Petir merupakan salah satu fenomena alam yang menunjukkan kebesaran Allah SWT. Ketika mendengar suara petir atau melihat kilat, umat Islam dianjurkan mengingat Allah SWT dan berdoa memohon perlindungan-Nya.
Dikutip dari buku Pasti Terkabul: Koleksi Doa untuk Berbagai Kesulitan karya Thoriq Anwar, secara sains, petir adalah gejala alam yang terbentuk karena adanya pelepasan-pelepasan medan listrik yang menembus lapisan-lapisan udara sehingga menimbulkan listrik.
Petir dalam kacamata Islam memiliki banyak penyebutan, antara lain ar-ra'd, ash-shawa'iq, dan al-barq. Ar-ra'd digunakan untuk menyebut gemuruh atau suara yang ditimbulkan oleh petir, sedangkan ash-shawa'iq dan al-barq digunakan untuk menyebut kilatan petir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasulullah SAW pernah mengatakan bahwa ar-ra'd adalah malaikat pengatur awan dan bersamanya ada pengoyak api yang bertugas memindahkan awan sesuai kehendak Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda,
"Petir adalah malaikat yang diberi tugas mengurus awan dan bersamanya pengoyak dari api yang memindahkan awan sesuai dengan kehendak Allah." (HR Tirmidzi)
Dalam Islam, terdapat doa yang berkaitan dengan petir. Doa ini berisi pengagungan kepada Allah SWT sebagai Tuhan yang mengatur alam semesta. Selain itu, umat Islam dapat memanjatkan doa agar terhindar dari bahaya yang mungkin menyertai cuaca buruk.
Doa saat Ada Petir
Sebagai seorang muslim yang beriman, bila melihat petir atau mendengar suara gemuruh, maka dianjurkan membaca doa dan memohon perlindungan kepada Allah SWT.
Dikutip dari Terjemah Kitab al-Adzkar oleh Imam an-Nawawi, dalam kitab al-Muwatha', dari Abdullah bin Azzubair RA, ia berkata: 'Sungguh, jika Rasulullah melihat petir dan mendengar guruh, beliau meninggalkan obrolan dan membaca,
سُبْحانَ الَّذي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالمَلائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ
Arab latin: Subhaanal ladzii yusabbihur ra'du bihamdihii wal malaa-ikatu min khiifatih.'
Artinya: "Mahasuci Allah, yang petir bertasbih dengan memuji kepada-Nya, dan para malaikat takut kepada-Nya."
Dalil Al-Qur'an tentang Petir
Allah SWT menjelaskan tentang petir dalam Al-Qur'an yang termaktub dalam surah Ar-Ra'd ayat 13.
وَيُسَبِّحُ ٱلرَّعْدُ بِحَمْدِهِۦ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِۦ وَيُرْسِلُ ٱلصَّوَٰعِقَ فَيُصِيبُ بِهَا مَن يَشَآءُ وَهُمْ يُجَٰدِلُونَ فِى ٱللَّهِ وَهُوَ شَدِيدُ ٱلْمِحَالِ
Arab latin: Wa yusabbiḥur-ra'du biḥamdihī wal-malā`ikatu min khīfatih, wa yursiluṣ-ṣawā'iqa fa yuṣību bihā may yasyā`u wa hum yujādilụna fillāh, wa huwa syadīdul miḥāl
Artinya: Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dialah Tuhan Yang Maha keras siksa-Nya.
Ayat tersebut menerangkan bahwa guruh atau petir bertasbih memuji Allah SWT. Fenomena alam ini menjadi pengingat bagi manusia akan kekuasaan Allah dalam mengatur langit dan bumi.
Dalam ayat yang sama, Allah SWT juga menjelaskan bahwa Dia mengirimkan halilintar dan menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Hal ini menunjukkan bahwa manusia hendaknya menyadari keterbatasannya dan senantiasa memohon perlindungan kepada Allah SWT.
(dvs/inf)
