Berapa Baju yang Dibawa Saat Haji? Ini Jumlah Idealnya

Berapa Baju yang Dibawa Saat Haji? Ini Jumlah Idealnya

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Minggu, 19 Apr 2026 07:00 WIB
Ilustrasi Suami Istri Haji/ Umrah
Ilustrasi jemaah haji. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Gatot Adriansyah)
Jakarta -

Jemaah haji Indonesia akan tinggal di Arab Saudi selama 38-40 hari. Tentunya jemaah perlu menyiapkan bekal materi sesuai kebutuhan termasuk baju ganti. Berapa idealnya?

Kunci kenyamanan beribadah di Tanah Suci tidak terletak pada banyaknya baju yang dibawa, melainkan pada efisiensi dan ketepatan jenis pakaian. Membawa baju yang terlalu banyak justru akan menyulitkan mobilitas jemaah haji.

Lantas, berapa sebenarnya jumlah baju yang ideal untuk dibawa agar koper tetap ringan tetapi kebutuhan terpenuhi? Apa saja aturan pakaian yang harus dipatuhi, baik untuk jemaah laki-laki maupun perempuan? Berikut pembahasannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baju yang Dibawa Saat Haji

Jemaah haji dapat membawa jumlah baju sesuai dengan kebutuhan selama di Tanah Suci. Meski begitu, jemaah tetap harus memperhatikan batasan bagasi dan efisiensi, mengingat durasi ibadah yang cukup panjang.

Mengacu Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah 2026 terbitan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, jemaah haji idealnya membawa baju sebanyak lima setel, termasuk pakaian seragam batik yang telah ditetapkan sebagai identitas nasional. Meski begitu, jemaah dapat membawa baju bekal tambahan secukupnya, mungkin bisa dua setel.

ADVERTISEMENT

Jemaah haji dilarang membawa pakaian transparan, tipis, dan ketat hingga membentuk lekukan tubuh. Sebisa mungkin pakaian dapat menutup aurat dan melindungi diri, baik jemaah laki-laki maupun perempuan.

Selain baju sehari-hari, jemaah haji juga jangan lupa menyiapkan pakaian ihram. Perlu diingat, terdapat aturan dalam penggunaan pakaian ihram, baik untuk laki-laki maupun perempuan.

Jemaah laki-laki memakai dua helai kain ihram, satu untuk menutup bagian bawah tubuh dan satu kain diselempangkan di bahu menutupi bagian atas. Jemaah laki-laki dilarang mengenakan pakaian ihram yang bertangkup atau dijahit, diikat, direkatkan dengan cara apa pun.

Sementara itu, jemaah perempuan memakai pakaian ihram yang menutup seluruh tubuh kecuali muka dan kedua tangan dari pergelangan hingga ujung jari (kaffain), baik telapak tangan maupun punggung tangan.

Selain baju dan pakaian ihram, terdapat bekal lainnya yang harus disiapkan dan dibawa jemaah haji ke Tanah Suci. Apa saja bekal tersebut?

Bekal Materi Lainnya yang Dibawa Saat Haji

Agar pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar, jemaah haji harus menyiapkan dan membawa bekal materi secukupnya. Jemaah dapat membawa bekal yang halal dan cukup selama perjalanan dan menyiapkan bekal memadai bagi keluarga yang ditinggalkan.

Selain itu, jemaah haji juga harus membawa dokumen penting yang terdiri dari bukti lembar setor lunas Bipih, kartu BPJS, buku paspor, dan lembar visa haji. Jemaah haji juga dianjurkan membawa kartu ATM yang memiliki logo jaringan internasional, baik visa maupun Mastercard.

Barang yang Dilarang dalam Penerbangan Haji

Sebelum berangkat ke Tanah Suci, jemaah wajib memperhatikan barang-barang yang dilarang dalam penerbangan. Berikut di antaranya:

  • Senjata tajam (pisau, golok, parang, clurit, dll)
  • Perhiasan dan uang tunai dalam jumlah banyak
  • Minyak goreng/tanah, korek api, zippo
  • Kompor/lampu gas dan tabung oksigen
  • Senjata api dan bahan peledak
  • Cairan bersifat korosif dan beracun
  • Air zamzam
  • Ember
  • Cairan dalam botol (kecap, madu, sambal)
  • Buah/makanan berbau menyengat




(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads