Berdoa setelah sholat merupakan amalan sunnah yang bisa dikerjakan setiap muslim. Keutamaan amalan ini disebutkan dalam hadits Nabi SAW.
Dalam sebuah hadits riwayat At-Tirmidzi, dikatakan bahwa,
"Rasulullah SAW ketika ditanya perihal doa yang paling didengar, yaitu doa yang paling dekat dengan diijabah menjawab adalah doa di tengah malam dan setelah sholat lima waktu," (HR Tirmidzi)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain doa untuk memohon ampunan dan doa berisi harapan, bisa juga dilanjutkan dengan mengamalkan doa untuk orang yang sudah meninggal dunia. Mendoakan orang yang telah meninggal merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan.
Doa seorang muslim untuk saudaranya yang telah wafat bukan hanya bentuk kasih sayang, tetapi juga sedekah yang terus mengalir pahalanya bagi si mayit.
Doa untuk Orang Meninggal
Dirangkum dari buku Amalan Sesudah Shalat karya Ibnu Muhammad Salim dan buku 300 Doa dan Zikir Pilihan karya Hafiah, berikut doa-doa yang dapat diamalkan untuk orang meninggal:
1. Doa untuk Orang Meninggal Wanita
اَللَّهُمَّ اغْفِرْلَها وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا، وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهَا، وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ. وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيِرًا مِنْ دَارِهَا، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ اَهْلِهَا وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا، وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ
Allaahummaghfir lahaa warhamhaa wa'aafi haa wa'fu anha wa akrim nuzula ha wa wassi'madkhala ha wahgsil ha bilmaai wats-tsalji walbaradi wanaqqi ha minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadlu minaddanasi wa abdil ha daaran khairan min daari ha wa ahlan khairan min ahli ha wazaujan khairan min zauji ha wa adkhil hal jannata wa'aidz ha min'adzaabil qabri wa fitnati hi wa min'adzaabin naar.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah, dan lepaskanlah dia. Dan, muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah dia. Dan, muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran. Dan gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik dari yang ditinggalkan, serta suami yang lebih baik dari yang ditinggalkan pula. Masukkanlah dia ke dalam surga dan lindungilah dari siksa kuburnya serta fitnahnya, dan dari siksa api neraka."
2. Doa untuk Orang Meninggal Laki-laki
لَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ
Allaahummaghfir lahu warham hu wa'aafi hii wa'fu anhu wa akrim nuzula hu wa wassi'madkhala hu wahgsil hu bilmaai wats-tsalji walbaradi wanaqqi hi minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadlu minaddanasi wa abdil hu daaran khairan min daari hi wa ahlan khairan min ahli hi wazaujan khairan min zauji hi wa adkhil hul jannata wa'aidz hu min'adzaabil qabri wa fitnati hi wa min'adzaabin naar.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran. Dan gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik dari yang ditinggalkan, serta istri yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dari siksa kubur serta fitnahnya, dan dari siksa api neraka."
Keutamaan Mendoakan Orang yang Sudah Meninggal
Dikutip dari buku Fiqih Doa & Dzikir Jilid 2 karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW sering mengunjungi makam para sahabat dan mendoakan kebaikan bagi mereka. Hal ini menunjukkan bahwa doa seorang muslim untuk saudaranya yang telah meninggal merupakan bentuk kasih sayang dan kepedulian yang dianjurkan syariat.
Penjelasan serupa juga terdapat dalam Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 2, yang menyebutkan sebuah hadits penting tentang anjuran mendoakan kaum muslimin yang telah wafat. Hadits tersebut menjelaskan ucapan yang diajarkan Rasulullah SAW kepada para sahabat ketika berziarah kubur.
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يُعَلِّمُهُمْ إِذَا خَرَجُوا إِلَى الْمَقَابِرِ أَنْ يَقُولَ قَائِلُهُم: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحِقُونَ، أَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ
Artinya: "Nabi SAW mengajarkan kepada mereka berziarah ke kubur supaya mengucapkan: 'Semoga keselamatan senantiasa tercurah pada kalian, wahai para penghuni perkampungan kaum mukmin dan muslim. Sesungguhnya kami, insyaallah, akan menyusul kalian. Aku memohon kepada Allah SWT afiyah (keselamatan dan penjagaan) untuk kami dan untuk kalian'."
Hadits ini menegaskan bahwa mendoakan keselamatan, rahmat, dan ampunan bagi orang yang telah meninggal merupakan bagian dari amalan yang diajarkan Nabi SAW. Doa tersebut membawa manfaat bagi mayit sekaligus menjadi pengingat bagi yang hidup tentang kehidupan akhirat yang pasti akan dijalani.
(dvs/kri)

Komentar Terbanyak
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat
MUI Minta Koruptor Dihukum Mati, Jangan Berlindung di Balik HAM