Amalkan Saat Mudik, Bacaan Doa Melihat Kampung Halaman

Amalkan Saat Mudik, Bacaan Doa Melihat Kampung Halaman

Devi Setya - detikHikmah
Sabtu, 14 Mar 2026 06:00 WIB
Ilustrasi Mudik Lebaran
ilustrasi pulang kampung Foto: Shutterstock
Jakarta -

Dalam ajaran Islam, perjalanan bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi juga bagian dari ibadah yang penuh dengan nilai spiritual. Seorang musafir dianjurkan untuk memperbanyak doa, baik ketika memulai perjalanan, selama berada di perjalanan, hingga saat kembali ke tempat asalnya.

Salah satu amalan yang dianjurkan adalah membaca doa ketika mulai melihat kampung halaman setelah lama bepergian atau merantau. Doa ini diamalkan ketika mudik Lebaran.

Doa ini biasanya dibaca ketika seseorang sudah mendekati wilayah tempat tinggalnya, bahkan sejak memasuki perbatasan daerah tersebut. Amalan ini mencerminkan rasa syukur kepada Allah SWT karena telah diberi keselamatan selama perjalanan serta harapan agar kehidupan di tempat tinggalnya dipenuhi kebaikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keutamaan Doa Seorang Musafir

Anjuran untuk berdoa selama perjalanan memiliki dasar yang kuat dalam hadits Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa doa seorang musafir memiliki kedudukan yang istimewa di sisi Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda sebagaimana diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud, Sunan At-Tirmidzi, dan Sunan Ibnu Majah dari Abu Hurairah RA, "Tiga doa mustajabah yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang yang dizalimi, doa seorang musafir, dan doa orang tua kepada anaknya." (At-Tirmidzi menyatakan hadits hasan)

ADVERTISEMENT

Doa orang yang sedang dalam perjalanan memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT. Karena itu, seorang musafir dianjurkan untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan memperbanyak doa dan memohon berbagai kebaikan kepada Allah SWT.

Doa Ketika Melihat Kampung Halaman

Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika mulai melihat perbatasan kampung halaman disebutkan dalam kitab Al-Fiqhu al-Islamiyyuu wa Adilatuhu karya Wahbah az-Zuhaili. Doa ini dibaca sebagai bentuk permohonan agar negeri tempat tinggal dipenuhi dengan kebaikan dan dijauhkan dari berbagai keburukan.

Berikut bacaan doa tersebut,

بسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ إنِّي أسألُكَ خَيْرَها وَخَيْرَ أهلها وَخَيْرَ ما فِيها وأعُوذُ بِكَ مِنْ شَرّها وَشَرّ أهلها وَشَرّ مَا فِيهَا

Bismillâh allâhumma innî as-aluka khairahâ wa khaira ahliha wa khaira mâ fîhâ wa a'ûdzubika min syarrihâ wa syarri ahliha wa syarri mâ fîhâ.

Artinya: "Dengan nama Allah, ya Allah, aku memohon kebaikannya, kebaikan pemiliknya, dan kebaikan sesuatu yang ada di dalamnya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya, keburukan pemiliknya, dan keburukan sesuatu yang ada di dalamnya."

Selain doa tersebut, sebagian ulama juga menganjurkan doa lain yang dapat diamalkan ketika memasuki kampung halaman.

Dikutip dari buku Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi berikut bacaan doa tiba di kampung halaman,

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي نَصَرَنِي بِقَضَاءِ نُسُكِي وَحَفَظَنِيْ مِنْ وَعْتَاءِ السَّفَرِ حَتَّى أعُوْدَ إِلَى أَهْلِ . اَللهُمَّ بَارِكْ فِي حَيَاتِي بَعْدَ الْعُمْرَةِ وَاجْعَلْنِي مِنَ الصَّالِحِيْنَ.

Alhamdulillaahil ladzzii nasharanii bi qadhaa'i nusukii wa hafadzanii min wa'tsaa'is safari hattaa a'uuda ilaa ahlii. Allaahummaa baarik fii hayaatii ba'dal umrati waj'alnii minash shaalihiin

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pertolongan kepadaku untuk melaksanakan ibadah dan telah menjaga diriku dari kesulitan bepergian sehingga aku dapat kembali lagi. Ya Allah, berkatilah dalam hidupku setelah melaksanakan umrah dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang saleh."

Sementara itu Ali Manshur di dalam buku Untaian Mutiara Doa Solusi Problematika Umat: Bersumber dari Al-Qur'an dan Al-Hadits, menjelaskan hadits yang terkait dengan kembali bepergian dan melihat kampung halaman. Hadits ini dikeluarkan Imam Muslim dalam Shahih-nya.

وَحَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عُلَيَّةَ، عَنْ يَحْيَ بْنِ إِسْحَاقَ قَالَ: قَالَ أَنَسُ بْنُ مَالِكِ: أَقْبَلْنَا مَعَ النَّبِيِّ ﷺ أَنَا وَأَبُوْ طَلْحَةَ وَصَفِيَّةُ رَدِيْفَتُهُ عَلَى نَاقَتِهِ، حَتَّى إِذَا كُنَّا بِظَهْرِ الْمَدِينَةِ، قَالَ: «آيبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ». فَلَمْ يَزَلْ ذَالِكَ حَتَّى قَدِمْنَا الْمَدِينَةَ.

Artinya: "Dan Zuhair bin Harb telah menceritakan padaku: Ismail bin Ulayyah telah menceritakan kepada kami: Dari Yahya bin Ishaq, ia berkata: Anas bin Malik berkata: Kami bersama Nabi Muhammad SAW, saya dan Abu Thalhah dan Shafiyyah menunggang untanya, sehingga ketika kami melihat Madinah, beliau berdoa: "Kami kembali dengan bertobat, beribadah dan memuji kepada Tuhan kami." Maka demikian itu berlangsung sampai kami memasuki Madinah."

Kapan Doa Ini Dibaca?

Dalam praktiknya, doa melihat kampung halaman sering dibaca ketika seseorang pulang dari perjalanan ibadah haji. Hal ini karena perjalanan haji biasanya berlangsung lama dan penuh dengan pengalaman spiritual yang mendalam.

Namun demikian, doa ini tidak terbatas hanya bagi orang yang pulang dari haji. Siapa saja yang kembali dari perjalanan jauh, seperti merantau, bekerja di luar kota, atau melakukan perjalanan lainnya, juga dianjurkan untuk membacanya ketika mulai memasuki wilayah tempat tinggalnya.

Dengan membaca doa tersebut, seorang muslim diingatkan untuk selalu bersyukur atas nikmat kembali dengan selamat serta memohon agar kehidupannya di kampung halaman dipenuhi dengan kebaikan.




(dvs/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads