Doa Ketika Melihat Gerhana Bulan Lengkap Tata Cara Salatnya

Doa Ketika Melihat Gerhana Bulan Lengkap Tata Cara Salatnya

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Selasa, 03 Mar 2026 07:30 WIB
Foto kombo gerhana bulan total terlihat dari Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (8/9/2025) dini hari. Fase gerhana bulan total berlangsung selama 1 jam 22 menit yang puncaknya terjadi pukul 01.12 WIB dan berakhir pukul 01.53 WIB. ANTARA FOTO/Iggoy el
Foto kombo gerhana bulan total terlihat dari Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (8/9/2025) dini hari. Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Jakarta -

Gerhana bulan total akan menghiasi langit Indonesia petang ini. Umat Islam dianjurkan memanjatkan doa ketika melihat gerhana lantaran fenomena tersebut merupakan tanda kekuasaan Allah SWT.

Hal ini bersandar pada sebuah riwayat dalam Kitab Shahih Bukhari dan Muslim. Dari Aisyah RA bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:

لِمَوْتِ يَخْسِفَانِ لَا اللَّهِ آيَاتِ مِنْ آيَتَانِ وَالْقَمَرَ الشَّمْسَ إِنَّ وَكَبِرُوا تَعَالَى اللَّهَ فَادْعُوا ذَلِكَ رَأَيْتُمْ فَإِذَا لِحَيَاتِهِ وَلَا أَحَدٍ وَتَصَدَّقُوا

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan tanda kekuasaan Allah, keduanya tidak mengalami gerhana karena, kematian seseorang, tidak pula karena kehidupan seseorang. Apabila kalian melihat hal tersebut, maka berdoalah kalian kepada Allah SWT dan bertakbirlah serta bersedekahlah."

ADVERTISEMENT

Dinukil dari kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi yang diterjemahkan Arif Hidayat, ketika melihat gerhana umat Islam dianjurkan untuk berdzikir kepada Allah SWT. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah riwayat Shahih Bukhari dan Muslim:

تَعَالَى اللَّهَ فَاذْكُرُوا ذَلِكَ رَأَيْتُمْ فَإِذَا

Artinya: "Apabila kalian melihat hal tersebut (gerhana), maka berdzikirlah kalian kepada Allah SWT."

Dalam riwayat lain, dari hadits Ibnu Abbas. Imam Bukhari dan Imam Muslim turut meriwayatkan hadits Abu Musa Al-Asy'ari yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

وَدُعَائِهِ ذِكْرِهِ إِلَى فَافْزَعُوا ذَلِكَ مِنْ شَيْئًا رَأَيْتُمْ فَإِذَا وَاسْتِغْفَارِهِ

Artinya: "Apabila kalian melihat sesuatu dari hal tersebut, maka bergegaslah kalian untuk berdzikir kepada-Nya dan berdoa kepada-Nya serta memohon ampunan-Nya."

Dari kedua hadits di atas, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan doa ketika melihat sebuah gerhana. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan untuk mendirikan salat ketika terjadi gerhana.

Hal ini bersandar pada sebuah riwayat dalam Kitab Shahih Muslim, dari Abdurrahman ibnu Samurah dia berkata:

وَهُوَ الشَّمْسُ كَسَفَتِ وَقَدْ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ اللَّهُ صَلَّى النَّبِيَّ أَتَيْتُ وَيُحْمَدُ وَيُكَبِّرُ وَيُهَلِّلُ يُسَبِّحُ فَجَعَلَ يَدَيْهِ رَافِعَ الصَّلَاةِ فِي قَائِمٌ وَصَلَّى سُوْرَتَيْنِ قَرَأَ عَنْهَا حُسِرَ فَلَمَّا عَنْهَا حُسِرَ حَتَّى وَيَدْعُو رَكْعَتَيْنِ

Artinya: "Aku datang kepada Nabi SAW ketika terjadi gerhana matahari. Ketika itu Nabi SAW sedang berdiri salat seraya mengangkat kedua tangannya. Beliau membaca tasbih, tahmid, dan tahlil. Beliau terus bertakbir dan berdoa hingga gerhana terang kembali. Ketika gerhana terang kembali, beliau membaca dua surat dan salat dua rakaat."

Bacaan Doa dan Dzikir Ketika Melihat Gerhana Bulan

Berikut bacaan doa untuk memohon ampun kepada Allah SWT ketika terjadi gerhana bulan:

اسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ

Astaghfirullaahal 'azhiim

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung."

Selain doa di atas, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak takbir ketika terjadi gerhana bulan. Berikut bacaannya:

اللَّهُ أَكْبَرُ

Allaahu akbar

Artinya: "Allah Maha Besar"

Bacaan dzikir berupa takbir, tasbih, tahlil, dan tahmid selengkapnya adalah sebagai berikut:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلآ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ

Subhânallâh, walhamdulillâh, wa lâ-ilâha illallâh, wallâhu akbar, walâ haula walâ quwwata illâ billâhil 'aliyil adzîm.

Artinya: "Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada satu Tuhan pun yang disembah kecuali Allah, dan Allah Maha Besar."

Tata Cara Salat Gerhana Bulan

Dinukil dari buku Panduan Sholat Rosulullah susunan Imam Abu Wafa, salat gerhana, baik pada gerhana bulan maupun matahari, adalah salat yang terjadi ketika hilangnya seluruh cahaya salah satu dari dua benda langit yang bercahaya atau sebagian dan berubah menjadi hitam.

Salat gerhana dilakukan sebanyak dua rakaat, baik gerakan maupun bacaan sama seperti salat sunnah pada umumnya, yang membedakan hanya niatnya saja.

Berikut tata cara salat gerhana bulan (khusuf) selengkapnya:

  • Membaca niat salat gerhana,

أصَلَّى السُنَّةَ لِحُسُوفِ الْقَمَرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalla sunnatal khusufil qamari rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahita'ala.

Artinya: "Aku niat salat sunnah gerhana bulan dua rakaat menghadap kiblat karena Allah."

  • Membaca niat salat gerhana
  • Takbiratul ihram
  • Membaca doa iftitah
  • Dilanjutkan dengan membaca taawudz dan surah Al Fatihah
  • Membaca surah yang cukup panjang, seperti surah Al Baqarah atau surah lainnya
  • Rukuk sambil memanjangkannya
  • Iktidal
  • Setelah iktidal tak langsung sujud tetapi membaca surah Al Fatihah kembali dan membaca surah yang lebih pendek dari sebelumnya
  • Rukuk kedua (lebih singkat dari rukuk pertama)
  • Bangkit dari rukuk (iktidal)
  • Melakukan sujud
  • Duduk di antara dua sujud
  • Melakukan sujud kedua
  • Berdiri untuk mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama, tetapi bacaan lebih ringkas
  • Tasyahud akhir
  • Salam
  • Mendengarkan khutbah setelah salat gerhana




(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads