkapnya
Pendapat Hukum Austria Sebut Larangan Jilbab Tak Sesuai dengan Konstitusi