4 Hadits Memaafkan Sesama, Bentuk Iman yang Paling Utama

4 Hadits Memaafkan Sesama, Bentuk Iman yang Paling Utama

Rahma Harbani - detikHikmah
Minggu, 12 Mar 2023 14:00 WIB
4 Hadits Memaafkan Sesama, Bentuk Iman yang Paling Utama
Ilustrasi. Ini deretan hadits tentang memaafkan sesama. (Foto: Ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Beberapa hadits dari sabda Rasulullah SAW menekankan pentingnya memaafkan kesalahan orang lain. Terutama mendekati awal bulan Ramadhan, muslim biasanya memanfaatkan momen tersebut untuk saling memohon maaf kepada keluarga, kerabat, maupun orang-orang sekitar.

Meski menurut Wawan Shofwan Sholehuddin dalam buku Risalah Shaum, tidak ada syariat ataupun dalil khusus yang memerintahkannya, tujuan bermaaf-maafan jelang Ramadhan ditujukan untuk menghilangkan segala penyakit hati, khususnya selama melaksanakan shaum atau puasa. Lebih dari itu, bermaafan dan saling memaafkan merupakan akhlak yang mulia menurut ajaran Islam.

Rasulullah SAW telah banyak mendorong umat muslim untuk bersikap pemaaf pada orang lain melalui contoh perbuatannya semasa hidup. Dikisahkan dari istri Rasulullah SAW, Aisyah, pernah ditanya tentang akhlak Rasulullah SAW, maka dia menjawab,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Beliau tidak pernah berbuat jahat, tidak berbuat keji, tidak meludah di tempat keramaian, dan tidak membalas kejelekan dengan kejelekan. Melainkan beliau selalu memaafkan dan memaklumi kesalahan orang lain," (HR Ibnu Hibban).

Selain itu, sikap pemaaf yang harus dimiliki umat muslim secara tegas dijelaskan dalam firman-Nya surah Al A'raf ayat 199. Berikut bacaannya,

ADVERTISEMENT

ØŽŲØ°Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽŲŲ’ŲˆŲŽ ŲˆŲŽØŖŲ’Ų…ŲØąŲ’ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’ØšŲØąŲ’ŲŲ ŲˆŲŽØŖŲŽØšŲ’ØąŲØļŲ’ ØšŲŽŲ†Ų Ø§Ų„Ų’ØŦŲŽØ§Ų‡ŲŲ„ŲŲŠŲ†ŲŽ

Artinya: "Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh."

Selain dalil-dalil yang telah dijelaskan di atas, ada beberapa hadits tentang memaafkan sesama yang disadur dari buku Hadis Ahkam karangan Fuad Thohari, buku Orang-orang yang Mendapat Rahmat karangan Thaha Abdullah Al Afifi, dan Tafsir Al Azhar Jilid 4 karya Hamka. Simak di sini daftar haditsnya berikut dengan terjemahannya,

4 Hadits tentang Memaafkan Sesama

1. HR Muslim

ØšŲŽŲ†Ų’ ØŖŲŽØ¨ŲŲŠ Ų‡ŲØąŲŽŲŠŲ’ØąŲŽØŠŲŽ ØąØļ؊ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØšŲ†Ų‡ØŒ ØšŲ† ØąŲŽØŗŲŲˆŲ„ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØĩŲ„Ų‘Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØšŲ„ŲŠŲ‡ ŲˆØŗŲ„Ų‘Ų… Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ : Ų…ŲŽØ§ Ų†ŲŽŲ‚ŲŽØĩŲŽØĒŲ’ ØĩŲŽØ¯ŲŽŲ‚ŲŽØŠŲŒ ؅ؐ؆ؒ Ų…ŲŽØ§Ų„ŲØŒ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø˛Ø§Ø¯ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯Ø§Ų‹ Ø¨ØšŲŽŲŲ’ŲˆŲ ØĨŲŲ„Ø§Ų‘ŲŽ ØšŲØ˛Ų‘Ø§Ų‹ØŒ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ØĒŲŽŲˆŲŽØ§ØļŲŽØšŲŽ ØŖØ­ŲŽØ¯ŲŒ ؄؄؇ؐ ØĨŲŲ„Ø§Ų‘ŲŽ ØąŲŽŲŲŽØšŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų. ØąŲˆØ§Ų‡ Ų…ØŗŲ„Ų… ؈ØēŲŠØąŲ‡

Artinya: Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah sedekah itu mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba dengan pemberian maafnya (kepada saudaranya) kecuali kemuliaan (di dunia dan akhirat), serta tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah kecuali Dia akan meninggikan (derajat)nya (di dunia dan akhirat)."

2. HR Bukhari dan Ad Dailami

Ø§Ų„Ø­Ų…Ø¯ Ų„Ų„Ų‡ ŲˆØ§Ų„ØĩŲ„Ø§ØŠ ŲˆØ§Ų„ØŗŲ„Ø§Ų… ØšŲ„Ų‰ ØąØŗŲˆŲ„ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ŲˆØšŲ„Ų‰ ØĸŲ„Ų‡ ؈ØĩØ­Ø¨Ų‡ ØŖØŦŲ…ØšŲŠŲ†ØŒ ØŖŲ…Ø§ بؚد. Ų‚Ø§Ų„ ØąØŗŲˆŲ„ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØĩŲ„Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØšŲ„ŲŠŲ‡ ŲˆØŗŲ„Ų… : (( ØŖŲØļŲ„ Ø§Ų„ØĨŲŠŲ…Ø§Ų† Ø§Ų„ØĩØ¨Øą ؈ Ø§Ų„ØŗŲ…Ø§Ø­ØŠ )) (ØĩØ­ŲŠØ­) (ŲØąØŒØĒØŽØŒØ­Ų…)

Artinya: Rasulullah SAW bersabda, "Iman yang paling utama adalah sabar dan pemaaf atau lapang dada,"

3. HR At Thabrani

Ø§ØŗŲ…Ø­ŲˆØ§ ŲŠØŗŲ…Ø­ Ų„ŲƒŲ…

Artinya: "Maafkanlah, niscaya kamu akan dimaafkan (oleh Allah),"

4. HR Al Anshari

"Orang yang paling penyantun di antara kalian adalah orang yang bersedia memberi maaf walaupun ia sanggup untuk membalasnya,"

Istilah memaafkan dalam bahasa Arab adalah Al 'Afwu. Artinya secara bahasa adalah melewatkan, membebaskan, meninggalkan pemberian hukuman, menghapus, dan meninggalkan kekasaran perilaku.

Sementara itu, secara istilah Al 'Afwu juga dapat bermakna menggugurkan (tidak mengambil) hak yang ada pada orang lain. Hal ini menjadi bukti mulianya sikap pemaaf, sebagaimana dilansir dari buku Berdakwah dengan Hati yang ditulis oleh Syaikh Ibrahim bin Shalih bin Shabir Al-Maghdzawi.

Allah SWT dalam surat Ali Imran ayat 134 juga menyebut bahwa sikap memaafkan kesalahan orang lain merupakan salah satu ciri orang yang bertakwa. Allah berfirman,

Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲŠŲŲ†Ų’ŲŲŲ‚ŲŲˆŲ†ŲŽ ؁ؐ؊ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽØąŲ‘ŲŽØ§ØĄŲ ŲˆŲŽØ§Ų„ØļŲ‘ŲŽØąŲ‘ŲŽØ§ØĄŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ŲƒŲŽØ§Ø¸ŲŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØēŲŽŲŠŲ’Ø¸ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØšŲŽØ§ŲŲŲŠŲ†ŲŽ ØšŲŽŲ†Ų Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲŠŲØ­ŲØ¨Ų‘Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØ­Ų’ØŗŲŲ†ŲŲŠŲ†ŲŽ

Artinya: "(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan,"

Melalui informasi ini, semoga kita semua bisa sama-sama mulai melatih diri menjadi orang yang pemaaf sesuai dengan hadits tentang memaafkan kesalahan orang lain dan dalil Al-Qur'an lainnya ya, sahabat hikmah. Aamiin.




(rah/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads