Doa Keluar WC Lengkap Arab, Latin, Arti dan Adabnya

Doa Keluar WC Lengkap Arab, Latin, Arti dan Adabnya

Lathifah Nur Awwaliyyah - detikHikmah
Sabtu, 05 Sep 2026 06:00 WIB
Ilustrasi kamar mandi hotel
Ilustrasi keluar WC. Foto: Getty Images/yipengge
Jakarta -

Buang hajat merupakan bagian dari aktivitas harian manusia. Dalam Islam, ada adab-adab khusus yang perlu diperhatikan saat buang hajat.

Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa memohon perlindungan serta mengucapkan rasa syukur melalui doa, baik saat hendak memasuki kamar mandi (WC) maupun seusai keluar darinya. Simak bacaan doa masuk dan keluar WC lengkap beserta adab-adabnya di bawah ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan Doa Masuk dan Keluar WC

Merujuk pada kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi, berikut bacaan doa masuk dan keluar WC yang disunnahkan untuk diamalkan mengacu pada hadits Rasulullah SAW.

ADVERTISEMENT

Doa Masuk WC

Dalam kitab Shahihain melalui Anas RA, Rasulullah SAW bila hendak memasuki kamar kecil mengucapkan doa berikut:

بِسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

Bismillahi, Allahumma inni a'udzu bika minal khubutsi wal khaba'ith.

Artinya: "Dengan nama Allah, ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari godaan setan laki-laki dan setan perempuan."

Adapun riwayat lain oleh Ibnu Sinni dan Imam Thabrani, melalui Ibnu Umar RA, Rasulullah ketika memasuki tempat buang air mengucapkan doa berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الرِّجْسِ النَّجِسِ الْخَبِيثِ الْمُخْبِثِ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Allahumma innî a'ûdzu bika minar-rijsin-najisil-khabîtsil-mukhbitsisy-syaiṭânir-rajîm

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kotoran, najis, yang keji, dan yang mendatangkan kekejian, yaitu setan yang terkutuk."

Doa Keluar WC

Saat melangkah keluar dari kamar mandi, disunnahkan mendahulukan kaki kanan dan membaca doa berikut:

غُفْرَانَكَ، الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنِّي الْأَذَى وَعَافَانِي

Ghufranaka. Alhamdu lillahilladzi adzhaba 'annil adza wa 'afani.

Artinya: "Aku memohon ampunan-Mu. Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakit/kotoran dariku dan menyembuhkan/menyehatkanku." (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

Dalam riwayat lain oleh Ibnu Sinni dan Thabrani, melalui sahabat Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW mengucapkan doa berikut:

الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي أَذَاقَنِي لَذَّتَهُ، وَأَبْقَى فِيَّ قُوَّتَهُ، وَدَفَعَ عَنِّي أَذَاهُ

Alhamdulillahilladzi adzaqani ladzatahu, wa abqa fiyya quwwatahu, wa dafa'a 'anni adzahu

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah merasakan kepadaku kelezatan (makanan), mempertahankan kekuatannya pada tubuhku, dan mengeluarkan penyakit/kotoran dariku."

Adab Buang Hajat

Mengutip pembedahan hadits dalam kitab Syarah Bulughul Maram karya Abdullah bin Abdurrahman Al Bassam, terdapat beberapa adab, perintah, serta larangan penting yang wajib diperhatikan saat berada di kamar mandi. Berikut di antaranya:

  1. Mendahulukan kaki kiri saat masuk, sedangkan kaki kanan didahulukan saat keluar menuju tempat yang suci.
  2. Disunnahkan membasuh atau membersihkan kotoran menggunakan tangan kiri. Rasulullah SAW melarang untuk memegang daerah kemaluan dengan menggunakan tangan kanan.
  3. Disunnahkan menjauh dan bersembunyi saat buang air serta wajib menutup aurat dari pandangan orang lain. Hal ini juga berarti perintah membuat tutup atau penghalang ketika buang air.

Larangan di Dalam WC

Beberapa hal juga dilarang saat berada di WC. Antara lain:

  1. Rasulullah SAW melarang keras buang air besar atau kecil dengan menghadap maupun membelakangi arah kiblat.
  2. Tidak diperkenankan membawa barang yang bertuliskan lafaz Allah, ayat Al-Qur'an, berzikir atau menyebut asma Allah. Sebagaimana Rasulullah SAW ketika dihampiri oleh sahabat saat sedang buang air kecil dan berwudhu, beliau tidak menjawab salamnya, lalu bersabda "Sesungguhnya aku tidak suka bila menyebut asma Allah SWT melainkan dalam keadaan suci." (HR Imam Nasai dan Ibnu Majah)
  3. Dilarang buang air di bawah pohon, genangan air, dan tempat berteduh. Rasulullah SAW bersabda "Takutlah kalian pada dua hal yang menyebabkan pelakunya dilaknat, orang yang buang air di jalan orang-orang atau tempat berteduh." (HR Muslim)



(kri/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads