Dalil Anjuran Sholat Gerhana Beserta Tata Cara Melakukannya

Dalil Anjuran Sholat Gerhana Beserta Tata Cara Melakukannya

Jihan Najla Qatrunnada - detikHikmah
Jumat, 27 Okt 2023 19:15 WIB
Dalil Anjuran Sholat Gerhana Beserta Tata Cara Melakukannya
Ilustrasi gerhana bulan Foto: Getty Images/iStockphoto/Onfokus
Jakarta -

Beberapa dalil tentang anjuran sholat gerhana telah disampaikan oleh Rasulullah SAW. Umat Islam disunahkan untuk melakukan sholat dua rakaat untuk mengingat kebesaran Allah SWT.

Gerhana adalah sebuah fenomena alam di mana cahaya matahari atau bulan tidak sepenuhnya terpancar sampai ke bumi. Akibatnya, bumi menjadi gelap untuk sementara waktu.

Di saat seperti ini, Rasulullah SAW mengajarkan pada umat Islam untuk mendirikan sholat sunnah dua rakaat sebagai bentuk penghambaan diri kepada Allah SWT yang sudah menciptakan langit seisinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalil Anjuran Sholat Gerhana

Perintah untuk melakukan sholat sunah ini dirangkum dalam berbagai buku. Berikut adalah dalil anjuran sholat gerhana yang bisa detikHikmah sampaikan.

Dinukil dari buku Bulughul Maram: Panduan Lengkap Masalah Fiqih, Akhlak, dan Keutamaan Amal karya Ibn Hajar Al-Asqalani, Al-Mughirah ibn Syu'bah RA pernah berkata bahwasanya,

ADVERTISEMENT

Ø§Ų„Ų’ŲƒŲŽØŗŲŽŲŲŽØĒؐ Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŽŲ…Ų’ØŗŲ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØšŲŽŲ‡Ų’Ø¯Ų ØąŲŽØŗŲŲˆŲ„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…ŲŽ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ Ų…ŲŽØ§ØĒŲŽ ØĨŲØ¨Ų’ØąŲŽØ§Ų‡ŲŲŠŲ…Ų ŲŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ : Ø§ŲŲ†Ų’ŲƒŲŽØŗŲŽŲŲŽØĒؐ Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŽŲ…Ų’ØŗŲ Ų„ŲŲ…ŲŽŲˆŲ’ØĒؐ ØĨŲØ¨Ų’ØąŲŽØ§Ų‡ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽ ŲŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…ŲŽ: ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŽŲ…Ų’ØŗŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų‚ŲŽŲ…ŲŽØąŲŽ ØĸŲŠŲŽØĒŲŽØ§Ų†Ų ؅ؐ؆ؒ ØĸŲŠŲŽØ§ØĒؐ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŽŲ†Ų’ŲƒŲŽØŗŲŲŲŽØ§Ų†Ų Ų„ŲŲ…ŲŽŲˆŲ’ØĒؐ ØŖŲŽØ­ŲŽØ¯Ų ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ Ų„ŲØ­ŲŽŲŠŲŽØ§ØĒؐ؇ؐ ŲŲŽØĨŲØ°ŲŽØ§ ØąŲŽØŖŲŽŲŠŲ’ØĒŲŲ…ŲŲˆŲ’Ų‡ŲŲ…ŲŽØ§ ŲŲŽØ§Ø¯Ų’ØšŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ŲˆŲŽØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆŲ’Ø§ Ø­ŲŽØĒŲ‘ŲŽŲ‰ ØĒŲŽŲ†Ų’ŲƒŲŽØ´ŲŲŲŽ

Artinya: "Pada zaman Rasulullah SAW pernah terjadi gerhana matahari, yaitu pada hari wafatnya Ibrahim. Lalu orang-orang berseru, Terjadi gerhana matahari karena wafatnya Ibrahim. Maka Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian dan kehidupan seseorang. Jika kalian melihat keduanya (mengalami gerhana), berdoalah kepada Allah dan shalatlah hingga kembali seperti semula." (HR Al- Bukhari dan Muslim. Dalam riwayat Al-Bukhari disebutkan, "Sampai terang kembali.")

Dalam riwayat lain, Imam Al-Bukhari menyebutkan, dari Abu Bakrah RA, Rasulullah SAW bersabda,

ŲŲŽØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆØ§ ŲˆŲŽØ§Ø¯Ų’ØšŲŲˆŲ’Ø§ Ø­ŲŽØĒŲ‘ŲŽŲ‰ ŲŠŲŲƒŲ’Ø´ŲŽŲŲŽ Ų…ŲŽØ§ Ø¨ŲŲƒŲŲ…Ų’

Artinya: "Maka shalatlah dan berdoalah sampai kembali seperti semula."

Tata Cara Sholat Gerhana

Tata cara sholat gerhana juga sudah dijelaskan secara rinci dalam sebuah dalil sahih. Pada saat itu, Rasulullah SAW melakukan sholat gerhana dengan cara seperti pada hadits berikut ini.

Rasulullah SAW mengisyaratkan untuk memulai sholat gerhana berjamaah dengan seruan:

ŲŲŽØ¨ŲŽØšŲŽØĢŲŽ Ų…ŲŲ†ŲŽØ§Ø¯ŲŲŠŲ‹Ø§ ŲŠŲŲ†ŲŽØ§Ø¯ŲŲŠ: Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§ØŠŲ ØŦŲŽØ§Ų…ŲØšŲŽØŠŲŒ

Artinya: "Lalu beliau menyuruh seorang penyeru untuk menyerukan, 'Datanglah untuk shalat jamaah."

Lalu, selanjutnya, sholat dilaksanakan dengan cara berikut ini.

Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽØŗŲŽŲŲŽØĒؐ Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŽŲ…Ų’ØŗŲ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØšŲŽŲ‡Ų’Ø¯Ų ØąŲŽØŗŲŲˆŲ„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…ŲŽ ŲŲŽØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ‰ ŲŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų…ŲŽ Ų‚ŲŲŠŲŽØ§Ų…Ų‹Ø§ ØˇŲŽŲˆŲŲŠŲ„Ų‹Ø§ Ų†ŲŽØ­Ų’ŲˆØ§ ؅ؐ؆ؒ Ų‚ŲØąŲŽØ§ØĄŲŽØŠŲ ØŗŲŲˆŲ’ØąŲŽØŠŲ Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŽŲ‚ŲŽØąŲŽØŠŲ ØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ ØąŲŽŲƒŲŽØšŲŽ ØąŲŲƒŲŲˆØšŲ‹Ø§ ØˇŲˆŲŠŲ„Ø§Ų‹ ØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ ØąŲŽŲŲŽØšŲŽ ŲŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų…ŲŽ Ų‚ŲŲŠŲŽØ§Ų…Ų‹Ø§ ØˇŲˆŲŠŲ„Ų‹Ø§ ŲˆŲŽŲ‡ŲŲˆŲŽ Ø¯ŲŲˆŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŲŠŲŽØ§Ų…Ų Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽŲˆŲ‘ŲŽŲ„ ØĢŲ… ØąŲŽŲƒŲŽØšŲŽ ØąŲŲƒŲŲˆØšŲ‹Ø§ ØˇŲŽŲˆŲŲŠŲ„Ų‹Ø§ ŲˆŲŽŲ‡ŲŲˆŲŽ Ø¯ŲŲˆŲ†ŲŽ Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŲƒŲŲˆØšŲ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽŲˆŲ‘ŲŽŲ„Ų ØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ ØąŲŽŲŲŽØšŲŽ ØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ ØŗŲŽØŦŲŽØ¯ŲŽ ØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ Ų‚ŲŽØ§Ų…ŲŽ Ų‚ŲŲŠŲŽØ§Ų…Ų‹Ø§ ØˇŲŽŲˆŲŲŠŲ„Ų‹Ø§ ŲˆŲŽŲ‡ŲŲˆŲŽ Ø¯ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŲŠŲŽØ§Ų…Ų Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽŲˆŲ‘ŲŽŲ„Ų ØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ ØąŲŽŲƒŲŽØšŲŽ ØąŲŲƒŲŲˆŲ’ØšŲ‹Ø§ ØˇŲŽŲˆŲŲŠŲ’Ų„Ø§Ų‹ ŲˆŲŽŲ‡ŲŲˆŲŽ Ø¯ŲŲˆŲ†ŲŽ Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽŲƒŲŲˆØšŲ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽŲˆŲ‘ŲŽŲ„Ų ØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ ØąŲŽŲŲŽØšŲŽ ŲŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų…ŲŽ Ų‚ŲŲŠŲŽØ§Ų…Ų‹Ø§ ØˇŲŽŲˆŲŲŠŲ„Ų‹Ø§ ŲˆŲŽŲ‡ŲŲˆŲŽ Ø¯ŲŲˆŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŲŠŲŽØ§Ų…Ų Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽŲˆŲ‘ŲŽŲ„Ų ØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ ØąŲŽŲƒŲŽØšŲŽ ØąŲŲƒŲŲˆØšŲ‹Ø§ ØˇŲŽŲˆŲŲŠŲ’Ų„Ø§Ų‹ ŲˆŲŽŲ‡ŲŲˆŲŽ Ø¯ŲŲˆŲ†ŲŽ Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽŲƒŲŲˆØšŲ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽŲˆŲ‘ŲŽŲ„Ų ØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ ØŗŲŽØ­ŲŽØ¯ŲŽØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ Ø§Ų†Ų’ØĩŲŽØąŲŽŲŲŽ ŲˆŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ ØĒŲŽØŦŲŽŲ„Ų‘ŲŽØĒؐ Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŽŲ…Ų’ØŗŲ ŲŲŽØŽŲŽØˇŲŽØ¨ŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲŽ

Artinya: "Terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah SAW, maka beliau shalat. Beliau berdiri sangat lama sekitar lamanya bacaan surah Al-Baqarah, kemudian rukuk dengan lama, lalu bangun dan berdiri lama pula, tetapi lebih pendek dibandingkan dengan berdiri yang pertama. Kemudian beliau rukuk dengan lama, tetapi lebih pendek dibandingkan dengan rukuk yang pertama. Lalu beliau sujud, dan kemudian berdiri lama, tetapi lebih pendek dibandingkan dengan berdiri yang pertama. Lalu beliau rukuk dengan lama, tetapi lebih pendek dibandingkan dengan rukuk yang pertama. Kemudian, beliau bangun dan berdiri lama, tetapi lebih pendek dibandingkan dengan berdiri yang pertama. Lalu beliau rukuk lama, tetapi lebih pendek dibandingkan dengan rukuk yang pertama. Kemudian beliau mengangkat kepala, lalu sujud, sehingga selesailah dan matahari telah terang. Lalu beliau berkhotbah di hadapan orang-orang." (HR Al-Bukhari dan Muslim, sedangkan redaksinya berdasarkan riwayat Al-Bukhari. Dalam suatu riwayat Muslim disebutkan"




(dvs/dvs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads