Manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Oleh karena itu, memohon ampunan kepada Allah SWT merupakan salah satu bentuk penghambaan yang mulia.
Mengamalkan istighfar secara konsisten menjadi sarana pembersih jiwa, pembuka pintu rezeki, serta pelindung dari mara bahaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, apa saja bacaan doa mohon ampun kepada Allah SWT? Berapa kali seharusnya setiap orang beristighfar dan memohon ampun?
Perintah Mohon Ampun dalam Dalil Al-Qur'an
Allah SWT berulang kali memerintahkan hamba-Nya untuk senantiasa bertobat dan memohon ampunan atas segala dosa. Salah satu dalil utamanya diabadikan dalam Surah An-Nisa' ayat 106:
وَاسْتَغْفِرِ اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَّحِيمًا
Artinya: "Dan mohon ampunlah kepada Allah. Sesungguhnya, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Selain itu, Allah SWT juga memerintahkan hamba-Nya untuk memohon ampun pada waktu petang dan pagi. Perintah ini tercantum dalam Surah Al-Mukmin ayat 55 yang artinya, "Dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Rabbmu pada waktu petang dan pagi."
Bahkan Allah SWT memberikan ganjaran pahala kepada orang yang bertobat selama di dunia. Sebagaimana firman-Nya dalam Surah Hud ayat 3:
وَّاَنِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَّتَاعًا حَسَنًا اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى وَّيُؤْتِ كُلَّ ذِيْ فَضْلٍ فَضْلَهٗ ۗوَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنِّيْٓ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيْرٍ
Artinya: "Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu kemudian bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kesenangan yang baik kepadamu (di dunia) sampai waktu yang telah ditentukan (kematian) dan memberikan pahala-Nya (di akhirat) kepada setiap orang yang beramal saleh. Jika kamu berpaling, sesungguhnya aku takut kamu (akan) ditimpa azab pada hari yang besar (kiamat)."
3 Doa Mohon Ampun yang Bisa Diamalkan Setiap Hari
Banyak doa tobat yang bacaannya bersumber dari Al-Qur'an. Berikut tiga bacaan doa mohon ampunan utama yang bisa detikers baca sehari-hari:
1. Surah Al-Mukminun Ayat 109
رَبَّنَآ اٰمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰحِمِيْنَ
Arab-latin: Rabbanā āmannā fagfir lanā warḥamnā wa anta khairur-rāḥimīn(a)
Artinya: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, Engkau adalah pemberi rahmat yang terbaik."
2. Surah Ali 'Imran Ayat 193
رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّاٰتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْاَبْرَارِۚ
Arab-latin: Raabbanā fagfir lanā żunūbanā wa kaffir 'annā sayyi'ātinā wa tawaffanā ma'al-abrār.
Artinya: "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan matikan kami beserta orang-orang yang berbakti."
3. Surah Ibrahim Ayat 41
رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ
Arab-latin: Rabbanagfir lī wa liwālidayya wa lil-mu'minīna yauma yaqūmul-ḥisāb
Artinya: "Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan orang-orang mukmin pada hari diadakan perhitungan (hari kiamat)."
Berapa Kali Rasulullah SAW Beristighfar dalam Sehari?
Meski Rasulullah SAW adalah sosok yang ma'shum (terpelihara dari dosa), beliau adalah orang yang paling rajin beristighfar setiap hari.
Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi, terdapat beberapa hadits yang menyebutkan jumlah istighfar yang dibaca oleh Nabi SAW.
Diriwayatkan dari Al-Aghar Al-Muzani RA, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya hatiku benar-benar merasa suka cita, dan sesungguhnya aku benar-benar mohon ampun kepada Allah dalam sehari sebanyak seratus kali." (Shahih Muslim)
Dalam kitab Shahih Bukhari terdapat riwayat dari jalur Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Demi Allah, sesungguhnya aku beristighfar dan bertobat kepada Allah SWT dalam sehari lebih dari 70 kali."
Dalam riwayat kitab Sunan Abu Daud melalui Abdullah ibnu Mas'ud RA menceritakan "Rasulullah SAW menyukai berdoa sebanyak tiga kali dan beristighfar sebanyak tiga kali."

Komentar Terbanyak
7 Fenomena Sains yang Dijelaskan dalam Al-Qur'an
Bintang Ahmad Muncul di Langit Madinah Saat Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Kiai Sepuh NU Minta Semua Pihak Menjaga AHWA dari Pengondisian Politik