Bacaan Doa Nabi Yunus Saat Menghadapi Ujian Berat

Bacaan Doa Nabi Yunus Saat Menghadapi Ujian Berat

Devi Setya - detikHikmah
Kamis, 25 Jun 2026 20:45 WIB
Ilustrasi Berdoa
Ilustrasi berdoa. Foto: Masjid Maba/Unsplash
Jakarta -

Setiap manusia pasti akan menghadapi ujian dalam hidup. Bahkan para nabi juga diuji Allah SWT dengan ujian yang berat, termasuk Nabi Yunus AS.

Dalam kondisi seperti itu, seorang muslim dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa dan dzikir.

Salah satu doa yang sangat dianjurkan ketika menghadapi ujian berat adalah doa Nabi Yunus AS. Doa ini dikenal sebagai doa yang dibaca Nabi Yunus ketika berada dalam kegelapan perut ikan paus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kisah Nabi Yunus AS dan Ujian yang Dihadapinya

Dikutip dari buku Sejarah Terlengkap 25 Nabi karya Rizem Aizid, Nabi Yunus AS diutus Allah SWT kepada kaumnya di wilayah Ninawa, Mosul, Irak. Namun, sebagian besar kaumnya menolak dakwah yang beliau sampaikan.

ADVERTISEMENT

Karena merasa kecewa, Nabi Yunus meninggalkan mereka sebelum mendapat perintah dari Allah SWT.

Dalam perjalanan, beliau menaiki sebuah kapal. Ketika kapal diterpa badai besar, dilakukan pengundian untuk menentukan siapa yang harus dilempar ke laut agar kapal menjadi lebih ringan. Nama Nabi Yunus keluar dalam undian tersebut.

Beliau kemudian dilempar ke laut dan ditelan oleh seekor ikan besar atas kehendak Allah SWT. Dalam keadaan gelap gulita di dalam perut ikan, Nabi Yunus menyadari kesalahannya dan memohon ampun kepada Allah SWT dengan penuh kerendahan hati.

Doa yang beliau panjatkan kemudian diabadikan dalam Al-Qur'an dan menjadi salah satu doa yang paling dianjurkan untuk dibaca saat menghadapi kesulitan.

Bacaan Doa Nabi Yunus

Doa Nabi Yunus diabadikan dalam Al-Qur'an surat Al-Anbiya ayat 87,

وَذَا ٱلنُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَٰضِبًا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِى ٱلظُّلُمَٰتِ أَن لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

Arab-Latin: Wa żan-nụni iż żahaba mugāḍiban fa ẓanna al lan naqdira 'alaihi fa nādā fiẓ-ẓulumāti al lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn

Artinya: Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim".

Dari potongan ayat ini kemudian dikenal sebagai doa Nabi Yunus, berikut bacaannya:

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Latin: Laa ilaaha illaa anta subhaanaka inni kuntu minazh zhaalimiin.

Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim."

Keutamaan Doa Nabi Yunus

Doa Nabi Yunus memiliki banyak keutamaan yang disebutkan dalam Al-Qur'an maupun hadits.

1. Menjadi Sebab Datangnya Pertolongan Allah

Setelah Nabi Yunus memanjatkan doa tersebut, Allah SWT berfirman,

فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ وَنَجَّيْنَٰهُ مِنَ ٱلْغَمِّ ۚ وَكَذَٰلِكَ نُۨجِى ٱلْمُؤْمِنِينَ

Arab-Latin: Fastajabnā lahụ wa najjaināhu minal-gamm, wa każālika nunjil-mu`minīn

Artinya: Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.

2. Doa yang Mustajab Saat Menghadapi Kesulitan

Rasulullah SAW bersabda, "Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) ketika berada dalam perut ikan adalah: 'Laa ilaaha illaa anta subhaanaka inni kuntu minazh zhaalimiin.' Tidaklah seorang muslim berdoa dengan doa itu untuk suatu urusan apa pun melainkan Allah akan mengabulkannya." (HR. Tirmidzi)

Doa yang Dibaca Rasulullah SAW

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam Bukhari dari Ibnu Abbas RA, disebutkan bahwa Rasulullah SAW biasa membaca doa ini ketika beliau merasa sedang bersedih.

لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ اْلأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ

Latinnya: Laailaaha illalloohul 'azhiimil haliim, laa ilaaha illalloohu robbul 'arsyil 'azhiim, laa ilaaha illalloohu robbus samaawaati wa robbul ardhi wa robbul 'arsyil kariim.

Artinya: "Tidak ada Tuhan yang wajib disembah selain Allah, Tuhan yang Maha Agung lagi Maha Santun, tiada Tuhan yang wajib disembah selain Allah, Tuhan yang menguasai Arsy yang agung, Tiada Tuhan yang wajib disembah selain Allah, yang menguasai langit dan bumi dan menguasai Arsy yang agung." (HR. Bukhari dan Muslim.)

Doa ini dikenal juga dengan "Al Kurb" yang memiliki arti sebagai doa kesusahan atau doa kesedihan.




(dvs/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads