Setiap manusia akan diuji sesuai batas kemampuannya sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 286. Jika hidup terasa berat, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar mendapat pertolongan Allah SWT.
Ibnu Rajab dalam kitab Jamiul Ulum Hikam fi Syarhi Haditsi Sayyidil Arab wal Ajm yang diterjemahkan Fadhli Bahri memaparkan hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan hal ini. Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas RA, Nabi SAW bersabda,
ŲŲØ§ ØēŲŲŲØ§Ų Ų ØĨŲŲŲŲŲ ØŖŲØšŲŲŲŲŲ ŲŲŲ ŲŲŲŲŲ ŲØ§ØĒŲ : اØŲŲŲØ¸Ų اŲŲŲŲŲŲ ŲŲØŲŲŲØ¸ŲŲŲØ اØŲŲŲØ¸Ų اŲŲŲŲŲŲ ØĒŲØŦŲØ¯ŲŲŲ ØĒŲØŦŲØ§ŲŲŲŲØ ØĨŲØ°Ųا ØŗŲØŖŲŲŲØĒŲ ŲŲØ§ØŗŲØŖŲŲŲ Ø§ŲŲŲØ ŲŲØĨŲØ°Ųا Ø§ØŗŲØĒŲØšŲŲŲØĒŲ ŲŲØ§ØŗŲØĒŲØšŲŲŲ Ø¨ŲØ§ŲŲŲŲŲŲØ ŲŲØ§ØšŲŲŲŲ Ų ØŖŲŲŲŲ Ø§ŲŲØŖŲŲ ŲŲØŠŲ ŲŲŲŲ Ø§ØŦŲØĒŲŲ ŲØšŲØĒŲ ØšŲŲŲŲ ØŖŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲØšŲŲŲŲŲ Ø¨ŲØ´ŲŲŲØĄŲ ŲŲŲ Ų ŲŲŲŲŲŲØšŲŲŲŲ ØĨŲŲŲŲØ§ Ø¨ŲØ´ŲŲŲØĄŲ ŲŲØ¯Ų ŲŲØĒŲØ¨ŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲØ ŲŲØĨŲŲŲ Ø§ØŦŲØĒŲŲ ŲØšŲŲŲØ§ ØšŲŲŲŲ ØŖŲŲŲ ŲŲØļŲØąŲŲŲŲŲ Ø¨ŲØ´ŲŲŲØĄŲ ŲŲŲ Ų ŲŲØļŲØąŲŲŲŲŲ ØĨŲŲŲŲØ§ Ø¨ŲØ´ŲŲŲØĄŲ ŲŲØ¯Ų ŲŲØĒŲØ¨ŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲŲŲŲØ ØąŲŲŲØšŲØĒŲ Ø§ŲŲØŖŲŲŲŲŲØ§Ų Ų ŲŲØŲŲŲØĒŲ Ø§ŲØĩŲŲØŲŲŲ.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Hai anak muda, aku ajarkan beberapa kalimat kepadamu: jagalah Allah niscaya Allah menjagamu, jagalah Allah niscaya engkau dapatkan Allah di depanmu, jika engkau minta mintalah kepada Allah, jika engkau minta pertolongan mintalah pertolongan kepada Allah, ketahuilah jika seluruh umat sepakat untuk memberimu manfaat dengan sesuatu maka mereka tidak dapat memberimu manfaat dengan sesuatu tersebut kecuali yang telah ditetapkan Allah untukmu, jika mereka sepakat untuk memberimu madzarat dengan sesuatu maka mereka tidak dapat memberimu madzarat dengan sesuatu kecuali yang telah ditetapkan Allah untukmu, pena-pena telah diangkat, dan lembaran-lembaran telah kering." (HR At-Tirmidzi dan ia mengatakannya hasan shahih)
At-Tirmidzi juga meriwayatkan hadits serupa dari Hanasy ash-Shan'ani dari Ibnu Abbas dengan redaksi,
اØŲŲŲØ¸Ų اŲŲŲŲŲŲ ØĒŲØŦŲØ¯ŲŲŲ ØŖŲŲ ŲØ§Ų ŲŲŲØ ØĒŲØšŲØąŲŲŲŲ ØĨŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲ Ø§ŲØąŲŲØŲØ§ØĄŲ ŲŲØšŲØąŲŲŲŲŲ ŲŲŲ Ø§ŲØ´ŲŲØ¯ŲŲØŠŲØ ŲŲØ§ØšŲŲŲŲ Ų ØŖŲŲŲ Ų ŲØ§ ØŖŲØŽŲØˇŲØŖŲŲŲ ŲŲŲ Ų ŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲØĩŲŲØ¨ŲŲŲØ ŲŲŲ ŲØ§ ØŖŲØĩŲØ§Ø¨ŲŲŲ ŲŲŲ Ų ŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲØŽŲØˇŲŲŲØ ŲŲØ§ØšŲŲŲŲ Ų ØŖŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲØĩŲØąŲ Ų ŲØšŲ Ø§ŲØĩŲŲØ¨ŲØąŲØ ŲŲØŖŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲØąŲØŦŲ Ų ŲØšŲ اŲŲŲŲØąŲØ¨ŲØ ŲŲØŖŲŲŲŲ Ų ŲØšŲ اŲŲØšŲØŗŲØąŲ ŲŲØŗŲØąŲØ§.
Artinya: "Jagalah Allah niscaya engkau mendapatkan-Nya di depanmu, kenali Allah pada saat makmur niscaya Allah kenal denganmu pada saat sulit, ketahuilah apa yang tidak engkau dapatkan tidak akan engkau dapatkan, dan apa yang mesti engkau dapatkan tidak akan terlepas darimu, ketahuilah bahwa kemenangan itu bersama kesabaran, kelapangan bersama musibah dan bersama kesulitan ada kemudahan."
Ibnu Rajab juga memaparkan hadits lain dengan redaksi yang lebih lengkap dari banyak jalur. Adapun, jalur yang paling shahih kata Ibnu Rajab adalah jalur Hanasy ash-Shan'ani yang diriwayatkan At-Tirmidzi.
Penjelasan Hadits
Hadits-hadits di atas, kata Ibnu Rajab, mengandung wasiat-wasiat luhur dan perkara penting hingga sebagian ulama yang merenungkannya terkagum-kagum.
Ibnu Rajab menjelaskan, maksud sabda Nabi SAW "Jagalah Allah niscaya Allah menjagamu" adalah jagalah hukum-hukum Allah SWT, hak-hak-Nya, perintah-perintah-Nya dan larangan-larangan-Nya. Orang yang berbuat seperti ini termasuk orang-orang yang menjaga hukum-hukum Allah SWT yang dipuji melalui firman-Nya,
ŲŲ°Ø°ŲØ§ Ų ŲØ§ ØĒŲŲŲØšŲدŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲØ§Ø¨Ų ØŲŲŲŲŲØ¸ŲÛ ŲŖŲĸ Ų ŲŲŲ ØŽŲØ´ŲŲŲ Ø§ŲØąŲŲØŲŲ Ų°ŲŲ Ø¨ŲØ§ŲŲØēŲŲŲØ¨Ų ŲŲØŦŲØ§Û¤ØĄŲ بŲŲŲŲŲØ¨Ų Ų ŲŲŲŲŲŲØ¨ŲÛ ŲŖŲŖ
Artinya: "(Dikatakan kepada mereka,) "Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang bertobat lagi patuh. (Dialah) orang yang takut kepada Zat Yang Maha Pengasih (sekalipun) dia tidak melihat-Nya dan dia datang (menghadap Allah) dengan hati yang bertobat." (QS Qaf: 32-33)
Di antara perintah Allah SWT yang wajib dijaga adalah salat dan thaharah (bersuci). Selain itu, Allah SWT juga memerintahkan hamba-Nya menjaga kepala dan perut sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,
"Malu kepada Allah dengan malu yang sebenarnya ialah engkau menjaga kepala beserta apa yang dimuatnya dan menjaga perut beserta apa yang dikandungnya." (HR Ahmad dan at-Tirmidzi)
Namun, hadits tersebut dinilai dhaif.
Adapun, maksud penjagaan Allah SWT terhadap hamba-Nya adalah menjaga kemaslahatan dunianya, seperti menjaga badan, anak, keluarga, dan hartanya. Orang yang menjaga Allah SWT di masa muda dan kuat, maka Allah SWT akan menjaganya saat tua dan lemah.
(kri/inf)












































Komentar Terbanyak
Muslim di Kota Ini Cuma Puasa 1 Jam
Rusia: AS-Israel Sengaja Tabur Perpecahan di Dunia Islam Selama Ramadan
Babe Haikal: Proses Sertifikasi Halal di AS Lebih Ketat Dibanding Indonesia