Doa Masuk Pasar Sesuai Hadits Rasulullah SAW: Arab, Latin dan Artinya

Doa Masuk Pasar Sesuai Hadits Rasulullah SAW: Arab, Latin dan Artinya

Devi Setya - detikHikmah
Senin, 12 Okt 2026 09:30 WIB
Suasana pedagang beras di Pasar Bulu, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Selasa (26/7/2025).
ilustrasi penjual di pasar Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Jakarta -

Pasar menjadi tempat umum yang biasa disambangi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Islam, ada doa yang dapat diamalkan ketika seorang muslim memasuki pasar.

Doa masuk pasar berisi pujian kepada Allah SWT sekaligus mengandung permohonan ampunan dan rahmat. Membacanya dapat menjadi pengingat bagi seorang muslim agar tetap mengingat Allah SWT dan menjauhkan diri dari perilaku yang dilarang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda, "Negeri (tempat) yang paling dicintai Allah adalah pada masjid-masjidnya, dan tempat yang paling dimurkai Allah adalah pasar-pasarnya." (HR Muslim)

Mengutip buku Doa dan Zikir Mustajab (Dibaca Sehari-hari Sepanjang Masa) karya Wira Kautsari Wijayanti, Lc., MA., dijelaskan bahwa tidak semua pasar atau kegiatan transaksi keuangan dianggap buruk oleh Allah SWT. Bahkan dalam Islam, ada pedagang-pedagang yang diberkahi oleh Allah SWT karena bertransaksi dengan jujur dan adil.

ADVERTISEMENT

Lalu, bagaimana pasar yang dimurkai Allah SWT? Tentu saja yang tidak patuh dengan ajaran agama Islam. Penipuan, kecurangan, kekumuhan, dan kerusuhan yang terjadi di beberapa pasar menjadi masalah besar dan akar dimurkainya pasar. Maka, sebaiknya ketika memasuki pasar hendaknya seorang muslim berdoa agar dijauhkan dari segala keburukan yang ada didalamnya.

Doa Masuk Pasar Arab, Latin, dan Artinya

Dikutip dari buku Doa-doa Terbaik Sepanjang Masa karya Ust. Ahmad Zacky El-Syafa, berikut bacaan doa masuk pasar yang diriwayatkan dari Umar bin Khattab RA.

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Latin: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiitu wa huwa hayyun laa yamuutu, biyadihil khairu wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir.

Artinya: "Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Mahahidup serta tidak akan mati. Di tangan-Nya segala kebaikan dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." (HR Tirmidzi)

Bacaan tersebut diriwayatkan dari Umar bin Khattab RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa memasuki pasar lalu mengucapkan: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiitu wa huwa hayyun laa yamuutu, biyadihil khairu wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir, maka Allah akan mencatat baginya sejuta kebaikan, menghapus darinya sejuta keburukan, mengangkat baginya sejuta derajat, dan membangunkan baginya sebuah rumah di surga."



(dvs/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads