Doa Nabi Ayub Ketika Sakit: Arab, Latin dan Artinya

Doa Nabi Ayub Ketika Sakit: Arab, Latin dan Artinya

Hanif Hawari - detikHikmah
Selasa, 31 Mar 2026 20:45 WIB
Ilustrasi Berdoa
Ilustrasi doa (Foto: Masjid Maba/Unsplash)
Jakarta -

Nabi Ayub AS juga seorang manusia. Ia pernah jatuh sakit yang luar biasa parahnya.

Ketika sakit, Nabi Ayub AS memanjatkan doa untuk kesembuhannya. Doa tersebut kemudian menjadi referensi untuk kaum Muslimin ketika mengalami hal serupa.

Ammi Nur Baits, S.T., B.A dalam bukunya yang berjudul Untukmu Yang Sedang Sakit: Tata Cara Bersuci, Shalat, Doa & Dzikir Saat Sakit, mengungkapkan doa yang diamalkan oleh Nabi Ayub AS ketika sakit. Doa tersebut berada di dalam Al-Qur'an dalam surah Al-Anbiya ayat 83,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ

Arab latin: Wa ayyụba iż nādā rabbahū annī massaniyaḍ-ḍurru wa anta ar-ḥamur-rāḥimīn

ADVERTISEMENT

Artinya: Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya, "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang."

Doa Nabi Ayub AS saat Sakit

Masih mengutip buku yang sama, begini redaksi doa Nabi Ayub AS jika ingin diamalkan:

رَبِّ إِنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Arab latin: Rabbi inni massaniyad-durru wa anta arhamur raahimiin

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.

Nabi Ayub AS Sakit Apa?

Dilansir dari Qishash Al Anbiya susunan Ibnu Katsir yang diterjemahkan Saefulloh MS, Nabi Ayyub AS dikisahkan sebagai sosok yang awalnya bergelimpangan harta. Kekayaannya meliputi ternak yang melimpah dan lahan pertanian luas di wilayah Hauran. Kebahagiaannya pun makin lengkap dengan kehadiran istri setia serta anak-anak yang saleh.

Namun, roda kehidupan berputar saat Allah SWT menguji keimanan beliau dengan mengambil seluruh kenikmatan tersebut. Nabi Ayyub AS harus menghadapi rentetan ujian berat: kehilangan seluruh buah hatinya, ludesnya harta benda, hingga menderita penyakit kulit selama 18 tahun yang tak kunjung sembuh.

Luar biasanya, semua cobaan itu tak menggoyahkan kesabaran beliau. Nabi Ayyub AS tetap teguh bertawakal dan selalu berprasangka baik atas segala ketetapan Allah SWT.

Sampai akhirnya, Nabi Ayyub AS menyampaikan permohonannya kepada Allah dengan dengan bertawassul. Bentuk tawassulnya adalah beliau menyebutkan derita yang beliau alami, dan beliau mengadukan kepada Sang Pencipta, Dzat Yang Maha Pengasih Penyayang, Selanjutnya Nabi Ayyub AS bertawassul dengan memuji Allah, dengan menyebutkan sifat kasih sayangnya.

Wallahu a'lam.




(hnh/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads