Pelaksanaan diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk pertama kalinya di bawah koordinasi Kementerian Haji menjadi momen penting dalam penguatan pelayanan haji Indonesia. Tak hanya soal teknis lapangan, diklat ini diproyeksikan sebagai ruang pembentukan mental dan sinergi petugas yang akan bertugas di titik paling berat, yaitu Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pembinaan Mental TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama TNI Harun Arrasyid, saat ditemui wartawan usai menyampaikan pemaparan di salah satu sesi diklat calon PPIH 2026 di Aula Gedung Serbaguna Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.
Harun Arrasyid pernah menjabat sebagai Kasatops Armuzna pada Haji 2025, sehingga memahami langsung tantangan lapangan yang dihadapi petugas. Menanggapi pelaksanaan diklat PPIH perdana di lingkungan Kementerian Haji, Harun menilai program tersebut memberikan dampak positif bagi kesiapan petugas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tanggapan kami ini positif sekali ya, karena memang petugas kita dengan adanya diklat ini akan lebih bersinergi satu sama lain," ujar Harun di Aula Gedung Serbaguna Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (21/1) malam.
Menurutnya, sinergi antarpersonel menjadi faktor krusial mengingat beratnya tugas yang akan dihadapi petugas saat puncak haji. Tekanan fisik dan mental di Armuzna menuntut kesiapan yang tidak bisa dibentuk secara instan.
"Yang kedua agar juga mempersiapkan mental, karena tugas-tugas yang nanti dilaksanakan di Arafah Muzdalifah Mina ini lumayan berat," katanya.
Diklat Panjang untuk Tugas Berat
Harun menjelaskan, durasi pelatihan yang relatif panjang, mulai dari pelatihan tatap muka hingga pembekalan lanjutan secara daring,merupakan bagian dari strategi agar petugas memiliki bekal yang lebih utuh sebelum terjun ke lapangan.
"Dengan adanya latihan yang difokuskan harinya cukup lama sampai 20 hari di sini (Asrama Haji Pondok Gede), dan nanti dilanjutkan dengan seminggu itu dengan online atau dengan virtual, ini saya rasa akan bisa memberikan pembekalan yang lebih maksimal kepada seluruh petugas yang jumlahnya 1.600 orang," jelasnya.
Ia menilai, pendekatan ini akan membantu petugas memahami dinamika lapangan, terutama di Armuzna yang menjadi titik konsentrasi jemaah terbanyak dalam waktu singkat.
Sebagai haji pertama yang dikelola oleh Kementerian Haji, Harun menyampaikan optimisme yang dibingkai dengan sikap tawakal. Ia menekankan bahwa persiapan matang harus selalu diiringi doa dan ketergantungan kepada Allah.
"Insya Allah, kita memohon kepada Allah, kita berusaha berdoa, insyaAllah semua akan diberikan kemudahan oleh Allah," tutupnya.
(lus/lus)












































Komentar Terbanyak
MUI Desak RI Keluar dari Board of Peace Buntut Serangan AS-Israel ke Iran
Pernyataan Soal Zakat Picu Polemik, Menag Sampaikan Klarifikasi
PBNU Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran: Brutal dan Merusak Tatanan