Presiden Prabowo Subianto meminta PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk untuk menjajaki peluang kerja sama bisnis patungan (joint venture) dengan Saudia Airlines guna mengoptimalkan layanan penerbangan haji.
Ia mengungkapkan rencana tersebut telah mulai dibicarakan dengan pihak Arab Saudi. Menurutnya, selama ini operasional penerbangan haji belum berjalan efisien karena pesawat Garuda yang mengangkut jemaah ke Tanah Suci sering kali kembali ke Indonesia tanpa penumpang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi serupa, lanjutnya, juga dialami oleh maskapai Arab Saudi yang membawa jemaah pulang ke Indonesia, namun kembali ke negaranya dalam keadaan kosong. Oleh karena itu, Prabowo menilai kerja sama antara kedua maskapai dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menekan biaya operasional.
"Selama ini pesawat Garuda berangkat dan pulangnya kosong. Ini kan tidak ekonomis," ujar Prabowo saat menyampaikan taklimat dalam rapat kerja pemerintah di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).
Ia pun mengusulkan pembentukan perusahaan patungan dengan komposisi kepemilikan seimbang, yakni 50 persen Indonesia dan 50 persen Arab Saudi.
"Kenapa nggak kerja sama bikin satu anak perusahaan 50 persen Arab Saudi 50 persen Indonesia. Kalau pesawat terbang ini ke Arab Saudi penuh, ke Indonesia penuh, harga bisa turun lagi," ujar Prabowo.
Selain itu, pemerintah Indonesia juga telah mengajukan permohonan kepada pemerintah Arab Saudi untuk membangun terminal khusus haji bagi jemaah Indonesia. Usulan ini secara prinsip telah mendapat persetujuan, dan diharapkan mampu mempercepat proses kedatangan serta kepulangan jemaah.
Prabowo menegaskan instruksi untuk menjajaki kerja sama ini sebenarnya telah disampaikan sekitar dua bulan lalu kepada pihak terkait. Ia pun mendorong agar prosesnya segera ditindaklanjuti dengan cepat, termasuk meminta jajaran pimpinan Garuda Indonesia untuk melaporkan perkembangan rencana tersebut secara langsung kepadanya.
(lus/kri)












































Komentar Terbanyak
Eks Menag Kritik Rencana War Tiket Haji Kemenhaj
Kemenhaj Wacanakan War Tiket Jadi Mekanisme Naik Haji Tanpa Antre
Prabowo Ingin Hapus Antrean Haji, Kemenhaj Kaji Sistem "War Ticket"