Doa qunut nazilah dibaca ketika ada musibah atau bencana, hal ini dijelaskan oleh ulama Hanafi, Syafi'i dan Hanabilah. Namun, mazhab Hanafi menilai doa tersebut dapat dibaca pada salat-salat jahriyyah yaitu salat Subuh, Maghrib, dan Isya.
Mengutip buku Bimbingan Praktikum Ibadah tulisan Prof Dr H Abudin Nata MA, secara harfiah qunut artinya 'sedang', sedangkan nazilah artinya 'yang turun'. Secara umum, pengertian qunut nazilah ialah dibaca guna memperoleh perlindungan dari bencana.
Prof Wahbah Az-Zuhaili dalam Terjemah Fiqhul Islam wa Adillathuhu menjelaskan bahwa doa qunut nazilah dibaca secara jahar atau mengeraskan suara. Disebut qunut nazilah yang artinya bencana atau musibah yang melanda kaum muslimin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bencana itu bisa berupa ketakutan, paceklik, wabah penyakit, dan lain sebagainya. Hukum pembacaan doa qunut nazilah adalah sunnah sebagaimana hadits shahih yang berbunyi:
"Sungguh Nabi SAW membaca doa qunut (nazilah) selama sebulan karena (tragedi) terbunuhnya para qurra' (ahli Al-Qur'an) radhiyallahu 'anhum," (HR Bukhari dan Muslim)
Bacaan Doa Qunut Nazilah
Merujuk pada buku Terjemah Fiqhul Islam wa Adillathuhu Juz 2, redaksi qunut nazilah tercantum dalam hadits Nabi Muhammad SAW. Diriwayatkan Umar RA, ketika melakukan doa qunut ia membaca:
اŲŲŲŲŲ ŲŲ Ø§ØēŲŲŲØąŲ ŲŲŲŲŲ ŲØ¤ŲŲ ŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲŲ ŲØ¤ŲŲ ŲŲŲØ§ØĒŲØ ŲŲØ§ŲŲŲ ŲØŗŲŲŲŲ ŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲŲ ŲØŗŲŲŲŲ ŲØ§ØĒŲØ ŲŲØŖŲŲŲŲŲ Ø¨ŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲØ¨ŲŲŲŲ ŲØ ŲŲØŖŲØĩŲŲŲØŲ Ø°ŲØ§ØĒ بŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲØ ŲŲØ§ŲŲØĩŲØąŲ ØšŲŲŲŲ ØšŲØ¯ŲŲŲŲŲ ŲŲØšŲدŲŲŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲØšŲŲŲ ŲŲŲŲØąŲØŠŲ ØŖŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲØĒŲØ§Ø¨Ų اŲŲŲØ°ŲŲŲŲ ŲŲŲŲØ°ŲŲØ¨ŲŲŲŲ ØąŲØŗŲŲŲŲŲØ ŲŲŲŲŲŲØ§ØĒŲŲŲŲŲŲ ØŖŲŲŲŲŲŲŲØ§ØĄŲŲŲ. اŲŲŲŲŲŲŲ Ų ØŽŲØ§ŲŲŲŲ Ø¨ŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ ŲØĒŲŲŲŲ ŲØ ŲŲØ˛ŲŲŲØ˛ŲŲŲ ØŖŲŲŲØ¯ŲØ§Ų ŲŲŲŲ ŲØ ŲŲØŖŲŲŲØ˛ŲŲŲ Ø¨ŲŲŲŲ Ų Ø¨ŲØŖŲØŗŲŲŲ Ø§ŲŲŲØ°ŲŲ ŲŲØ§ ŲŲØąŲدŲŲ ØšŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲ ŲØŦŲØąŲŲ ŲŲŲŲ. Ø¨ŲØŗŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲØąŲŲØŲŲ ŲŲŲ Ø§ŲØąŲŲØŲŲŲ Ų. اŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ ØĨŲŲŲŲØ§ ŲŲØŗŲØĒŲØšŲŲŲŲŲŲ
Arab latin: Allahummaghfirlil mu'miniina wal mu'minati, wal muslimiina wal muslimaati, wal alifa bayna quluubihim, wa ashlih dzaat baynihim, wanshur alaa a'uduwka wa aduwwihim lahumul an kafarati ah lil kitaabi ladziina yukadzibuuna rasulaka, wa yuqaa tiluuna aw liyaa aka. allahumma khoolifun bayna kalimatihim, wa zalzil aqdaa mahum, wa anzil bihim ba'salkaldzii laa yurdun anilqowmil mujrimiina. bismillahirrahmanirrahiiim. allahumma innanasta'iinuka.
Artinya: "Ya Allah ampunilah dosa orang mukmin, dan mukminat, muslimin, dan muslimat, satu- kaniah hati-hati mereka, damaikanlah di antara mereka. Tolonglah mereka untuk mengalahkan musuhmu, dan musuh mereka. Ya Allah timpakanlah laknat kepada orang kafir ahli kitab yang telah mendustakan para utusan-Mu, dan memerangi para wali-Mu. Ya Allah, gagapkanlah ucapan mereka, pecah belahkan kekuatan mereka, dan timpakan siksa-Mu yang tidak mungkin mampu dicegah mereka. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih, dan Penyayang. Ya Allah sesungguhnya kami memohon pertolongan kepada-Mu."
Dalam buku Fiqh Wabah oleh LPBKI MUI Pusat, ada juga doa qunut nazilah versi lainnya yang bisa diamalkan.
اŲŲŲŲŲŲŲ
ŲŲ Ø§ŲŲØ¯ŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ
ŲŲŲ ŲŲØ¯ŲŲŲØĒŲ ŲŲØšŲاŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ
ŲŲŲ ØšŲØ§ŲŲŲŲØĒŲ ŲŲØĒŲŲŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ
ŲŲŲ ØĒŲŲŲŲŲŲŲŲØĒŲ ŲŲØ¨ŲØ§ØąŲŲŲ ŲŲŲ ŲŲŲŲŲ
ŲØ§ ØŖŲØšŲØˇŲŲŲØĒŲ ŲŲŲŲŲŲŲ Ø´ŲØąŲŲŲ
ŲØ§ ŲŲØļŲŲŲØĒŲ ŲŲØ§ ŲŲŲŲŲ ØĒŲŲŲØļŲŲ ŲŲŲŲØ§ ŲŲŲŲØļŲŲ ØšŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØĨŲŲŲŲŲŲ ŲØ§ ŲŲØ°ŲŲŲŲ Ų
ŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲŲŲØĒŲ ŲŲŲŲØ§ ŲŲØšŲØ˛ŲŲ Ų
ŲŲŲ ØšŲØ§Ø¯ŲŲŲØĒŲ ØĒŲØ¨ŲØ§ØąŲŲŲØĒŲ ØąŲØ¨ŲŲŲŲØ§ ŲŲØĒŲØšŲاŲŲŲŲØĒŲ ŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲØŲŲ
ŲØ¯Ų ØšŲŲŲŲ Ų
ŲØ§
ŲŲØļŲŲŲØĒŲ ŲŲØŖŲØŗŲØĒŲØēŲŲŲØąŲŲŲ ŲŲØŖŲØĒŲŲØ¨Ų ØĨŲŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲŲ
Ų Ø§Ø¯ŲŲŲØš ØšŲŲŲŲØ§ ŲŲØšŲŲŲ Ø§ŲŲ
ŲØŗŲŲŲŲ
ŲŲŲŲ Ø§ŲØšŲŲØ§ØĄŲ ŲŲØ§ŲبŲŲØ§ØĄŲ ŲŲØ§ŲŲŲŲØ¨Ø§ØĄŲ ŲŲØ§ŲŲŲŲØŲØ´ŲØ§ØĄŲ ŲŲØ§ŲŲŲ
ŲŲŲŲŲØąŲ ŲŲØ§ŲØŗŲŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲ
ŲØŽŲØĒŲŲŲŲŲØŠ ŲŲØ§ŲØ´ŲŲØ¯ŲاØĻŲØ¯Ų اŲŲŲ
ŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲŲŲØĒŲŲŲ ŲŲØ§ŲØŗŲŲŲØĄŲ ŲŲØ§ŲØ˛ŲŲŲŲØ§ Ų
ŲØ§ ظŲŲŲØąŲ Ų
ŲŲŲŲŲØ§ ŲŲŲ
ŲØ§ Ø¨ŲØˇŲŲŲ Ų
ŲŲŲ Ø¨ŲŲŲØ¯ŲŲŲØ§ ŲŲØ°Ųا ØŽŲØ§ØĩŲŲØŠŲ ŲŲŲ
ŲŲŲ Ø¨ŲŲŲØ¯ŲاŲŲ Ø§ŲŲŲ
ŲØŗŲŲŲŲ
ŲŲŲŲŲ ØšŲØ§Ų
ŲŲØŠŲ ØĨŲŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ Ø´ŲŲŲØĄŲ ŲŲØ¯ŲŲŲØąŲ ŲŲØĩŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲ ØŗŲŲŲŲØ¯ŲŲŲØ§ Ų
ŲØŲŲ
ŲŲØ¯Ų اŲŲŲŲØ¨ŲŲŲŲ Ø§ŲŲØŖŲŲ
ŲŲŲŲŲ ŲŲØšŲŲŲŲ ØĸŲŲŲŲ
ŲŲØĩŲØŲØ¨ŲŲŲ ŲŲØŗŲŲŲŲŲ
Ų
Arab latin: Allaahummahdii fiiman hadaiyt wa 'aafinaa fiiman 'aafaiyt wa tawallani fiiman tawallaiyt wa baarikli fiimaa a'thoiyt Wa qini syarro maa qodloiyt. Fainnaka taqdlii walaa yuqdloo 'alaiyk wa innahu laa yadzillu man waalayt wa laa ya'izzu man 'aadaiyt. Tabaarokta robbanaa wa ta'aalaiyt. Fa lakal hamdu 'alaa maa qodloiyt. Astaghfiruka wa natuubu ilaiyk. Allaahummadfa' 'annal gholaa'a wal balaa'a wal wabaa' wal fahsyaa'a wal munkar. Was suyuufal mukhtalifata wasy syadaaida wal mihan. Maa zhoharo minhaa wa maa bathon. Mim balainaa hadzaa khoosshoh wa min buldaanil muslimiina 'aammatan innaka 'alaa kulli syaiin qadiir. Wa shallaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa'alaa aalihi wa shahbihii wa sallam.
Artinya: "Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan seperti orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama-sama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau pimpin."
"Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Dan peliharalah aku dari kejahatan yang Engkau pastikan. Karena sesungguhnya Engkau-lah yang menentukan dan tidak ada yang menghukum (menentukan) atas Engkau. Sesungguhnya tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engkau beri kekuasaan."
"Dan tidaklah akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Berkahlah Engkau dan Maha Luhurlah Engkau. Segala puji bagi-Mu atas yang telah Engkau pastikan. Aku mohon ampun dan tobat kepada Engkau. Semoga Allah memberi rahmat dan salam atas junjungan kami Nabi Muhammad Saw beserta seluruh keluarganya dan sahabatnya."
Tata Cara Mengerjakan Qunut Nazilah
Mengacu pada sumber yang sama, qunut nazilah dapat dilakukan setiap salat fardhu pada rakaat terakhir sehabis rukuk. Doa qunut dibaca pelan (sirr) jika pada waktu Zuhur dan Ashar, namun apabila ketika Subuh, Magrib dan Isya dalam salat berjamaah maka harus dibaca dengan keras.
Bagi imam salat yang membaca doa qunut nazilah dapat mengubah kata ganti sendiri menjadi kata ganti sendiri menjadi kata ganti untuk orang banyak. Sementara makmum cukup mengaminkannya.
(aeb/rah)












































Komentar Terbanyak
Waketum MUI Soroti Kesepakatan Dagang RI-AS: Ini Perjanjian atau Penjajahan?
Pernyataan Soal Zakat Picu Polemik, Menag Sampaikan Klarifikasi
MUI Sebut Perjanjian Dagang RI-AS Bertentangan dengan UU, Ini Poin yang Dikritik