Yerusalem - Kompleks suci di Yerusalem Timur ini tetap menjadi simbol spiritual umat Muslim sekaligus titik sensitif dinamika politik kawasan hingga 2026.
Galeri detikHikmah
Penampakan Udara Wilayah Kompleks Al-Aqsa
Kubah emas Dome of the Rock terlihat dari lorong batu di kompleks Al-Aqsa Mosque compound, di Kota Tua Yerusalem. Situs ini merupakan tempat suci ketiga bagi umat Islam dan berdiri di atas kawasan yang oleh Yahudi dikenal sebagai Temple Mount. REUTERS/Jamal Awad
Panorama matahari terbenam memperlihatkan lanskap padat di sekitar kompleks Al-Aqsa pada jumat pertama di bulan ramadhan. Area ini berada di wilayah yang diambil alih Israel sejak 1967 dan statusnya menjadi salah satu isu paling sensitif dalam konflik Israel–Palestina. REUTERS/Ilan Rosenberg
Tampak depan Dome of the Rock dengan kubah berlapis emas yang menjadi ikon arsitektur Islam abad ke-7. Bangunan ini selesai dibangun pada tahun 691–692 M pada masa Kekhalifahan Umayyah. REUTERS/Jamal Awad
Kompleks Al-Aqsa mencakup Masjid Al-Aqsa (Qibli), Dome of the Rock, serta halaman luas seluas sekitar 14 hektare. Otoritas Wakaf Islam Yordania mengelola situs ini, sementara keamanan berada di bawah kontrol Israel berdasarkan pengaturan “status quo”. REUTERS/Ilan Rosenberg
Area pelataran Al-Aqsa sering menjadi titik ketegangan, terutama pada bulan Ramadhan ketika jumlah jemaah meningkat drastis. Pembatasan akses dan pengamanan tambahan kerap diberlakukan pada periode sensitif. REUTERS/Ilan Rosenberg
Dari udara, terlihat masjid Al-Aqsa (Qibli) dan kubah emas Dome of the Rock mendominasi cakrawala Kota Tua Yerusalem. Kompleks ini tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga simbol identitas politik dan keagamaan yang terus menjadi sorotan internasional hingga 2026. REUTERS/Ilan Rosenberg












































Komentar Terbanyak
Arab Saudi Resmi Tetapkan Idul Fitri 20 Maret 2026
Apakah Nanti Malam Takbiran? Ini Prediksinya
Hasil Sidang Isbat Lebaran Idul Fitri 2026 Diumumkan Jam Berapa?