Doa Memohon Ketetapan Iman, Bisa Diamalkan Tiap Hari

Doa Memohon Ketetapan Iman, Bisa Diamalkan Tiap Hari

Devi Setya - detikHikmah
Minggu, 21 Sep 2025 09:00 WIB
Doa Memohon Ketetapan Iman, Bisa Diamalkan Tiap Hari
ilustrasi berdoa Foto: Pixabay/Mohamed_hassan
Jakarta -

Iman adalah nikmat terbesar yang Allah SWT anugerahkan kepada hamba-Nya. Dengan iman, seseorang bisa membedakan antara kebenaran dan kebatilan, serta menjalani hidup sesuai dengan ajaran Islam. Namun, iman bukan sesuatu yang tetap, ia bisa bertambah dengan ketaatan dan bisa berkurang karena kemaksiatan.

Nabi Muhammad SAW pernah mengingatkan bahwa hati manusia berada di antara dua jari Allah SWT, sehingga bisa saja berbolak-balik sesuai kehendak-Nya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam hadits dari Anas RA, ia menuturkan, "Dahulu Rasulullah SAW memperbanyak berdoa :

ŲŠŲŽØ§ Ų…ŲŲ‚ŲŽŲ„Ų‘ŲØ¨ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŲ„ŲŲˆØ¨Ų ØĢŲŽØ¨Ų‘ŲØĒŲ’ Ų‚ŲŽŲ„Ų’Ø¨ŲŲŠ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø¯ŲŲŠŲ†ŲŲƒŲŽ
"Wahai Sang Pembolak-balik hati, teguhkan hatiku di atas agama-Mu".

ADVERTISEMENT

Lalu aku berkata, "Wahai Rasulullah, kami beriman kepadamu, dan beriman kepada ajaran Islam yang engkau bawa, maka apakah engkau mengkhawatirkan kami?".

Beliau menjawab, "Ya! Sesungguhnya hati (para hamba) itu berada diantara dua jari dari jari-jemari Allah, Dia membolak-balikkannya sesuai dengan yang Dia kehendaki!". (HR. At-Tirmidzi, Ahmad)

Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap muslim untuk senantiasa berdoa agar diberikan ketetapan iman hingga akhir hayat. Memohon kepada Allah SWT agar tidak tergelincir ke dalam kesesatan merupakan bentuk kerendahan hati sekaligus usaha menjaga hidayah yang telah diberikan.

Doa Memohon Ketetapan Iman

Terdapat beberapa ayat Al-Qur'an dan hadits yang bisa menjadi doa memohon ketetapan iman:

1. Surat Ali Imran Ayat 8

ØąŲŽØ¨ŲŽŲ‘Ų†ŲŽØ§ Ų„ŲŽØ§ ØĒŲØ˛ŲØēŲ’ Ų‚ŲŲ„ŲŲˆØ¨ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯ŲŽ ØĨŲØ°Ų’ Ų‡ŲŽØ¯ŲŽŲŠŲ’ØĒŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ‡ŲŽØ¨Ų’ Ų„ŲŽŲ†ŲŽØ§ ؅ؐ؆ؒ Ų„ŲŽØ¯ŲŲ†Ų’ŲƒŲŽ ØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØŠŲ‹ ØĨŲŲ†ŲŽŲ‘ŲƒŲŽ ØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲˆŲŽŲ‡ŲŽŲ‘Ø§Ø¨Ų

Arab-Latin: Rabbanā lā tuzig quláģĨbanā ba'da iÅŧ hadaitanā wa hab lanā mil ladungka raá¸Ĩmah, innaka antal-wahhāb

Artinya: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi."

2. Surat Ali Imran Ayat 147

ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų„ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§Ų“ ØŖŲŽŲ† Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŲˆØ§ÛŸ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲąØēŲ’ŲŲØąŲ’ Ų„ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ø°ŲŲ†ŲŲˆØ¨ŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØĨŲØŗŲ’ØąŲŽØ§ŲŲŽŲ†ŲŽØ§ ؁ؐ؉ؓ ØŖŲŽŲ…Ų’ØąŲŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØĢŲŽØ¨Ų‘ŲØĒŲ’ ØŖŲŽŲ‚Ų’Ø¯ŲŽØ§Ų…ŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲąŲ†ØĩŲØąŲ’Ų†ŲŽØ§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ŲąŲ„Ų’Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų…Ų ŲąŲ„Ų’ŲƒŲŽŲ°ŲŲØąŲŲŠŲ†ŲŽ

Arab-Latin: Wa mā kāna qaulahum illā ang qāláģĨ rabbanagfir lanā ÅŧunáģĨbanā wa isrāfanā fÄĢ amrinā wa ᚥabbit aqdāmanā wanášŖurnā 'alal-qaumil-kāfirÄĢn

Artinya: Tidak ada doa mereka selain ucapan: "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".

3. QS Ali-Imran ayat 193-194

ØąŲŽØ¨ŲŽŲ‘Ų†ŲŽØ§ ØĨŲŲ†ŲŽŲ‘Ų†ŲŽØ§ ØŗŲŽŲ…ŲØšŲ’Ų†ŲŽØ§ Ų…ŲŲ†ŲŽØ§Ø¯ŲŲŠŲ‹Ø§ ŲŠŲŲ†ŲŽØ§Ø¯ŲŲŠ ؄ؐ؄ؒØĨŲŲŠŲ…ŲŽØ§Ų†Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ ØĸŲ…ŲŲ†ŲŲˆØ§ Ø¨ŲØąŲŽØ¨ŲŲ‘ŲƒŲŲ…Ų’ ŲŲŽØĸŲ…ŲŽŲ†ŲŽŲ‘Ø§ ØąŲŽØ¨ŲŽŲ‘Ų†ŲŽØ§ ŲŲŽØ§ØēŲ’ŲŲØąŲ’ Ų„ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ø°ŲŲ†ŲŲˆØ¨ŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲƒŲŽŲŲŲ‘ØąŲ’ ØšŲŽŲ†ŲŽŲ‘Ø§ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘ØĻŲŽØ§ØĒŲŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØĒŲŽŲˆŲŽŲŲŽŲ‘Ų†ŲŽØ§ Ų…ŲŽØšŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽØ¨Ų’ØąŲŽØ§ØąŲ ØąŲŽØ¨ŲŽŲ‘Ų†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØĸØĒŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲŽØ§ ŲˆŲŽØšŲŽØ¯Ų’ØĒŲŽŲ†ŲŽØ§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØąŲØŗŲŲ„ŲŲƒŲŽ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲØŽŲ’Ø˛ŲŲ†ŲŽØ§ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŲŠŲŽØ§Ų…ŲŽØŠŲ ØĨŲŲ†ŲŽŲ‘ŲƒŲŽ Ų„ŲŽØ§ ØĒŲØŽŲ’Ų„ŲŲŲ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŲŠØšŲŽØ§Ø¯

Arab-Latin: Rabbanā innanā sami'nā munādiyay yunādÄĢ lil-ÄĢmāni an āmináģĨ birabbikum fa āmannā rabbanā fagfir lanā ÅŧunáģĨbanā wa kaffir 'annā sayyi`ātinā wa tawaffanā ma'al-abrār Rabbanā wa ātinā mā wa'attanā 'alā rusulika wa lā tukhzinā yaumal-qiyāmah, innaka lā tukhliful-mÄĢ'ād

Artinya: "Ya Rabb kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, (yaitu): 'Berimanlah kalian kepada Rabb kalian, maka kami pun beriman. Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuslah kesalahan-kesalahan kami, serta wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti (shalih). Ya Rabb kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui Rasul-Mu. Dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat kelak. Sesungguhnya Engkau tidak pernah menyalahi janji."

4. Surat Al-Kahfi Ayat 10

ØĨŲØ°Ų’ ØŖŲŽŲˆŲŽŲ‰ ŲąŲ„Ų’ŲŲØĒŲ’ŲŠŲŽØŠŲ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ ŲąŲ„Ų’ŲƒŲŽŲ‡Ų’ŲŲ ŲŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų„ŲŲˆØ§ÛŸ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§Ų“ ØĄŲŽØ§ØĒŲŲ†ŲŽØ§ ؅ؐ؆ Ų„Ų‘ŲŽØ¯ŲŲ†ŲƒŲŽ ØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲ‡ŲŽŲŠŲ‘ŲØĻŲ’ Ų„ŲŽŲ†ŲŽØ§ ؅ؐ؆ؒ ØŖŲŽŲ…Ų’ØąŲŲ†ŲŽØ§ ØąŲŽØ´ŲŽØ¯Ų‹Ø§

Arab-Latin: IÅŧ awal-fityatu ilal-kahfi fa qāláģĨ rabbanā ātinā mil ladungka raá¸Ĩmataw wa hayyi` lanā min amrinā rasyadā

Artinya: (Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)".

5. Hadits Riwayat Muslim

Rasulullah SAW bersabda,

Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ØĨŲŲ†ŲŲ‘ŲŠ ØŖŲŽØšŲŲˆŲ’Ø°Ų Ø¨ŲŲƒŲŽ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų’Ų„ØšŲŽØŦŲ’Ø˛Ų ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„ŲƒŲŽØŗŲŽŲ„Ų ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„ØŦŲØ¨Ų’Ų†Ų ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„Ø¨ŲØŽŲ’Ų„Ų ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„Ų‡ŲŽØąŲŽŲ…Ų ŲˆŲŽØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨Ų Ø§Ų’Ų„Ų‚ŲŽØ¨Ų’ØąŲ. Ø§ŲŽŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ØĸØĒؐ Ų†ŲŽŲŲ’ØŗŲŲŠ ØĒŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲŽØ§Ų‡ŲŽØ§ ŲˆŲŽØ˛ŲŽŲƒŲŲ‘Ų‡ŲŽØ§ ØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲ Ų…ŲŽŲ†Ų’ Ø˛ŲŽŲƒŲŽŲ‘Ø§Ų‡ŲŽØ§ ØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ ŲˆŲŽŲ„ŲŲŠŲŲ‘Ų‡ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲˆŲ’Ų„ŲŽØ§Ų‡ŲŽØ§ ، Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ØĨŲŲ†ŲŲ‘ŲŠ ØŖŲŽØšŲŲˆŲ’Ø°Ų Ø¨ŲŲƒŲŽ ؅ؐ؆ؒ ØšŲŲ„Ų’Ų…Ų Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŽŲ†Ų’ŲŲŽØšŲ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ Ų‚ŲŽŲ„Ų’Ø¨Ų Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŽØŽŲ’Ø´ŲŽØšŲ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ Ų†ŲŽŲŲ’ØŗŲ Ų„ŲŽØ§ ØĒŲŽØ´Ų’Ø¨ŲŽØšŲ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ Ø¯ŲŽØšŲ’ŲˆŲŽØŠŲ Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲØŗŲ’ØĒŲŽØŦŲŽØ§Ø¨ŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲŽØ§

"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, kekikiran, pikun, dan adzab kubur. Ya Allah, berikanlah ketaqwaan pada diriku, dan sucikanlah ia, Engkau adalah sebaik-baik Dzat yang Maha Mensucikannya, Engkau Dzat yang Melindungi dan Memeliharanya. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, nafsu yang tidak pernah puas, dan doa yang tidak dikabulkan." (HR Muslim)

Makna Iman

Dikutip dari buku Psikoterapi Islam: Fiqh dan KHI karya Prof. Dr. Khairunnas Rajab, Al-Qur'an menjelaskan tentang iman yang selalu beriringan dengan amal saleh. Di antara keduanya terdapat hubungan yang tidak terpisahkan, menyebut iman berarti menyebut amal.

Amal tidak berdiri sendiri tanpa iman, begitupun sebaliknya. Orang yang beriman adalah orang yang meyakini, mengEsakan, menetapkan-Nya dalam kemandirian dengan penuh ketaatan.

Seorang muslim yang beramal saleh adalah orang yang menunaikan kewajiban, meninggalkan pekerjaan yang dilarang berupa maksiat dan dosa. Sedangkan amal saleh adalah bentuk konkret dari keimanan itu sendiri.

Orang-orang yang beriman tidak ragu-ragu dan selalu memperkuat keyakinan dengan tauhid. Maka tauhid yang dipahami oleh orang-orang yang beriman adalah meyakini bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah. Pernyataan keimanan ini termaktub dalam ikrar syahadat.




(dvs/lus)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads