Pemerintah Arab Saudi mulai mengungkap dan merealisasikan rencana besar pembangunan bandara baru di Makkah. Proyek ini menjadi bagian dari transformasi infrastruktur dan transportasi yang terus dikembangkan untuk mendukung mobilitas jutaan jemaah setiap tahunnya.
Dilansir dari Gulf News, Jumat (3/4/2026) untuk pertama kalinya, rencana pembangunan Bandara Makkah dan sistem metro tersebut secara resmi diumumkan. Langkah ini menandai keseriusan pemerintah Saudi dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan transportasi di kota suci tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CEO Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat-Tempat Suci, Saleh Al-Rasheed Foto: Dok. Saudi Gazette |
CEO Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat-Tempat Suci, Saleh Al-Rasheed, mengungkapkan bahwa arah investasi strategis dan ekonomi untuk pembangunan Bandara Makkah telah mendapatkan persetujuan.
Dalam wawancara dengan Harvard Business Review yang dikutip oleh Saudi Gazette, ia menyebutkan bahwa bandara tersebut akan dibangun sesuai standar internasional guna melayani jutaan pengunjung yang datang ke Makkah setiap tahunnya.
Ia menambahkan bahwa proyek ini akan melibatkan kerja sama dengan sektor swasta untuk menciptakan model investasi yang tepat, tanpa mengganggu keberlanjutan bandara di kota-kota sekitar. Selain itu, studi kelayakan serta desain awal untuk proyek Metro Makkah juga telah diselesaikan, menandakan kesiapan untuk masuk ke tahap berikutnya.
Integrasi Teknologi dan Konsep "Makkah Pintar"
Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, pemerintah juga mengembangkan sistem berbasis teknologi untuk meningkatkan pengalaman jemaah. Salah satu inisiatif yang diperkenalkan adalah konsep "Makkah Pintar" yang memanfaatkan kecerdasan buatan dalam mengelola pergerakan jemaah di sekitar Masjidil Haram.
Dalam penjelasannya, Al-Rasheed mengungkapkan bahwa sistem ini akan digunakan untuk memantau dan mengatur arus jemaah secara real-time. Teknologi tersebut juga mencakup sistem prediksi kepadatan di area vital seperti Jembatan Jamarat dan zona pusat kota.
Selain itu, pemanfaatan pencitraan udara akan diintegrasikan dengan aplikasi "Balady", sehingga memberikan informasi yang lebih akurat dan membantu jemaah dalam menjalankan ibadah dengan lebih nyaman.
Peningkatan Infrastruktur dan Fasilitas Pendukung
Selain transportasi, pembangunan infrastruktur juga terus digenjot. Sejumlah ruas jalan lingkar utama telah selesai dan kini terhubung langsung dengan jalur menuju Masjidil Haram dan tempat-tempat suci lainnya, termasuk Jalan Raja Abdulaziz dan Jalan Ibrahim Al-Khalil.
Peningkatan juga mencakup fasilitas di sekitar Masjidil Haram, seperti pembangunan gedung perawatan dan pemasangan eskalator listrik guna meningkatkan efisiensi operasional dan kenyamanan jemaah.
Di kawasan Arafah dan Mina, proyek pembangunan dilakukan dalam skala besar, mulai dari pengembangan area seluas ratusan ribu meter persegi, pembangunan tenda dua lantai, hingga penyediaan menara hunian dengan kapasitas puluhan ribu jemaah. Selain itu, rumah sakit darurat dengan kapasitas 200 tempat tidur juga dibangun untuk mendukung layanan kesehatan selama musim haji.
(dvs/lus)













































Komentar Terbanyak
Anggaran Sewa Laptop & Meja Disebut Terlalu Besar, Kemenag: Ini Jauh Lebih Efisien
Kenapa Mayoritas Penduduk Madinah Dulu Beragama Yahudi?
MUI Kecam Pimpinan Ponpes di Pati yang Perkosa Santriwati: Perbuatan Terkutuk!