Doa Melihat Bulan Purnama, Bisa Diamalkan Malam Hari

Doa Melihat Bulan Purnama, Bisa Diamalkan Malam Hari

Devi Setya - detikHikmah
Jumat, 27 Sep 2024 18:30 WIB
Doa Melihat Bulan Purnama, Bisa Diamalkan Malam Hari
Ilustrasi bulan purnama Foto: Getty Images/iStockphoto/jakkapan21
Jakarta -

Bulan purnama merupakan fenomena alam yang terjadi atas kuasa Allah SWT. Ada doa yang bisa diamalkan setiap muslim ketika melihat bulan purnama bersinar.

Bulan termasuk ciptaan Allah SWT yang sekaligus menjadi bukti kebesaran-Nya. Hal ini dijelaskan dalam beberapa ayat Al-Qur'an, salah satunya termaktub dalam surah Fushshilat ayat 37. Allah SWT berfirman,

ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ ØĄŲŽØ§ŲŠŲŽŲ°ØĒؐ؇ؐ ŲąŲ„Ų‘ŲŽŲŠŲ’Ų„Ų ŲˆŲŽŲąŲ„Ų†Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽØ§ØąŲ ŲˆŲŽŲąŲ„Ø´Ų‘ŲŽŲ…Ų’ØŗŲ ŲˆŲŽŲąŲ„Ų’Ų‚ŲŽŲ…ŲŽØąŲ ۚ Ų„ŲŽØ§ ØĒŲŽØŗŲ’ØŦŲØ¯ŲŲˆØ§ÛŸ Ų„ŲŲ„Ø´Ų‘ŲŽŲ…Ų’ØŗŲ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ Ų„ŲŲ„Ų’Ų‚ŲŽŲ…ŲŽØąŲ ŲˆŲŽŲąØŗŲ’ØŦŲØ¯ŲŲˆØ§ÛŸ Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲąŲ„Ų‘ŲŽØ°ŲŲ‰ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲŽŲ‡ŲŲ†Ų‘ŲŽ ØĨؐ؆ ŲƒŲŲ†ØĒŲŲ…Ų’ ØĨŲŲŠŲ‘ŲŽØ§Ų‡Ų ØĒŲŽØšŲ’Ø¨ŲØ¯ŲŲˆŲ†ŲŽ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, jika Ialah yang kamu hendak sembah."

Sinar pada bulan juga menjadi tanda kuasa Allah SWT, sebagaimana dijelaskan dalam surah Yunus ayat 5. Allah SWT berfirman,

ADVERTISEMENT

Ų‡ŲŲˆŲŽ ŲąŲ„Ų‘ŲŽØ°ŲŲ‰ ØŦŲŽØšŲŽŲ„ŲŽ ŲąŲ„Ø´Ų‘ŲŽŲ…Ų’ØŗŲŽ ØļŲŲŠŲŽØ§Ų“ØĄŲ‹ ŲˆŲŽŲąŲ„Ų’Ų‚ŲŽŲ…ŲŽØąŲŽ Ų†ŲŲˆØąŲ‹Ø§ ŲˆŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų‘ŲŽØąŲŽŲ‡ŲÛĨ Ų…ŲŽŲ†ŲŽØ§Ø˛ŲŲ„ŲŽ ؄ؐØĒŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ…ŲŲˆØ§ÛŸ ØšŲŽØ¯ŲŽØ¯ŲŽ ŲąŲ„ØŗŲ‘ŲŲ†ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽŲąŲ„Ų’Ø­ŲØŗŲŽØ§Ø¨ŲŽ ۚ Ų…ŲŽØ§ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲŽ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ø°ŲŽŲ°Ų„ŲŲƒŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŲąŲ„Ų’Ø­ŲŽŲ‚Ų‘Ų ۚ ŲŠŲŲŲŽØĩŲ‘ŲŲ„Ų ŲąŲ„Ų’ØĄŲŽØ§ŲŠŲŽŲ°ØĒؐ Ų„ŲŲ‚ŲŽŲˆŲ’Ų…Ų ŲŠŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ…ŲŲˆŲ†ŲŽ

Artinya: "Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui."

Doa ketika Melihat Langit Cerah

Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar yang diterjemahkan Ulin Nuha menerangkan bahwasannya Rasulullah SAW dalam haditsnya menganjurkan kepada umat Islam untuk membaca doa ketika melihat langit cerah. Berikut bacaan doanya:

ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲŽØ§ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚Ų’ØĒŲŽ Ų‡ŲŽŲ°Ø°ŲŽØ§ Ø¨ŲŽŲ°ØˇŲŲ„Ų‹Ø§ ØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽŲ°Ų†ŲŽŲƒŲŽ ŲŲŽŲ‚ŲŲ†ŲŽØ§ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨ŲŽ ŲąŲ„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØąŲ

Arab-latin: Rabbanā mā khalaqta hāÅŧā bāᚭilā, sub-á¸Ĩānaka fa qinā 'aÅŧāban-nār.

Artinya: "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka."

Bacaan doa ini merupakan kutipan dari Al-Qur'an surah Ali 'Imran ayat 191. Dalam versi lengkap, ayat ini berisi perintah bagi manusia untuk senantiasa mengingat kuasa Allah SWT melalui penciptaan langit dan bumi.

Allah SWT berfirman dalam surah Ali Imran ayat 190-191:

ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ ؁ؐ؉ ØŽŲŽŲ„Ų’Ų‚Ų ŲąŲ„ØŗŲ‘ŲŽŲ…ŲŽŲ°ŲˆŲŽŲ°ØĒؐ ŲˆŲŽŲąŲ„Ų’ØŖŲŽØąŲ’Øļؐ ŲˆŲŽŲąØŽŲ’ØĒŲŲ„ŲŽŲ°ŲŲ ŲąŲ„Ų‘ŲŽŲŠŲ’Ų„Ų ŲˆŲŽŲąŲ„Ų†Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽØ§ØąŲ Ų„ŲŽØĄŲŽØ§ŲŠŲŽŲ°ØĒŲ Ų„Ų‘ŲØŖŲŲˆÛŸŲ„ŲŲ‰ ŲąŲ„Ų’ØŖŲŽŲ„Ų’Ø¨ŲŽŲ°Ø¨Ų . ŲąŲ„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲŠŲŽØ°Ų’ŲƒŲØąŲŲˆŲ†ŲŽ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ Ų‚ŲŲŠŲŽŲ°Ų…Ų‹Ø§ ŲˆŲŽŲ‚ŲØšŲŲˆØ¯Ų‹Ø§ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰Ų° ØŦŲŲ†ŲŲˆØ¨ŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲŠŲŽØĒŲŽŲŲŽŲƒŲ‘ŲŽØąŲŲˆŲ†ŲŽ ؁ؐ؉ ØŽŲŽŲ„Ų’Ų‚Ų ŲąŲ„ØŗŲ‘ŲŽŲ…ŲŽŲ°ŲˆŲŽŲ°ØĒؐ ŲˆŲŽŲąŲ„Ų’ØŖŲŽØąŲ’Øļؐ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲŽØ§ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚Ų’ØĒŲŽ Ų‡ŲŽŲ°Ø°ŲŽØ§ Ø¨ŲŽŲ°ØˇŲŲ„Ų‹Ø§ ØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽŲ°Ų†ŲŽŲƒŲŽ ŲŲŽŲ‚ŲŲ†ŲŽØ§ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨ŲŽ ŲąŲ„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØąŲ

Artinya: "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka."

Doa Melihat Bulan Purnama

Mengutip kitab Fiqh as-Sunnah Jilid 2 karya Sayyid Sabiq yang diterjemahkan Abu Aulia dan Abu Syauqina, dijelaskan bahwa umat Islam dianjurkan memperbanyak membaca tasbih, tahmid dan takbir saat menyaksikan fenomena alam, termasuk bulan purnama.

Selain bacaan tasbih, tahmid dan takbir, bisa juga dilanjutkan membaca doa berikut sebanyak tiga kali,

Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØŖŲŽŲ‡ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽØ§ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’ØŖŲŽŲ…Ų’Ų†Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØĨŲŲŠŲ’Ų…ŲŽØ§Ų†Ų ŲˆŲŽØ§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§Ų…ŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų„ØĨŲØŗŲ’Ų„ŲŽØ§Ų…Ų. Ų‡ŲŲ„ŲŽØ§Ų„Ų ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲ ŲˆŲŽØąŲØ´Ų’Ø¯Ų

Arab latin: AllÃĸhumma ahillahu 'alainÃĸ bil amni wal ÃŽmÃĸni was salÃĸmati wal islÃĸmi. HilÃĸlu khairin wa rusydin.

Artinya, "Wahai Tuhanku, terangkanlah ini bulan di atas kami dengan sentosa, iman, selamat, dan islam. Ini bulan menerangkan kebaikan dan petunjuk."




(dvs/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads