Doa Terhindar dari Ain Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Doa Terhindar dari Ain Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Lathifah Nur Awwaliyyah - detikHikmah
Kamis, 03 Sep 2026 20:45 WIB
Young arabian woman in hijab with sexy blue eyes. Yashmak.
Ilustrasi ain. Foto: Getty Images/iStockphoto/IgorVoloshin
Jakarta -

Islam mengakui keberadaan penyakit ain yang nyata. Rasulullah SAW bahkan menganjurkan umatnya untuk waspada.

Penyakit ain timbul akibat pandangan mata seseorang yang dapat berdampak buruk, bahkan berbahaya bagi orang yang dipandang. Lantas, bagaimana penjelasan para ulama mengenai penyakit ain ini? Apa bacaan doa terhindar dari ain yang diajarkan Rasulullah SAW?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengertian dan Klasifikasi Ain Menurut Ulama

Dilansir NU Online, para ulama memberikan definisi yang sangat rinci mengenai penyakit ain:

Syekh Ibnu Hajar Al-'Asqalani dalam kitab Fathul Bari mendefinisikan ain adalah pandangan takjub yang bercampur dengan rasa iri dengki dari seseorang yang bertabiat buruk, sehingga menimbulkan bahaya bagi orang yang dilihatnya.

ADVERTISEMENT

Al-Munawi dalam kitab Faidhul Qadir mendefinisikan ain sebagai pandangan kepada sesuatu dalam keadaan lalai dengan rasa kagum atau dengki tanpa disertai zikir kepada Allah SWT.

Dari rumusan tersebut, ain terbagi menjadi dua jenis:

Ain Hasad: Pandangan mata yang lahir dari jiwa yang buruk, penuh rasa iri, dengki, dan berniat buruk terhadap orang yang dipandang.

Ain I'jab: Pandangan kekaguman atau ketakjuban dari seseorang yang tidak berniat dengki, tapi kekaguman tersebut lalai dan tidak disertai dengan menyebut nama Allah.

Dalil Al-Qur'an, Hadits, dan Bahaya Penyakit Ain

Keberadaan ain secara tegas disebutkan dalam hadits. Rasulullah SAW bersabda:

الْعَيْنُ حَقٌّ وَلَوْ كَانَ شَىْءٌ سَابَقَ الْقَدَرَ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ

Artinya: "Ain itu nyata. Seandainya ada sesuatu yang dapat mendahului takdir, niscaya ain akan mendahuluinya." (HR Muslim)

Al-Qur'an juga menjelaskan secara tersirat mengenai bahaya pandangan mata dalam Surah Al-Qalam ayat 51:

وَإِن يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُواْ لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُواْ الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ

Artinya: "Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengarkan Al-Qur'an dan mereka berkata, 'Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila'."

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa kata "pandangan orang kafir" pada ayat tersebut merujuk pada pandangan berkekuatan ain yang ingin mencelakakan Nabi Muhammad SAW.

Dampak dari terinfeksi ain sangat bervariasi, mulai dari membuat seseorang mendadak sakit, mengalami celaka, jatuh pingsan (seperti dalam kisah Sahabat Sahl bin Hanif yang pingsan usai dipandang oleh Amir bin Rabi'ah, dijelaskan dalam hadits riwayat Nasa'i dan Hakim), hingga dapat menyebabkan kematian.

Doa Terhindar dari Ain Arab, Latin, dan Artinya

Untuk membentengi diri, keluarga, dan harta benda dari ancaman bahaya ain, Rasulullah SAW mengajarkan doa perlindungan yang tercantum dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

A'udzu bikalimatillahit-tammati min kulli syaithaniw wa hammatiw wa min kulli 'ainil lammah.

Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan, binatang yang beracun, dan dari setiap mata ain yang menyakitkan."



(kri/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads