Bagaimana Posisi Tangan yang Benar Saat Membaca Qunut Subuh?

Bagaimana Posisi Tangan yang Benar Saat Membaca Qunut Subuh?

Tia Kamilla - detikHikmah
Rabu, 07 Jan 2026 20:00 WIB
Bagaimana Posisi Tangan yang Benar Saat Membaca Qunut Subuh?
Posisi tangan saat membaca doa qunut subuh. Foto: Getty Images/iStockphoto/agrobacter
Jakarta -

Doa qunut umumnya dibaca ketika melaksanakan salat Subuh, tepatnya pada rakaat kedua setelah rukuk. Doa ini dapat diamalkan baik saat salat sendiri maupun ketika salat berjamaah.

Dasar pelaksanaan doa qunut dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, beliau berkata,

"Rasulullah SAW terus melakukan qunut pada salat Subuh sampai ia meninggal dunia." (HR Ahmad, Ad Daruquthni dan Al Baihaqi)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, bagaimana posisi tangan yang benar ketika membaca qunut Subuh? Simak penjelasan berikut berdasarkan pandangan ulama dan sesuai ajaran Islam.

ADVERTISEMENT

Posisi Tangan yang Benar Saat Membaca Qunut Subuh

Merujuk buku Sholat Empat Madzhab: Mengenal Keragaman dalam Implementasi Syariat Islam Melalui Kajian Fikih Ibadah Lintas Madzhab karya Ahmad Shams Madyan, posisi tangan yang dianjurkan saat membaca qunut Subuh, baik bagi imam, makmum, maupun orang yang salat sendiri, adalah mengangkat kedua tangan hingga setinggi dada ketika membaca qunut.

Setelah selesai membaca qunut, tangan disunnahkan kembali ke posisi semula atau disedekapkan. Tidak dianjurkan mengusapkan tangan ke wajah atau tubuh, sebagaimana kebiasaan berdoa di luar salat.

Adapun waktu membaca doa qunut dapat dilakukan sebelum rukuk maupun sesudahnya. Namun, praktik yang lebih umum adalah membacanya setelah rukuk. Selain dalam salat Subuh, doa qunut juga dapat dibaca dalam salat witir dengan hukum sunnah. Dari Ubay bin Ka'b, ia berkata, "Bahwasannya Rasulullah SAW pernah mengerjakan salat witir, lalu melakukan qunut sebelum rukuk." (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Hukum Membaca Qunut Subuh Menurut Ulama

Masih mengacu pada sumber yang sama, ulama mazhab Syafi'i berpendapat membaca doa qunut dalam salat Subuh hukumnya sunnah muakkad dan dianjurkan untuk dikerjakan secara rutin sepanjang tahun. Dalam mazhab ini, qunut Subuh juga termasuk sunnah ab'ad, yakni amalan sunnah dalam salat yang apabila ditinggalkan disunnahkan menggantinya dengan sujud sahwi.

Berbeda dengan mazhab Syafi'i, ulama mazhab Hanbali berpendapat qunut tidak dibaca secara tetap dalam salat Subuh. Menurut mazhab ini, qunut hanya dilakukan ketika terjadi musibah besar atau qunut nazilah, yang dibaca dalam seluruh salat wajib, termasuk salat Subuh.

Sementara itu, mazhab Hanafi berpendapat bahwa qunut hanya dibaca pada salat witir. Adapun menurut mazhab Maliki, membaca qunut memiliki hukum sunnah muakkad.

Bacaan Qunut Subuh Versi Pendek

للّٰهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضٰى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Allahummah dinii fii man hadaits, wa 'aafiinii fii man 'aafaits, wa tawallanii fii man tawallaits, wa baarik lii fii maa a'thaits, wa qi nii syarra maa qadlaits, fa innaka taqdli wa laa yuqdlaa 'alaik, wa innahuu laa yadzillu mau waalaits, wa laa ya'izzu man 'aadait, tabaarakta rabbanaa wa ta'aalaits.

Artinya: "Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, berilah kesejahteraan kepadaku di antara orang-orang yang Engkau beri kesejahteraan.

Tolonglah aku di antara orang-orang yang Engkau beri pertolongan, berikanlah keberkahan kepadaku pada apa-apa yang Engkau berikan kepadaku, dan peliharalah aku dari keburukan yang Engkau putuskan.

Karena sesungguhnya Engkau memutuskan dan tidak diputuskan atas-Mu, dan tiada kehinaan kepada orang yang telah Engkau tolong, Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami, lagi Maha Tinggi."

Bacaan Qunut Subuh Versi Panjang

اَللهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَاأَعْطَيْتَ، وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَيُقْضَى عَلَيْكَ، فَاِنَّهُ لاَيَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلاَيَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَاقَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ اِلَيْكَ، وَصَلَّى اللهَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارَكَ وَسَلَّمَ

Allahhummahdinii fiiman hadait, wa'a finii fiman 'aafait, wa tawallanii fiiman tawal-laiit, wa baarik lii fiimaa a'thait, wa qinii syarra maa qadhait. Fainnaka taqdhii walaa yuqdha 'alaik, wa innahu laayadzilu man walait, wa laa ya'izzu man 'aadait, tabaa rakta rabbanaa wata'aalait. Falakalhamdu 'alaa maaqadhait, Astaghfiruka wa'atuubu ilaik, Wasallallahu 'ala Sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi. Wa'alaa aalihi washahbihi wabaraka wasallam

Artinya: "Ya Allah tunjukkanlah padaku sebagaimana pada mereka yang telah Engkau beri petunjuk. Dan berilah padaku pengampunan sebagaimana pada mereka yang Engkau beri ampun. Dan peliharalah aku sebagaimana pada mereka yang Engkau pelihara.

Dan berilah padaku keberkatan sebagaimana yang telah Engkau karuniakan pada mereka. Dan selamatkan aku dari mara bahaya yang telah Engkau tentukan.

Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan yang kena hukum. Maka sesungguhnya tidaklah hina pada mereka orang yang Engkau pimpin, dan tidak mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi Engkau. Maka bagi Engkau segala puji atas yang Engkau hukumkan. Aku mohon ampun kepada Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau. Dan semoga Allah mencurahkan rahmat dan kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya."




(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads