Menhaj Tekankan Sisa Kuota Haji Harus Segera Diisi, Jangan Sampai Terbuang

Menhaj Tekankan Sisa Kuota Haji Harus Segera Diisi, Jangan Sampai Terbuang

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Sabtu, 04 Apr 2026 16:00 WIB
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf Hasyim (Gus Irfan), saat ditemui di ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2025).
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf Hasyim. (Foto: Hanif Hawari/detikcom)
Jakarta -

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan melakukan kunjungan kerja dan rapat koordinasi dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Tengah beserta jajaran di Asrama Haji Semarang.

Pertemuan ini membahas kesiapan layanan jemaah haji menjelang keberangkatan haji 1447 H/2026 M sekaligus mengantisipasi berbagai kendala teknis.

Dalam pertemuan tersebut, Menhaj menyoroti pentingnya pengisian sisa kuota haji yang muncul akibat adanya jemaah yang wafat, sakit, atau mengundurkan diri. Ia meminta sistem Siskohat di daerah bergerak cepat agar kursi kosong dapat segera diisi oleh jemaah cadangan yang telah melunasi biaya haji.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Isu kuota ini sangat krusial di tingkat nasional. Saya tidak ingin melihat ada satu kursi pun yang kosong atau mubazir hanya karena lambatnya administrasi mitigasi. Setiap kursi adalah harapan jemaah yang sudah mengantre belasan tahun," tegas Gus Irfan di Semarang, Jum'at (3/4/2026) dikutip dari laman resmi Kemenhaj RI.

Selain itu, beliau juga meninjau fasilitas Asrama Haji di Semarang. Gus Irfan menegaskan bahwa koper dan atribut haji harus sudah diterima jemaah sebelum masuk asrama. Kelayakan fasilitas seperti kasur, AC, serta kualitas katering, termasuk menu bagi jemaah lansia, juga harus menjadi perhatian.

ADVERTISEMENT

"Wajah pelayanan kementerian kita tercermin dari bagaimana kita menjamu tamu Allah di asrama. Jika ada vendor yang lamban atau fasilitas asrama yang tidak layak, saya instruksikan untuk segera diganti dalam hitungan hari. Tidak ada kompromi untuk kenyamanan jemaah, terutama bagi para lansia kita," jelasnya.

Melalui koordinasi ini, diharapkan layanan haji tahun 2026 dapat berjalan lebih transparan, proporsional, dan nyaman bagi seluruh jemaah.



(inf/hnh)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads