Bom Meledak di Masjid Pakistan Tewaskan 31 Orang

Bom Meledak di Masjid Pakistan Tewaskan 31 Orang

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Sabtu, 19 Sep 2026 13:24 WIB
Ilustrasi Fokus Bom Bunuh Diri di Medan (Luthfy Syahban/detikcom)
Foto: Ilustrasi bom (Luthfy Syahban/detikcom)
Jakarta -

Serangan terkoordinasi berupa ledakan bom mobil serta aksi penembakan terjadi di kawasan sekitar masjid serta kompleks kepolisian di Distrik Kohat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. Aksi tersebut menewaskan sedikitnya 31 orang, termasuk 16 petugas polisi, dan puluhan lainnya luka-luka.

Menurut laporan Al Jazeera dan AFP, ketika jemaah berkumpul untuk salat Jumat, pelaku diduga menabrakkan kendaraan yang sarat bahan peledak ke arah bangunan masjid di markas besar kepolisian di Kohat. Sebuah faksi dari Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) yang dikenal sebagai Taliban Pakistan diklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ittehadul Mujahideen (aliansi Mujahidin dan memiliki kaitan dengan komandan Taliban Hafiz Gul Bahadur) menyatakan mereka yang melancarkan serangan tersebut. Kepala polisi provinsi, Zulfikar Hameed, mengonfirmasi adanya serangan bom tersebut.

Usai ledakan terjadi, sejumlah pria bersenjata mencoba memasuki kompleks kepolisian dan terlibat baku tembak dengan petugas. Setidaknya ada 15 jenazah dan lebih dari 50 korban luka dibawa ke rumah sakit menurut penuturan Dr Tahir Shah, lapor kantor berita DPA.

ADVERTISEMENT

Beberapa sumber mengatakan kepada Al Jazeera jumlah korban terluka setidaknya ada 75 orang. Pejabat senior tim penyelamat, Bilal Faizi, mengatakan sebagian besar korban luka adalah jemaah masjid.

Masjid itu mengalami kerusakan parah dan dinding luar kantor polisi runtuh. Warga setempat mengatakan suara ledakan terdengar hingga jarak yang cukup jauh.

Terdapat enam penyerang yang tewas dalam serangan itu. Pakistan menuduh Taliban Afghanistan membiarkan TTP dan kelompok-kelompok lain yang mendalangi serangan untuk beroperasi di wilayah Afghanistan. Para pejabat di Kabul membantah tuduhan tersebut.

Diketahui, TTP merupakan kelompok yang terpisah namun bersekutu dengan Taliban yang kembali berkuasa di Afghanistan pada 2021.

"Kohat terletak dekat dengan perbatasan Afghanistan; kota ini merupakan kota utama dalam rute menuju wilayah Waziristan Utara yang rawan konflik, serta berada di jalur menuju Bannu dan Dera Ismail Khan. Selama beberapa bulan terakhir, kita telah menyaksikan serangan-serangan mematikan di semua wilayah ini," kata wartawan Al Jazeera, Kamal Hyder.

Eks perwakilan Uni Eropa di Afghanistan yang pernah bernegosiasi dengan Taliban Afghanistan, Michael Semple, mengatakan kelompok-kelompok bersenjata itu berupaya menggulingkan pemerintah Pakistan.

Serangan canggih seperti yang terjadi di Kohat tidak mungkin dilakukan tanpa adanya perencanaan, logistik, serta pelatihan.

"Pada dasarnya, hal ini tampaknya sesuai dengan pola di mana Taliban Afghanistan memberikan perlindungan bagi al-Qaeda maupun berbagai faksi TTP untuk melakukan pelatihan bagi serangan semacam ini," kata Semple.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengecam serangan bom tersebut dan memerintahkan pihak berwenang mempercepat operasi penyelamatan.



(aeb/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads