Ribuan Petugas Haji Arab Saudi Ikuti Diklat 10-30 Januari

Ribuan Petugas Haji Arab Saudi Ikuti Diklat 10-30 Januari

Devi Setya - detikHikmah
Minggu, 11 Jan 2026 13:00 WIB
Ribuan Petugas Haji Arab Saudi Ikuti Diklat 10-30 Januari
Menteri Haji dan Umrah RI Gus Irfan membuka Diklat PPIH Arab Saudi 2026. Foto: Devi Setya
Jakarta -

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sebagai bagian penting dari persiapan operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Ketua Panitia PPIH Arab Saudi 2026, Puji Raharjo, menjelaskan bahwa Diklat ini menitikberatkan pada peningkatan ketahanan fisik petugas, penguatan koordinasi antarlini, serta peningkatan kemampuan teknis dan manajerial.

"Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam peningkatan kualitas pelayanan kepada jemaah haji, menguatkan kemampuan komunikasi, serta meningkatkan kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi dinamika di lapangan," ujar Puji Raharjo dalam acara pembukaan Diklat PPIH Arab Saudi 1447H/2026 M di Asrama Haji Jakarta, Minggu (11/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, kesiapan petugas menjadi faktor krusial dalam menjawab tantangan operasional haji yang kompleks, terutama di wilayah kerja Arab Saudi.

ADVERTISEMENT

Digelar di Asrama Haji dan Bandara Halim

Diklat petugas haji ini dijadwalkan berlangsung pada 10 hingga 30 Januari 2026, bertempat di Asrama Haji Pondok Gede serta Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Peserta Diklat merupakan PPIH Arab Saudi yang akan bertugas di berbagai sektor pelayanan, mulai dari Daerah Kerja (Daker) Makkah, Daker Madinah, layanan bandara, sektor-sektor pemondokan, hingga layanan pendukung lainnya.

"Diklat disiapkan untuk menampung 1.636 peserta. Hingga pelaksanaan pagi hari, tercatat 1.501 petugas telah hadir, sementara sebagian lainnya masih dalam perjalanan," jelas Puji.

Dalam kesempatan ini, Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mohammad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa kegiatan diklat tidak dimaksudkan sekadar sebagai rutinitas administratif.

"Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali pemahaman kebijakan penyelenggaraan haji yang terus berkembang. Peserta juga dilatih keterampilan teknis pelayanan, pembinaan, dan perlindungan jemaah," kata Menhaj.

Pria yang akrab disapa Gus Irfan ini juga menyampaikan bahwa diklat ini digelar untuk memperkuat pola kerja lintas sektor. Sejak tahapan dalam negeri hingga pelaksanaan tugas di Saudi, semua itu disatukan oleh satu fondasi utama yaitu etika melayani.

Ia menambahkan, melalui bimtek ini nilai-nilai dasar kepetugasan ditanamkan kembali, standar layanan dipertegas, serta komitmen pengabdian kepada jemaah haji diuji dan diperkuat.

Menag berharap pelaksanaan Diklat ini mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.




(lus/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads