Hajar Aswad Dicuri dan Hilang 22 Tahun, Masjidil Haram Mencekam

Hajar Aswad Dicuri dan Hilang 22 Tahun, Masjidil Haram Mencekam

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Senin, 06 Apr 2026 18:30 WIB
Pemerintah Arab Saudi merilis foto jarak dekat dari batu hitam Hajar Aswad. Ini adalah gambar langka yang belum pernah dipertunjukkan karena beresolusi sangat tinggi.
Pemerintah Arab Saudi merilis foto jarak dekat dari batu hitam Hajar Aswad. Ini adalah gambar langka yang belum pernah dipertunjukkan karena beresolusi sangat tinggi. Foto: dok. Pemerintah Arab Saudi
Jakarta -

Dalam sejarah Islam, Hajar Aswad pernah dicuri dan hilang dari Ka'bah selama kurang lebih 22 tahun. Suasana Masjidil Haram mencekam, ibadah haji sampai ditiadakan.

Hajar Aswad diyakini sebagai batu mulia yang berasal dari surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

نَزَلَ الْحَجَرُ الأَسْوَدُ مِنَ الْجَنَّةِ وَهُوَ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ اللَّبَنِ فَسَوَّدَتْهُ خَطَايَا بَنِي آدَمَ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Hajar Aswad turun dari surga berwarna lebih putih dari susu lalu berubah warnanya jadi hitam akibat dosa-dosa bani Adam." (HR Tirmidzi, An-Nasa'i, Ahmad, Ibnu Khuzaimah, dan Al-Baihaqi)

ADVERTISEMENT

Terdapat masa di mana Ka'bah kehilangan batu yang berasal dari surga tersebut. Lantas, siapa yang mencuri batu hitam tersebut? Berikut kisah selengkapnya.

Serangan Kelompok Qaramithah dan Pembantaian di Masjidil Haram

Hajar Aswad pernah dicuri dan hilang keberadaan dari Kota Makkah selama 22 tahun. Pencurian Hajar Aswad terjadi pada 317 H/930 M, dilakukan oleh kelompok Syiah Ismai'liyah bernama Qaramithah, yang saat itu dipimpin oleh Abu Thahir Al-Qarmuthi Sulaiman bin Abu Sa'id.

Dikisahkan dalam buku Sejarah Hajar Aswad & Maqam Ibrahim: Kisah Lengkap Batu dari Surga dan Jejak Kaki Nabi Ibrahim karya Said Muhammad Bakdasy, Qaramithah merupakan kelompok yang dikaitkan kepada seorang laki-laki dari Kufah bernama Qirmith. Dia mengajak pada kekufuran secara terang-terangan.

Golongan Qaramithah adalah sekte Bathiniyah. Qirmith dibunuh oleh Khalifah al-Mukhtafi Billah al-'Abbasi pada 293 H/906 M.

Pada saat itu, Abu Thahir beserta 900 orang pasukannya memasuki Makkah. Mereka memasuki Masjidil Haram dan membunuh para jemaah haji dengan cara sangat keji. Mereka menutup sumur zamzam dengan mayat-mayat jemaah haji. Mereka juga membunuh 30.000 orang yang berada di Makkah.

Abu Thahir kemudian mendatangi Hajar Aswad yang berada di Ka'bah. Ia memukulnya dengan menggunakan dabbus (tongkat besi) hingga pecah. Pada Senin, 14 Zulhijah, ia mengambil Hajar Aswad dan membawa ke negara asalnya, Bahrain.

Dia ingin ibadah haji dilaksanakan di negerinya. Namun, keinginannya tersebut gagal dan berjalan secara sia-sia. Ada yang mengatakan 40 unta milik Abu Thahir mati ketika memindahkan Hajar Aswad. Saat Hajar Aswad dikembalikan, unta kurus yang membawanya tiba-tiba menjadi gemuk.

Kembalinya Hajar Aswad

Setelah peristiwa pencurian itu, sisi Ka'bah tempat Hajar Aswad kosong. Pada saat itu, orang-orang meletakkan tangan mereka di tempat tersebut untuk mencari berkah. Kondisi ini berlangsung hingga akhirnya Hajar Aswad dikembalikan ke tempat semula pada Selasa, bertepatan dengan Idul Adha tahun 339 H/951 M.

Kembalinya Hajar Aswad terjadi setelah Abu Tahrir tewas pada 332 H/944 M. Hajar Aswad dikembalikan oleh Sanbar bin al-Hasan al-Qirmithi, sehingga Makkah kembali sempurna dengan kembalinya Hajar Aswad. Ia memperlihatkan Hajar Aswad di pelataran Ka'bah dan ditemani oleh pemimpin Makkah pada saat itu.

Hajar Aswad memiliki tempelan perak yang dibuat sepanjang dan selebar batunya. Tempelan-tempelan tersebut mengikat celah-celah yang timbul setelah diambil dari tempatnya. Sanbar al-Qirmithi kemudian meletakkan Hajar Aswad di tangannya. Tukang yang sudah berada di sana kemudian merekatkannya menggunakan plester.

Setelah meletakkan kembali Hajar Aswad, Sanbar berkata, "Kami mengambilnya dengan kekuasaan Allah, dan kami mengembalikannya dengan kehendak-Nya." Orang-orang memandang Hajar Aswad lantas mencium dan menyentuhnya sambil memuji Allah SWT.




(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads